
Setelah berbincang dengan Rere dan Rendy, Dira dan Andy memutuskan untuk segera pulang. Karena hari sudah mulai gelap.
"Bunda, Tania itu yumahnya dimana?" tanya Radit pada Bundanya.
"Kamu kepo ya" ucap Dira sambil mencubit gemas hidung Radit.
"Bunda, Tania itu cantik" ucap Radit lagi.
"Eh. Tau dari mana kamu" ujar Dira penasaran karena sang anak sudah bisa menilai cantik tidaknya orang lain.
"Dari Ayah" ucap Radit.
"Mas, kamu gimana sih. Jangan ajarin Radit yang aneh-aneh ah" ujar Dira kesal pada suaminya.
"Itu tidak aneh sayang, Tania kan memang cantik, ya kan Radit?" tanya Andy pada putranya.
"Iya mah, tania emang cantik" ujar Radit dengan polosnya.
Sedangkan Andy tertawa melihat ekspresi kesal sang istri.
"Kita langsung pulang apa beli makanan dulu?" tanya Andy.
"Langsung pulang saja mas, kita kan sudah makan tadi." ucap Dira kemudian.
Andy kemudian mengangguk tanda setuju, sedangkan Radit sibuk dengan mobil-mobilan pemberian Rere.
Mereka pun sampai di depan rumah, Dira membawa Radit masuk ke kamarnya.
Kemudian ia keluar dan masuk ke dalam kamarnya sendiri, dan ternyata Andy sudah menunggunya di tepi ranjang.
"Belum tidur kamu mas?" tanya Dira pada suaminya.
"Belum, Aku kan nungguin istriku yang cantik ini" ucap Andy sambil memeluk istrinya.
Dira hanya terkekeh geli dengan sikap manja ayah satu anak ini.
"Jangan manja terus ah, kamu gak malu apa sama anak" ujar Dira.
"Ya Ga papa dong sayang, eh buat adik untuk Radit yuk" ajak Andy sambil mencium kening sang istri.
"Kamu ini mas, kalau minta bilang aja gak usah bilang buat adik untuk Radit segala" ujar Dira.
Kemudian keduanya saling menatap, Andy semakin mengeratkan pelukannya pada tubuh dira, kemudian bibir keduanya mendekat dan hampir saja menyatu.
"Bunda.!" teriak Radit sambil mengetuk pintu kamar Ayah dan Bunda nya.
"Kamu belum tidurin Radit sayang?" tanya Andy dengan sedikit kesal.
"Tadi dia sudah tidur sayang" ujar Dira.
"Tu buktinya dia masih bangun"
__ADS_1
"Ya terus salah aku gitu" ucap Dira kesal pada sang suami.
"Heheh... enggak sayang" ujar Andy melembutkan ucapannya.
"Ayah, Bunda!" teriak radit sambil menangis karena tak di bukakan pintu.
Dira langsung berlarian dan segera membuka pintu, ia merasa tak tega membuat anaknya menunggu dan sampai menangis.
"Iya sayang, kenapa Radit nangis hah" tanya Dira pada anaknya
"Yadit mimpi buyuk Bun" ujar Radit yang langsung memeluk Bundanya.
"Ya Ampun kasian anaknya Bunda" ujar Dira sambil e mengelus punggung belakang sang anak.
Untuk menghilangkan rasa takut Radit, Dira dan Andy pun mengajak sang anak bermain di dalam kamar mereka.
"Gimana kalau kita main balap-balapan aja sayang, mana mobil-mobilan kamu" tanya Andy pada sang anak.
"Ini ada yah, ayo main balap-balapan" ajak Radit pada sang ayah.
"Tunggu dulu, ada syaratnya dong" ujar Andy sambil mencemeeh anaknya.
"Apa yah?" tanya Radit penasaran.
Dira menggelengkan kepalanya melihat tingkah konyol suaminya tersebut.
"Kalau ayah menang, Radit harus kembali ke kamar Radit ya. Biarkan Bunda tidur sama Ayah" ucap Andy pada sang anak.
"Kamu yang tidur sama Bunda" ucap Andy tersenyum, karena ia merasa dirinya lah yang akan menang.
Radit hanya menganggukkan kepalanya, kemudian mobil balap sudah dipersiapkan oleh keduanya, mereka mulai memainkan remot yang ada ditangan mereka masing masing.
"Bum...bum..." ucehan Radit sambil terus memainkan Remot nya.
Mobil Andy masih memimpin di depan, saat ingin mendekati Finish tiba tiba Mobil-mobilan Andy tiba tiba terhenti begitu saja, sehingga mobil-mobilan Radit memacu dan Finis terlebih dahulu.
Andy mengetuk remote yang digenggam nya, dan ia baru menyadari jika remote tersebut kehabisan baterai.
"Yey... Yadit menang" teriak Radit sambil melompat-lompat dan seketika memeluk sang Bunda.
Dira hanya tertawa saja melihat wajah kesal sang suami.
"Ah, Radit curang. Masa ayah dikasih remot yang batrenya abis" ucap Andy sambil menjelaskan wajahnya
"Itu namanya pintel yah" uajr Radit sambil menjulurkan lidah nya sambil terus memeluk sang bunda.
"Bunda, Ayo bobo di kamar yadit" ajak Radit yang langsung diangguki oleh Dira.
Andy seketika mengkode sang istri agar tidak ikut dengan anaknya, tetapi Dira enggan mengikuti apa mau suaminya.
Karena ia tak bisa menakhlukan sang bunda maka anaknya yang saat ini menjadi sasaran Andy.
__ADS_1
"Emangnya Radit tega ninggalin Ayah tidur sendiri" ujar Andy sambil memelas.
"Ehm... Tidak tega sih Yah" ucap Radit.
"Nah, bagaimana kalau kita tidur bertiga" seru Andy.
"Nanti, Bunda disebelah Kiri Ayah di tengah dan Radit disebelah kanan" ucap andy lagi.
Radit tampak berpikir sejenak, kemudian mereka berbaring.
"Yadit mau dekat sama Bunda yah" uajr Radit
"Tidak bisa, Biar ayah saja yang dekat Bunda" ucap Andy santai.
"Sudah sudah. Biar Adil Bunda di tengah aja" ucap Dira mulai kesal dengan drama Ayah dan Anak ini.
Keduanya tak ada yang mau mengalah, keduanya memeluk Dira sehingga membuat Dira merasa sesak.
"Bunda bisa mati kalau kalian seperti ini" ucap Dira menjauhkan tubuhnya dari sang anak dan suaminya.
Dira turun dari ranjang dan memilih tidur seorang diri.
"Bunda!" panggil Radit.
"Sayang" panggil Andy.
Mereka berseru secara bersamaan.
"Gara-gara Radit nih, Bunda jadi pergi" ucap Andy.
"Enak aja, Gala-gala Ayah, bunda jadi pelgi" ucap Radit. Kemduain keduanya memilih kembali tidur karena hari sudah semakin larut.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
Holla guys, jangan lupa untuk like, vote dan komentarnya. serta rate bintang 5 nya ya. Terima kasih :))