BUCIN MAKSIMAL

BUCIN MAKSIMAL
BONUS CHAPTER 5


__ADS_3

Kini usia Radit dan Tania sudah menginjak 17 tahun, mereka bak adik dan kakak yang tak pernah terpisahkan.


Radit selalu melindungi Tania dari siapapun yang berusaha menganggu Tania.


"Tania, nanti mau kemana abis pulang sekolah?" tanya Radit


"Aku mau ke toko buku kak, mau ikut?" tanya Tania pada Radit


"Rencana nya kakak mau ikut, tapi sepertinya bunda menyuruh kakak untuk pulang cepat" ucap Radit dengan sedikit memelas karena ia tak bisa ikut dengan Tania.


"Memang nya kenapa Tante minta kakak pulang cepat, apa ada acara?" tanya Tania.


"Kamu kayak gak tau Bunda aja" ucap Radit sambil menaikkan bahunya.


"Ya sudah masih ada lain waktu kok kak" ucap Tania.


"Tapi kakak kan pengen jalan sama kamu, udah lama enggak nih" ucap Radit sambil mengerucutkan bibirnya.


"Ihh wajahnya jangan di tekuk gitu, jadi jelek tauk" ucap Tania sambil mencubit pelan lengan Radit.


"Aw, Sakit Tania" keluh Radit.


"Gitu aja sakit, lebay banget sih kak" ucap Tania sambil mengejek Radit.

__ADS_1


Sikap Tania tersebut membuat Radit merasa gemas pada Tania.


Radit melihat Tania dengan keunikan gadis tersebut, dalam hatinya ia begitu mengagumi Tania sejak ia pertama kali bertemu dengan Tania.


"Kak, kok bengong?" tanya Tania.


"Engga kok Tania" ucap Radit yang gugup.


"Ih kak Radit apaan sih gajelas banget deh" ucap Tania kesal.


"Jangan kesal kesal, nanti cantiknya nambah" ucap Radit sambil mengelus puncak kepala Tania.


"Berarti bagi kakak Tania cantik?" tanya Tania dengan wajah meledek dan jahil


"Ih, kakak curang banget" ucap Tania sambil manyun.


Hari-hari keduanya memang di penuhi dengan candaan yang terkadang membuat keduanya merasa semakin dekat, namun kedekatan yang dirasakan keduanya bukanlah kedekatan seperti sahabat pada umumnya.


Sering kali Radit memperhatikan Tania, yang menjadi pujaan hatinya sejak kecil.


Begitu pula Tania, gadis itu diam-diam juga menyukai Radit, meski ia sama sekali tak pernah memperlihatkan rasa suka nya pada Radit.


Wanita memang mudah sekali menyembunyikan Rasa suka yang dimiliki nya, tetapi tidak dengan rasa cemburunya, begitu Pula dengan Tania.

__ADS_1


Tania kerap kali cemburu ketika ada wanita yang menatap Radit dengan tatapan genit, ingin rasanya ia melenyapkan wanita tersebut, agar hanya Tania yang bisa melihat ketampanan anak dari sahabat kedua orang tuanya.


Setelah selesai berbincang dan bercanda, Radit dan Tania masuk ke kelas dan belajar hingga jam pelajaran terakhir berakhir.


"Tania, kamu jangan jauh-jauh mainnya ya, maaf kakak gak bisa nemenin kamu" ucap Radit dengan kepedulian nya yang sangat besar pada Tania, semua itu terlihat dari cara Radit mengistimewakan Tania.


"Iya kakak, bawel banget deh" ucap Tania sambil memutar bola matanya malas.


"Kamu tuh ya, dibilangin malah ngeyel" ucap Radit sambil mencubit gemas pipi Tania.


"Abisnya kakak tuh ya cerewet banget kayak perempuan" ucap Tania kesal.


"Itu semua karena kakak peduli sama kamu,kakak sayang sama kamu" ucap Radit tanpa sadar.


"Ah, Eh maksud kakak ?" tanya Tania gelagapan. Karena baru kali ini Radit mengatakan pada Tania bahwa ia menyayangi Tania, padahal mereka sudah kenal sejak 13 tahun yang lalu.


"Ah, itu. Maksud kakak, kakak sayang sama kamu kayak kakak yang sayang pada adiknya sendiri" ucap Radit gelagapan karena merasa bahwa dirinya sudah keceplosan.


"Ouh gitu" ucap Tania dengan nada pelan, karena tadinya ia merasa bahagia atas ungkapan Radit, tetapi penjelasan Radit membuat Tania kecewa.


"Ya udah kakak balik duluan ya, kamu harus selalu kabari kakak oke" ucap Radit sambil mengelus kepala Tania, kemudian ia berlalu pergi dari sana


Sedangkan Tania terdiam, sambil melihat Radit pergi menjauh dan hilang dalam pandangannya

__ADS_1


__ADS_2