BUCIN MAKSIMAL

BUCIN MAKSIMAL
BAB 19


__ADS_3

"----------"


POV RENDY.


Sudah lama aku menantikan ini dir, sejak Sekolah menengah pertama (SMP) aku sudah kagum padamu. gadis yang cerewet dan selalu tampil apa adanya membuatku begitu kagum padamu, namun kita harus berpisah karena orang tuaku yang mendesak ku untuk ikut mereka pindah ke Surabaya, dan menyebabkan aku tidak tau lagi keadaan dirimu.


Hatiku tak tenang sejak awal aku pindah dan menetap dikota lain, hampir setiap hari aku dibayangi oleh wajah mu, keceriaanmu, sikap manjamu, semuanya ku rindukan dari mu.


Bahkan, aku sama sekali tak berteman dengan wanita lain dir, sebab ketraumaan diriku karena harus berpisah darimu.


Aku selalu berharapnkita bisa bertemu kembali di kemudian hari, meski saat itu aku berpikir bahwa semua itu mustahil akan terjadi, mengingat bagaimana ayah dan ibu memilih menetap di kota yang berbeda dari kota tempat mu tinggal.


Mungkin bagi dira, Sangat lah mudah melupakan diriku yang hanya dianggap teman oleh nya, tetapi tidak dengan diriku, meski aku dan dira hanya lah seorang teman. tapi aku menganggap Dira lebih dari sekedar teman.


Dulu, aku selalu bertekad untuk menjaga dira melebihi nyawaku sendiri, aku tak ingin dira terluka sedikitpun.


Berpisah dengan Dira, merupakan hal terberat yang pernah aku alami saat itu.


Namun setelah 4 tahun lamanya, aku menetap di Surabaya, akhirnya aku bisa kembali ke Jakarta dan aku begitu berharap bisa bertemu dengan mu lagi.


Aku bahkan tidak menyia-nyiakan waktu lagi, aku langsung datang kerumah dira dan begitu rindu padamu, aku berharap dira tidak akan melupakan ku.


Namun saat aku sudah berada dirumah dira, aku begitu kaget, karena ternyata rumah itu kosong dan aku bertanya pada tetangga. mereka mengatakan bahwa pemilik rumah tersebut sudah pindah keluar negeri.


Aku terkejut mendengar itu, bagaimana mungkin aku tak bisa bertemu lagi dengan mu, wanita cerewet yang selalu saja berani memarahi orang lain tanpa ada rasa takut sedikitpun.


oh tuhan, mengapa kau tega memisahkan aku dengan nya lagi, setelah aku dan dia terpisah karena orang tua ku yang pindah karena urusan pekerjaan, mengapa aku dan dia harus terpisah lagi sekarang.


Begitulah hatiku bertanya kepada sang pencipta, aku merasa ini tidak adil bagiku, mengapa Tuhan mengujiku seperti ini, apa aku tidak berhak bahagia.

__ADS_1


Sungguh aku merasa begitu kesal karena setelah kembali ke kota ini, aku juga tak kunjung bertemu dengan dira.


Aku membangun botol kaleng yang ada di genggaman ku, aku lagi lagi menyesali perpisahan yang pernah terjadi diantara kami dahulu.


Aku kembali kerumah ku dengan santai, dan melihat ayah dan ibu ku sudah menunggu ku di meja makan.


kemudian aku duduk diantara mereka.


"Kamu sudah pulang nak" kata ibu bertanya padaku.


"Sudah bu" kata ku datar dan enggan menjawab pertanyaan dari ibu.


"Ada apa dengan wajahku, kamu terlihat tidak bersemangat" kata ayah ku sembari menatapku dengan heran.


"Aku merindukan sahabatku, tetapi dia sudah pindah keluar negri ,yah, Bu" kataku dengan wajah yang begitu lesu dan begitu malas sekali meladeni perbincangan yang tak menarik bagiku.


