
Hari ini adalah hari libur ku, dari pada aku merasa bosan dirumah , maka aku pun akan pergi bersenang senang bersama Rere dan Riri.
Rencana nya kali ini kami akan pergi ke pantai. Karena sudah lama kami tidak kesana disebabkan oleh jadwal kuliah yang begitu padat.
Aku sudah mempersiapkan bawaanku, dan tidak lama kemudian aku dengar suara bell di luar apartemen ku.
"Ah itu pas Riri dan Rere " ucap ku dan aku langsung bergegas membuka kan pintu dan aku justru tidak menemukan mereka, ternyata yang datang ke apartemen ku bukan Riri dan Rere tetapi adalah Didi kekasih ku.
Aku hanya bengong melihat dirinya yang tanpa memberitahu datang ke apartemen ku. padahal kan aku sudah janjian dengan kedua sahabat ku.
"Eh kamu sayang, ngapain kesini? aku mau pergi nih sama temen-temen" jawab ku dengan begitu santai.
"Ih kamu kok gitu sih, aku kan pengen ikut yang" katanya memelas dan berharap bahwa aku akan mengizinkannya untuk ikut.
"Oh tidak bisa sayang, hari ini yang pergi hanya perempuan-perempuan saja, Maaf ya" ucapku sambil memandang dirinya. Berharap dia mengerti posisiku kali ini
"Ayo lah sayang, jangan seperti ini aku tidak ingin jauh dari mu, boleh ya. Aku janji aku hanya menemani saja, Aku tidak akan menganggu. Boleh ya" ucap Andy dengan ekspresi berkaca kaca.
Aku pun mengambil nafas jengah dan segera mengangguk pelan. Refleks ia pun langsung memeluk ku karena begitu senang karena akhirnya aku mengizinkan dirinya untuk ikut. Aku pun membalas pelukannya.
"Padahal aku sudah berjanji pada Rere dan Riri kalau kali ini kami tidak akan membawa Pasangan, ahhh kenapa dia selalu mengekori ku kemana pun aku pergi" ucap ku dalam hati.
Sungguh kesal dalam hati, karena Quality time aku dan teman-teman ku terganggu karena kehadiran didi.
Bukan tak ingin dirinya ikut, hanya saja aku yakin bahwa sampai disana, aku tidak akan bisa bermain sepuasnya dengan Rere dan Riri, sebab Andy takkan membiarkan nya.
Sungguh menyebalkan memang. Tapi aku bahagia punya pacar yang perhatian seperti andy.
Aku dan andy Keluar dari apartemen dan kemudian Mengendarai mobil dan pergi menuju pantai.
__ADS_1
Aku sudah bisa menebak bagaimana reaksi riri dan rere nantinya.
*____*
Kemudian aku dan Didi pergi menuju pantai dan disusul oleh Riri dan Rere dibelakang. Bisa ku lihat ekspresi mereka sangat kesal melihat kehadiran Andi bersama kami.
Aku hanya diam saja karena memang aku yang salah saat ini,entah mengapa aku tidak pernah bisa menolak Andi dan begini lah yang terjadi sekarang, dia akhirnya mengekori kami.
"Hey, sudahlah sampai kapan kalian akan berdiam diri seperti ini" kataku melihat kedua sahabat ku hanya diam saja meski sekarang kami sudah berada di pantai.
"Iya, kami tidak akan diam lagi sekarang. Semuanya juga sudah terjadi apalagi yang mau disesali, asal kau tidak bermesraan dengan Didi mu itu dan mengabaikan kami berdua disini " kata mereka begitu sewotnya sambil memandang didi dengan tatapan yang membunuh, sedangkan Didi hanya tertawa melihat ekspresi kedua sahabatku.
"Hahahaha dasar jomblo akut, gitu aja harus ngambek, nyebelin banget sih kalian" ucap ku sambil berlarian ditepi pantai sedang kan didi sedang membelikan minum untuk kami bertiga.
