
Dira sudah tidur hingga 3 jam lamanya, bahkan sekarang sudah menunjukkan pukul 5 sore.
Dira menggeliat dan mengerjapkan matanya, ia baru saja tersadar bahwa ia tertidur saat menonton tv.
Dengan kepala yang masih sedikit pusing khas bangun tidur, ia berjalan kearah kamar nya dan kemudian duduk ditepi ranjang, entah mengapa dirinya merasa bosan selalu berada dalam rumah.
Sehingga ia berniat mendatangi kantor Andy, tetapi rasanya ini sudah tanggung, karena hari sudah mulai gelap, dan tentu saja ia tidak akan diperbolehkan keluar oleh kedua orang tuanya. lagi pula Dira sudah berjanji pada Andy, bahwa ia tidak akan pergi kemanapun hingga pesta pernikahan keduanya usai di gelar.
Dira teringat akan Andy, dan entah mengapa rasanya ia begitu merindukan lelaki tampan dan menyebalkan itu, dengan sedikit menurunkan ego nya, ia menggenggam handphone nya, dah saat ia ingin menelpon calon suaminya itu, ia kaget melihat notifikasi dari Andy yang sudah mencapai 17 panggilan tidak terjawab.
Dira menepuk jidatnya, dan membuka pesan singkat yang di kirim oleh Andy, Dira tertawa melihat pesan Andy yang menggerutu kesal pada dirinya.
__ADS_1
Kemudian Dira menelepon Andy, untuk meledek kekasih nya itu.
"Halo, my sweety, kau begitu merindukan ku ya, hingga menelpon ku sebanyak itu" kata Dira meledek Andy dengan khas nya sendiri.
"Iya aku merindukan gadis nakal itu, berani-beraninya ia tidak mengangkat telpon ini, benar-benar sombong sekali" kata Andy kesal, dan tentunya itu adalah kesal yang dibuat-buat oleh Andy.
Dira tertawa menanggapi jawaban dari Andy, padahal dalam hatinya pun sama, ia juga merindukan kekasih nya itu.
" Gadis nakal mu itu, baru saja terbangun dari mimpi indah nya, kau sampai segitunya karena merindukan ku ya" kata Dira dengan percaya diri dan kesombongan yang meningkat.
"Aku belajar ini dari mu sayang, kau kapan pulang? apa pekerjaan mu sungguh banyak sekali?" kata Dira yang ikut-ikutan kesel pada calon suaminya.
__ADS_1
"Sebentar lagi aku pulang sayang, ada apa? ap sekarang kau merindukanku juga" kata Andy berkata pada Dira dengan tepat sasaran.
"Iya aku merindukan mu, saking rindunya ingin sekali aku memberikan cubitan khas di kedua pipi cabimu" kata Dira dengan nada jengah nya.
"Hey, tarik kembali kata katamu, calon suami mu ini tampan, bagaimana mungkin pipi nya cabi" kata andy yang tidak terima di bilang cabii oleh Dira.
Dira hanya tertawa saja melihat calon suaminya itu menggerutu kesal pada Dira, Dira membayangkan ekspresi kesal calon suaminya dan kemudian ia tertawa terbahak-bahak.
Andy hanya mengerutkan dahi nya dan kemudian ia izin pada sang bidadari nya itu untuk kembali melanjutkan pekerjaannya yang terhenti akibat perdebatan konyol mereka.
Dira pun menyetujui itu, karena Dira juga ingin segera mandi dan membersihkan dirinya sendiri.
__ADS_1
Setelah sambungan telepon dimatikan Andy kembali menatap layar laptop nya dan ia kembali fokus pada kerjanya, entah mengapa setelah mengetahui kondisi Dira baik-baik saja itu membuat Andy merasa senang dan tenang dalam melakukan aktivitas nya.
Sedangkan Dira sendiri kembali ketempat tidurnya dan kemudian kembali tertidur dengan pulas, entah mengapa baginya akhir-akhir ini begitu melelahkan.