
Saat aku ingin mengurus surat pindah ku. Kak Rendy justru menghentikan ku karena dia tidak mau aku terlihat lemah di depan Andi. Aku justru harus lebih kuat dibanding Andi.
Awalnya aku tetap kekeh ingin menyusul kedua orang tuaku. Tapi kata kak Rendy, ia akan menjaga ku disini, jadi aku tidak perlu khawatir lagi jika ada bahaya yang mengancamku
Akhirnya aku menuruti kemauan kak Rendy.
Meski aku sedikit sungkan padanya. Karena dia bukan siapa-siapa bagiku, kami hanyalah teman dari masa SMP saat dulu kami tetanggaan.
Kak Rendy adalah teman masa kecilku, karena di lingkungan kami sangat sulit untuk anak-anak keluar rumah karena rawan dengan penculikan, jadi hanya aku dan kak Rendy yang bandel dan selalu berani keluar rumah tanpa memikir kan bahaya yang akan menghampiri kami.
Setelah aku mengobrol dengan kak Rendy di taman, aku segera masuk ke dalam ruangan dan memulai perkuliahan, hingga sampai jam 6 sore.
Aku sangat lelah sekali, dan ingin rasanya aku tergeletak beberapa saat untuk melepaskan penatku.
Saat aku sudah keluar dari ruangan, aku langsung pergi dan sesampainya di parkiran aku melihat kak Rendy stay menungguku.
__ADS_1
Wah kak rend, kok belum pulang ucapku dalam hati. Tetapi aku tidak ingin baper, aku hanya melewati nya saja dan seketika itu juga ia langsung menggenggam tangan ku dan aku menoleh padanya.
"Kenapa sih malah aku ditinggal in, aku nunggu kamu tau" katanya mengernyitkan dahi.
"loh, bukan nya kak rend sudah pulang dari tadi, kenapa menungguku?" kataku penasaran
"Aku kan menunggu adik ku yang mungil ini, mana mungkin aku meninggalkanmu. Katanya nyengir.
Dia langsung mengajak ku masuk kedalam mobil dan ia langsung mengendarai mobil kearah berlawanan arah kerumah ku mau pun kerumah nya.
"Kita makan dulu yuk, kakak sudah lapar. jadi ayolah kita makan dulu" kata kak Rendy.
Aku dan kak Rendy menghabiskan waktu bersama, dan sampai aku melupakan hubunganku dengan Andi.
Bahkan sudah beberapa hari ini,aku sama sekali tidak melihat adanya andi di kampus, sehingga aku mencarinya walaupun dia sudah mengkhianati aku.
__ADS_1
Aku hanya berharap Allah membalaskan sakit hati yang sudah aku rasakan akhir-akhir ini, akibat dari perbuatannya.
Tetapi entah mengapa aku merasa bingung dengan Andi dan wanita itu, kemana mereka sebenarnya, kenapa Andi dan wanita itu bisa tidak hadir dan waktu yang sama.
Aku mencari tahu mengapa mereka tidak hadir namun ternyata memang benar jika mereka sama sama tidak hadir dalam waktu dua hari ini.
Hatiku semakin kacau dan memikirkan omongan dari kak Rendy. Ingin rasanya aku menangis sekuat tenagaku.
Aku kembali ke apartemen ku dan saat aku hendak masuk, kak Rendy lebih dulu masuk ke apartemen dan membuatku mendengus sebal padanya.
Setelah selesai melanjutkan candaan kami, hari ini terasa begitu panjang sekali. Entah karena aku yang selalu memikirkan Andi hingga waktu tak kunjung2 selesai.
Akhirnya aku kembali ke kamar dan menutup segala yang terbuka, karena kak Rendy baru saja menekan gas pada mobilnya dan dalam sekejap lenyap sudah mobil dan pemiliknya.
aku menggeleng heran dan merasa konyol jika selalu teringat kak Rendy. menyebalkan memang.
__ADS_1