Aku, Riri dan Rere sedang menikmati keindahan pantai, sudah lama sekali kami tidak kesini di akibat kan kesibukan kami yang akhir-akhir ini tidak bisa di tolerir.
Kemudian Didi menghampiri kami dan menyuguhkan minuman pada kami. Aku menerimanya dengan tersenyum kemudian didi menarik tangan ku menjauhi Riri dan Rere.
Aku hanya diam saja. Karena sudah biasa dia memperlakukan ku seperti itu. Mau bagaimana lagi dia tetap akan seperti itu. Sungguh menyebalkan sekali*.
"Sayang, aku sangat merindukan mu, kau tau itu?" kata Andi sambil mengelus pipi Dira dengan lembut.
"Iya sayang, aku tau" kataku datar tanpa ekspresi.
"Kau kenapa cuek sekali? apa aku membuat kesalahan" ucap andy dengan tatapan kesal karena aku tak menghiraukan ucapan nya.
"Tidak sayangku, aku hanya sedang sibuk dan sangat capek kemarin, ku harap kau mengerti ya" kataku mengalihkan tubuh ku berhadapan dengannya kemudian aku mengelus wajahnya dan memeluknya semakin dalam.
"Aku mengerti sayang, tapi jangan membuat ku bingung akan sikap mu, aku tidak ingin kau jauh dariku " kata Andy semakin mengeratkan pelukannya.
__ADS_1
Kami pun kembali ketempat dimana Rere dan Riri berada. Mereka sedang antusias bermain dan aku ikut tertawa melihat sahabat kembar ku itu. Mereka memang sangat akrab sekali dan akan membela satu sama lain.
Rasanya aku ingin memiliki saudara, tetapi tidak. Mereka berdua sudah aku anggap seperti saudaraku sendiri.
"Udah siap bucin bucinnya" kata Rere memandang aku dan andy dengan tatapan sinis.
"Elu mah gitu, gak bisa deh liat gue senang, jadi sebel gue" kata ku memandang jengah mereka.
Dan mereka pun mentertawakan aku sedangkan Andi tak sedikit pun melepas genggaman tangannya padaku.
"Udah dong ndi, mesra-mesraan nya gue jadi berasa panas tau gak gerah banget nih" kata Riri mengibaskan tangannya seperti orang yang benar-benar gerah saat ini.
"Yeeee, itu loh nya aja yang Baperan, dasar jomblo akut" kata Andi tertawa puas karena membuat riri kesal.
POV author.
Mereka selalu berdebat tak henti-hentinya, terkadang Andi pun posesif pada Rara dan membuat wanita itu kesal dengan sikap kekanakan yang dilakoni sahabat dan pacar nya itu.
Memiliki Mereka Adalah harta terindah yang tak pernah dibayangkan rara sebelumnya. Rara bersyukur meski mempunyai sahabat yang terus saja memojokkan dirinya tetapi keduanya akan menjadi benteng pertahanan bagi rara, jika rara sedang dalam masalah.
Mereka Memang memanggil dira dengan sebutan Rara. Itu semua mereka lakukan sebab mereka akan terlihat kembar karena nama mereka terlihat sama.
Terkadang itu menjadi kontra bagi Andy bersama si kembar. Sebab Andy tidak terima jika ada orang lain yang memanggil Dira dengan sebutan Rara. Karena bagi Andy, hanya dirinya lah yang pantas memanggil Dira dengan sebutan tersebut.
Dari sana lah muncul Panggilan Didi & Rara.
Bagi mereka itu adalah panggilan romantis keduanya, tetapi tidak bagi mahasiswa yang berada di kampus. Bagi mereka Dira dan Andy terlalu lebay dan budak cinta.
Tetapi semua omongan mahasiswa dikampus hanya dianggap angin lalu oleh keduanya. Begitulah jika sepasang kekasih sedang di mabuk cinta.
__ADS_1
Dira dan Andy memang terus saja mengumbar kemesraan mereka dikampus. Tak peduli kepada para jomblo yang terus menyumpah serapahi mereka.