
Aku masih membisu dan menatap kak Rendy, aku tak habis pikir mengapa bisa ia mengatakan itu padahal ia tau aku sedang terluka.
"Baiklah, aku tak kan memaksa mu, aku tau kau masih mencintai Andi. Tapi bisa kah kau membuka hati untuk ku, aku berjanji aku tidak akan pernah mengecewakan mu seperti yang Andi lakukan" kata kak Rendy menatapku dengan penuh kekecewaan.
"Maaf kan aku kak, tapi aku masih sangat mencintai Andi, rasanya begitu sulit bagiku membuka hati untuk yang lain" kataku menatapnya.
"Namun, ini masih menjadi pertanyaan bagi ku kak, bagaimana bisa kau menyukai ku, kita sudah berteman lama kak" kataku menatapnya.
"Dan selama itu pula aku mencintaimu dalam diam dir" kata kak Rendy dengan tegas.
"Benarkah? selama itu? kenapa aku tidak menyadarinya" aku terkejut dengan pernyataannya saat ini.
"Aku selalu memperhatikan mu selama ini, hanya saja aku tak berani mengungkapkan nya, aku selalu berlagak songong di depan mu, karena bagiku itu sudah cukup asal aku selalu bisa melihat wajahmu, tapi hari ini aku sudah tidak bisa menahan nya lagi, apalagi saat aku tau Andi menyakiti mu lagi" kata kak Rendy sambil menggenggam kedua tangan ku.
Aku tak menyangka selama ini kak Rendy selalu saja usil padaku, seolah ia senang membuat ku kesal dan marah. Tapi ternyata selama ini ia sudah menyukai ku? bagaimana bisa? ah sudahlah. Aku tidak ingin terllau memikirkan nya.
"sekarang tenangkan hatimu, dan jangan bersedih lagi untuk nya, kakak mencintai mu" katanya mengecup keningku dengan lembut.
Suhu badan ku mulai panas dan tubuhku sedikit pusing, aku mengantar kak Rendy sampai di depan Apartemen nya,namun saat ia beranjak pergi tiba-tiba saja aku merasakan pusing dan aku pingsan.
Kak Rendy panik dan menghampiri ku. Dia menggendong ku dan membawaku masuk ke dalam kamar, direbahkan aku di ranjang. Kemudian ia pergi membeli Paracetamol dan membuatkan susu untuk ku.
Satu jam sudah, akhirnya demam ku turun dan saat aku bangun, yang pertama ku lihat adalah kak Rendy. Ia tersenyum dan mengelus pipiku. Aku bisa melihat bahwa ia sangat khawatir padaku.
"Bagaimana keadaanmu, apa sudah membaik?" tanya kak Rendy
"Iya sudah kak, sudah mendingan" ucap ku.
Dia menyuapi ku makan, dan setelah itu ia membawa kan susu untuk ku, aku tersenyum padanya, kemudian aku mencium pipinya.
"Kau baik sekali, terimakasih kak" kataku,sambil memeluknya. Entah mengapa hati menghangat ketika ia berada di samping ku.
"Apa kakak sudah makan?" aku bertanya pada nya.
__ADS_1
"Kakak sudah makan, jangan khawatir ya" katanya mengacak rambutku.
" Sungguh?" kataku memastikan.
"Hey, kau tidak percaya? sejak kapan aku berbohong" katanya merajuk.
"Kau semakin tampan jika merajuk begini kak" kata tersenyum jahil.
Wajah kak Rendy langsung memerah, sudah seperti kepiting rebus saja pikirku.
" Jangan berani menggodaku ku ya" ucap kak Rendy sambil sok marah.
"Tapi kau senang kan" kataku lagi dab itu membuat aku dan kak Rendy tertawa.
" Bagaimana tidak senang, kalau di goda nya sama wanita cantik seperti ini" ucap kak Rendy dengan jujur.
" Tentu saja aku cantik, aku kan perempuan" ucap ku pada kak Rendy.
