
Hari ini kampus ku di heboh kan dengan berakhir nya hubungan ku dengan didi kemarin, aku yakin ini akan menjadi Viral, dan pasti tak sedikit banyak nya yang pro maupun kontra. Tapi aku sungguh yakin, akan lebih banyak kontra terhadapku.
Sungguh aku sangat sedih hubungan ku dan Didi berakhir begitu saja, padahal perjuangan kami sampai ke tahap ini tidak lah mudah.
Tapi apa boleh buat, semua sudah menjadi skenario allah, dan kami sebagai hamba hanya sebagai pemeran yang hanya bisa mengikuti apa yang sudah sutradara tetapkan.
Sungguh pilu hati ku mendengar ocehan orang orang tentang hubungan kami, namun aku tetap harus kuat dan tidak boleh memperlihat kan kesedihan ku pada mereka semua. Aku adalah wanita tangguh aku tidak boleh lemah.
Saat aku sudah memasuki kelas ku aku mendengar beberapa orang dengan nyinnyir nya menggosipkan ku.
"Lihat tu, putus juga kan mereka, makanya jangan suka mengumbar hubungan, kalo udah putus malu sendiri kan" ucap orang yang berada disekeliling ku sambil mengejek diriku.
"iya tuh, gue juga gedek liat mereka yang sok mesra, mentang-mentang gue jomblo gitu. jadi dia seenaknya pamer" ucap mereka saling bergantian melontarkan kata kata pedas.
"ululuh, akhirnya drama Korea kita berakhir juga ya"
Aku hanya diam mendengarkan mereka menggunjing ku. Sungguh sakit hatiku mendengar nya dan kali ini rasanya lebih sakit lagi aku rasa ketika aku melihat Andi dan wanita itu dengan akrabnya dan saling menggandeng.
Aku menatapnya dengan penuh kesedihan bahkan hatiku selalu menjerit.
" Apa semudah itu, kau melupakan aku, segampang itu kau memberikan hati untuk wanita itu. Padahal jelas-jelas aku Disini menunggumu memberikan penjelasan, tetapi sayang semuanya sudah tidak penting lagi sekarang.
Aku berlalu ke kantin seorang diri dan memesan makanan dan minuman.
Kemudian aku membaca buku ku, kebetulan kami sedang berada di penghujung materi dan tidak lama lagi kami akan ujian Akhir semester jadi aku mengantisipasi nya dari sekarang.
Aku tidak fokus dengan bacaan ku karena sesungguhnya aku bukan lagi membaca tetapi melamun kan orang yang bahkan sudah mengkhianati cintaku.
"Hey, Lo pinter banget emang ya, sampe bisa baca buku kebalik gini" kata kak Rendy dengan tertawa.
Seketika aku sadar dengan lamunan ku dan menatapnya dengan heran" ada apa?" tanya ku dengan ekspresi malas.
"Memangnya tidak dengar tadi aku ngomong apa" kak Rendy kembali bertanya padaku.
__ADS_1
Aku hanya menggeleng dan menatap kosong buku yang saat Ini masih ku genggam.
Kemudian kak Rendi mentertawakan aku lagi.
Lihat ini katanya sambil memegang kepalaku dan mengarahkan nya pada buku yang saat ini sedang ku baca.
"Lihat lah ini, sejak kapan kau bisa membaca buku dengan kondisi terbalik?" tanya nya dengan menahan senyum padaku.
Aku yang sadar seketika saja langsung membenarkan posisi buku ku dan kemudian aku murung lagi.
"Maaf kan aku kak Rendi, aku sedang pusing sekali" kataku cuek.
"Apa kamu sakit? ayo ke UKS mungkin kamu kelelahan dan butuh istirahat" katanya dengan wajah khawatir padaku..
"Ah tidak kak rend, aku baik-baik saja" kataku sambil memegang kepalaku yang saat ini sudah berdenyut.
"Bisa kah kakak mengantar kan aku pulang ke apartemen" ucap ku pada kak Rendy.