"Tapi yah..." kataku menatap ayah ku dengan wajah memelas karena sesungguhnya aku sudah tak berniat melanjutkan pendidikan ku ke jenjang universitas.


"Sudah tidak ada tapi-tapi an, pokonya mulai besok kamu kuliah disana" kata ayahku memotong pembicaraan ku dan tak ingin ucapan nya dibantah oleh ku.


Namun mau tidak mau aku tetap pergi ke kampus, namun aku begitu jenuh sampai di kampus karena aku tau ini semua pasti begitu membosankan bagiku.


meski menggerutu dalam hati, aku tetap melaksanakan perintah ayahku, aku tetap pergi ke kampus yang sudah di daftarkan oleh ayahku.


Namun ternyata semua tidak sesuai dengan ekspektasi ku. Aku menatap seorang perempuan yang sudah begitu lama sangat ingin aku temui, bahkan aku begitu merindukan nya.


Ternyata wanita itu masih di sini, aku pikir dia sudah tidak disini lagi, bahkan aku berpikir bahwa aku tidak akan bertemu dengan nya lagi.


Muka yang awalnya lesuh itu berubah menjadi ceria, karena akhirnya aku menemukan wanita mungil nan manja itu disini, ditempat ini ditempat baruku menuntut ilmu.

__ADS_1


namun saat itu aku melihat Dira sedang marah kepada perempuan itu dan Dira begitu kejam memarahi gadis itu, aku hanya diam saja dari kejauhan ku dengar semua yang Dira katakan pada wanita itu.


Melihat dari kemarahan dan mendengar tutur katanya tersebut, aku mengerti bahwa ternyata Dira sudah punya kekasih, kataku bergumam dalam hatiku dan sedikit merasakan sesak.


Namun aku tetap tidak ingin kehilangan dirra lagi, dengan berbagai cara aku lakukan agar Dira bisa kembali berteman dengan ku.


Aku harus bisa mendapatkan dira, perempuan yang selama ini aku rindukan, aku nantikan dan aku inginkan.


Selama ini aku selalu menjaga hatiku hanya untuk dira, jadi bagaimanapun caranya aku harus mendapatkan dira.


Hari itu aku melihat Dira tergesa-gesa entah ingin kemana, aku pun mengambil kesempatan itu dan dengan sengaja menabrak kan diriku pada Dira, sehingga membuat wanita itu kesal dan kembali memojokkan ku.


Namun yang bahagianya adalah, ia masih ingat aku, yang sudah hampir 4 tahun tidak Pernah bertemu dengannya.


Dari situlah aku dan Dira kembali dekat lagi dan aku tidak tau apakah Dira sudah move on dari mantan nya atau belum.


Tapi aku akan berusaha membuatnya melupakan mantan nya dan menjadi milik ku seutuhnya.


Semoga usahaku ini mendapatkan hasil yang maksimal, aku harus berhuznudzon pada Allah, dan berharap bahwa yang ku impikan akan menjadi kenyataan.


Namun aku juga tak lupa bahwa aku juga bisa saja semakin kehilangan dira, sehingga aku mencoba mengantisipasi perasan ku sendiri agar diriku tidak jatuh kedalam jurang terdalam.


" Dira, tunggu lah, Rendy mu akan segera datang menemui mu dan membawamu dalam kedamaian dan kebahagiaan yang abadi" ucapku sambil memandang foto dira yang selama ini ku jadikan walpaper handphone ku.


Wajah dira masih sama seperti masa SMA dahulu, rambut hitam pekat, dan bibirnya yang merah merona dan pipinya yang chubby itu selalu saja membuat diriku tak mampu menahan rasa gemas ini.


Bahkan dari kejauhan saja aku sudah tak bisa menahannya, apa lagi nanti jika aku sudah selalu berada disamping nya, pasti aku tidak akan bisa menahan diriku lagi.


" Dira I'M comming" ucap rendy sambil tersenyum.

__ADS_1


__ADS_2