BUCIN MAKSIMAL

BUCIN MAKSIMAL
BAB 35


__ADS_3

Aku sudah cukup lama berpacaran dengan kak Rendy, tapi mengapa hingga saat ini aku masih belum bisa menerima nya seutuh nya. Hati ku masih terkait dengan Andy, Andy yang hingga sudah 6 bulan terakhir tak ku dengar lagi kabar nya. Ia menghilang tanpa sebab. jujur hingga kini pun aku begitu merindukan Andy.


Rendy hari ini sangat sibuk dengan pekerjaan nya, sehingga ia tidak bisa menemui ku di apartmen. Seharian ini aku hanya bermain dengan handphone ku dan sesekali menonton televisi. Aku sangat merasa suntuk sekali karena aktivitas yang ku lakukan sangat membosankan sekali.


Aku bergegas ke kamar mandi dan segera membersihkan diri ku, kemudian aku memakai dress sampai dibawah lutut, lalu menggerai rambutku dan segera memproses wajahku dengan make up yang sangat natural.


Aku pikir, jika kak Rendy tidak bisa menemui Ki di apartemen ku mangapa tidak aku saja yang menghampiri nya ke kantor.


Aku pergi membeli beberapa cemilan, sebelum sampai di kantor kak Rendy, dan aku membeli begitu banyak cemilan, aku tidak tau apa yang ada dipikiran orang lain, melihat ku membeli makanan sebanyak itu.


Aku tiba di depan kantor kak Rendy, sejujur nya aku ingin sekali mengurung kan niat ku untuk mengunjungi kak Rendy di kantor. Karena saat aku berada di depan kantor nya ternyata karyawan nya sungguh banyak dan itu sungguh membuat ku jadi tidak percaya diri.


Tapi ketika aku berbalik, aku merasa posisi ku sudah terlanjur di lingkungan kantor. *A**ku jadi linglung begini*.


Aku masuk ke dalam kantor kak Rendy, kemudian menghampiri resepsionis.

__ADS_1


Kemudian aku bertanya dimana ruangan Kak Rendy.


"Maaf mbak, apa pak Rendy nya ada" tanya ku pada resepsionis dengan nada yang ramah.


Sang resepsionis melirik ku dari atas sampai bawah hingga membuat ku begitu risih.


"Ada mbak, apa sudah ada janji?" kata Resepsionis itu dengan nada yang begitu datar.


"Belum mbak" kataku dengan jujur.


Namun saat aku menghela nafas panjang dan ingin berbalik kembali ke apartemen tak sengaja aku melihat Rendy keluar dari ruangan nya dan dengan refleks aku memanggil nya.


"Kak Rendy, " kataku setengah berteriak padanya, dan untung nya dia mendengar ku dan langsung segera menghampiri ku.


"Eh sayang, kau kesini, tumben sekali" kata kak Rendy menatapku dan mengacak rambut ku.

__ADS_1


"Tak apa kak, aku hanya bosan saja di apartemen sendirian, jadi nya aku kesini deh" kataku manja pada kak Rendy.


"Yaudah sayang, yuk kita keruangan ku" kata kak Rendy membawa ku keruangan pribadi nya.


Ia menggandeng ku, dan itu membuat ku sangat malu dan seketika wajahku memerah melihat perlakuan nya. Bukan karena apa apa, tetapi semua karyawan melihat ku dan sungguh itu membuat ku malu.


Sesampai nya di ruangan kak Rendy, aku terpana melihat ruangan yang begitu luas dan banyak sekali lukisan yang begitu indah disana.


"Silahkan masuk sayang, jangan bengong gitu" kata kak Rendy sambil mengecup kening ku.


"Ruangan mu besar sekali kak, mewah lagi" kataku masih terpana melihat ruangan kak Rendy.


"Kau ini terlalu berlebih sayang" kata kak Rendy sambil. Memeluk ku dari belakang.


Kami pun duduk di sofa kemudian kami menyantap makanan yang sudah aku beli ketika diperjalanan menuju kantor kak Rendy.

__ADS_1


"Maaf kan aku kak rend, karena hatiku belum seutuhnya milik mu" kata ku bergumam dalam hati.


__ADS_2