Ia pun langsung mengangguk dan membawaku dengan cara menggendong ku. Awalnya aku menolak nya tetapi ia tidak mendengarkan aku. Jadi aku hanya bisa mendengus kesal saja dan menurutinya.
kemudian kak Rendy singgah di depan minimarket dan kemudian meninggalkan diriku di dalam mobil.
Aku hanya diam saja tanpa berniat mengikuti nya kedalam minimarket.
Hingga 10 menit kemudian kak Rendy keluar dari minimarket dan membawa beberapa plastik dan meletakkanya di jok belakang.
Kemudian kak rendy kembali membawaku untung segera pulang ke apartemen.
Kemudian saat sampai di apartemen aku dan kak Rendi duduk di ruang tamu dan berbincang sambil sesekali aku menahan sakit kepalaku.
Kak Rendy duduk disamping ku kemudian ia memijat kepalaku dan dia mengoleskan minyak kayu putih di leherku. Sontak membuatku melirik padanya. Aku merinding merasakan sentuhan lembut jemarinya.
Kemudian dia tatapan ku dan tatapannya bertemu. Aku jadi malu dan memalingkan wajahku. Namun belum sempat aku memalingkan wajahku. Dia langsung mencium bibirku dengan lembut.
__ADS_1
"CUP........." lama sekali dia mengecupnya. Sedangkan aku tidak membalas ciuman nya aku hanya diam dan tidak memberikan penolakan.
Rasanya tubuh ini begitu lemas, dan tak ingin sama sekali bergerak dari posisi yang sudah nyaman seperti sekarang ini.
Kak Rendy melepaskan pangutannya lada bibirku dan kemudian ia tersenyum sedangkan aku hanya diam tanpa membalas senyuman nya.
Kemudian ia beranjak ke dapur dan membawa belanja yang dibelinya di minimarket tadi, aku pun membiarkannya melakukan apapun sesuka hatinya di apartemenku.
Tak lama kemudian kak rendy muncul dari arah dapur dengan membawakan ku bubur dan juga susu.
Aku terperangah melihatnya begitu tampan dengan celemek kesukaanku, yaitu bergambar hello kitty.
Dia tersenyum sangat manis sekali, membuat hati ini tenang ketika melihatnya.
"Ayo makan dulu dir, biar kamu cepat pulih" ucap kak Rendy sambil menyuapi ku makan.
Aku menerima suapan dari kak Rendy dengan begitu lahap, rasanya aku begitu bahagia diperhatikan seperti ini.
Aku jadi ingat Andy lagi, jika sikap kak Rendy semanis ini.
Kemudian setelah selesai makan, kak Rendy menemaniku hingga aku tertidur.
Entah karena hal apa yang merasuki kak Rendy hingga ia memutuskan untuk menemaniku tidur. Sepertinya ia tidak tega meninggalkan diriku sendirian, disaat kondisi sedang lemah seperti sekarang ini.
Setelah aku benar benar terlelap dalam tidur ku, kak Rendy mulai keluar dari kamar dan memakan cemilan sambil memainkan handphone nya.
Namun ternyata walpaper yang ada di layar handphone Rendy adalah Wajah cantik dan polos Dira saat di Sekolah Menengah Atas (SMA) dahulu.
Hingga waktu menunjukkan pukul 02:00, Rendy kembali melihat Dira ke kamarnya, dan panas badan dira sudah menurun hingga Rendy akhirnya memutuskan untuk pulang.
Sebelum pulang, Rendy terlebih dahulu mengecup kening wanita cantik yang ia kagumi selama ini.
"Cepat sembuh sayang, jangan sakit sakit lagi ya" ucap Rendy dengan begitu pelan agar gak menganggu tidur Dira.
__ADS_1
Kemudian Rendy keluar dari apartemen dira dan pulang menju kediamannya.
"Semoga aku bisa memiliki mu seutuhnya Dira" ucap Rendy sambil mengendarai mobilnya.