BUCIN MAKSIMAL

BUCIN MAKSIMAL
BMS2


__ADS_3

Seusai Pulang sekolah Radit dan Tania berjalan bersama dan rencana nya siang ini keduanya akan pergi ke taman.


"Kak,Makan bakso yuk" ajak Tania pada Radit.


"Boleh deh, ayo" Radit langsung menggandeng tangan Tania.


"Kak Radit" Panggil seorang wanita yang tak lain adalah Mita.


Mita berjalan menuju tempa dimana Radit dan Tania berdiri.


"Mau kemana? langsung pulang?" tanya Mita pada keduanya.


"Oh, Aku dan Tania akan pergi makan bakso. Kamu mau ikut?" ajak Radit pada Mita


"Boleh deh" ucap Mita tersenyum dan berjalan bersama Tania dan Radit.


Tania yang tadinya senang, tiba-tiba saja dibuat tidak mood akan kedekatan Mita dan Radit.


"Tadi gimana belajar nya?" tanya Radi mengajak Mita bicara


"Lumayan susah kak, Matematika tau sendiri lah" ucap Mita menggerutu sedikit kesal.


"Jangan menyerah, Sukalah pada pelajaran nya maka nanti kamu juga akan gampang dalam menerima ilmunya" jelas Radit.


"Wkwkwk Kakak serius banget sih ya" ucap Mita sembari mencubit lengan Radit.


"Abisnya kamu sih gemesin" ucap Radit.


"Tapi beneran deh, aku salut sama kakak. Kakak bisa sangat menyukai matematika padahal pelajaran itu amatlah dibenci oleh banyak siswa kak" ucap Mita menjelaskan.

__ADS_1


Setelah beberapa lama berjalan mereka pun sampai di Tempat makan Bakso.


"Mang, 3 ya. Sama Teh Es" ucap Radit.


Dan diangguki oleh penjual bakso tersebut.


"Masa karena itu aja kamu salut sama kakak sih" ucap Radit melanjutkan obrolan yang sempat tertunda karena Radit memesan bakso.


"Ya jelas lah kak, kakak kan paling pinter matematika disekolahan kita" ucap Mita semangat.


"Wo...Iya dong" ujar Radit merasa bangga.


"Ehem... Ehem..." ujar Tania terbatuk, dan hatinya merasa sangat sesak melihat kedekatan Mita dan Radit.


"Nyesek banget hati gue" ujar Tania dalam hatinya.


"Gue berasa Batu disini, di diemin. Kalian asik ngobrol gue di kacangin" ucap Tania yang sudah tak bisa membendung kekesalan dalam hatinya.


"Eh, Maaf Tania. Saking asiknya kamu gak diajak" ujar Mita berusaha membuat suasana kembali normal, sedangkan Radit tetap dalam ke diamannya.


"Iyaa udah lanjut aja, Gak penting banget sih"ujar Tania kesal.


"Kamu kenapasih Dek" ucap Radit memandang Tania, ia merasa tak enak sudah mengabaikan Tania sedari tadi.


Akhirnya percakapan terhenti karena bakso pesanan mereka sudah datang.


Seusai makan bakso Tania memilih pergi dan tidak bergabung dengan keduanya.


"Kak Radit, Mita gue duluan ya" ujar Tania.

__ADS_1


"Eh mau kemana?" tanya Radit dan Mita bersamaan dan hal itu membuat Tania memandang keduanya secara bergantian.


"Gue tiba-tiba disuruh pulang cepat sama mama" ujar Tania kemudian mengundurkan diri dari sana.


"Kak, Sepertinya Tania marah sama Kita" ucap Mita dengan nada sedikit khawatir.


"Bukan mungkin lagi, dia udah pasti marah itu" ucap Radit


"Yaudah deh Mita, Kita pisah disini aja deh ya. Kakak mau nyamperin Tania kerumahnya" ujar Radit.


"Baik kak, Mita juga mau pulang" ucap Mita lagi.


"Sorry ya Mita, Kakak gak bisa nganterin kamu" ucap Radit.


"Iya gak apa-apa kak" ucap Mita.


Radit langsung bergegas pergi dari sana dan menuju kerumah Tania, ia memikirkan bagaimana caranya akan membujuk sahabat kecilnya tersebut.


.


.


.


.


.


Holla Guyss, Nantikan kelanjutan nya ya!!

__ADS_1


__ADS_2