" kau ini bisa saja kak, jangan membuat ku terbang tinggi, lalu kau hempaskan begitu saja" ucap ku pada kak Rendy.
" Tidak, bagaimana bisa Aku melakukan itu, aku menyangimu kau tak usah khawatir aku tidak akan mengecewakan dirimu seperti yang sudah sudah, kau percaya aku kan" tanya kak rendy lagi.
" Hei, kenapa kakak jadi seserius Ini, aku hanya bercanda saja" ucap ku cengengesan.
" Tetapi aku Serius dir, aku tak pernah bercanda" ucap kak Rendy yang menatap ku lekat.
" Em.. Maaf kak. Aku tak bermaksud.." sebelum aku selesai berbicara kak rendy membungkam mulut ku dengan ciuman kilasnya.
Dan bodohnya aku sama sekali tak menolak perlakuan kak Rendy padaku, tetapi aku justru menikmati ciuman itu.
Kak rendy melepaskan ciuman itu lalu memeluk ku dengan begitu erat, seolah ia tak ingin jauh dariku.
" Kakak sangat menyayangimu dir" ucap Rendy sambil terus memberi kan kecupan di keningku.
__ADS_1
Aku yang tidak tau untuk menjawab apa, jadi aku lebih memilih untuk tersenyum pada Rendy dan dia kembali memeluk ku dengan erat.
Setelah beberapa jam di apartemen ku akhirnya ia pamitan pulang lagi padaku, kali ini ia melarang ku untuk mengantarnya. Ia menyuruh ku untuk beristirahat di kamar.
"Kakak pulang dulu, jika terjadi apa-apa jangan lupa hubungi kakak ya" katanya. kemudian ia pergi dari kamar ku.
" Terima kasih ya kak, sudah menemani ku dari tadi" ucapku menghentikan langkah Rendy.
" Jangan katakan itu, aku disini ikhlas membantu dirimu" ucap kak Rendy tersenyum.
Lalu untuk kesekian kalinya ia memberikan kecupan di keningku lalu berlalu pergi dari kamarku dan keluar dari apartemen ku.
Di dalam kamar aku merasa sangat jenuh sekali, tapi dengan kondisi seperti ini mana bisa aku pergi meski sekedar untuk berjalan-jalan.
Aku mendengus kesal dengan keadaan saat ini.
Aku benar-terlihat tidak berdaya saat ini, hanya karena lelaki pecundang yang masih aku sayang, bahkan diri nya sama sekali tak menyayangi ku lagi dengan bodohnya aku tetap saja memepertahan kan rasa yang sudah tumbuh selama 4 tahun ini.
Kesan nya memang bodoh, tetapi bagi orang yang berfikir itu tidak lah sepenuhnya kebodohan, karena dari sana kita bisa membedakan mana yang bena-benar tulus mana yang hanya topeng saja.
Aku mulai kembali pandai berkata kata yang mengatai diriku sendiri, mau bagaimana lagi, memang kondisinya seperti itu sekarang.
Mencoba Merelakan, Mengikhlaskan, Meninggalkan, Melupakan. Semua itu merupakan Hal yang begitu sulit aku rasakan, aku tak kuat melakukannya, bahkan semua terasa lumpuh ketika aku memaksakan diri ku melakukan hal itu.
Apalah daya, wanita nan bodoh ini, wanita yang terus saja bertahan meski di khianati.
Hanya ada satu kata yang membuat ku seperti ini. " CINTA" ia membuatku bodoh, ia membuatku lemah, ia mampu mengendalikan pikiran dab logika ku.
Berulang kali ku coba menggunakan logika ku, berulang kali cinta me jadi sandaran terkuat, dan lagi-lagi ia mampu mengalahkan logika ku.
Aku benar-benar hancur, karena tak bisa keluar dari lingkaran masa lalu cinta ku dengan Andy. Cinta yang berujung kehancuran yang tak terduga sebelumnya.
Y****uk guys mampir ke novel perdana ku "Cinta dibalik persahabatan" Alhamdulillah sudah tamat ya.
__ADS_1