
Pagi-pagi sekali aku sudah mempersiapkan materi kuliah ku dan segera mandi. Setelah itu aku sarapan seadanya dan bergegas untuk pergi kuliah.
Sampainya di kampus, ternyata ini benar benar masih pagi sekali, dan baru terlihat sedikit mahasiswa yang datang.
Aku jadi terkekeh geli dengan sikap ku yang hari ini mendadak jadi rajin begini, yang padahal biasanya aku selalu datang terlambat sampai harus selalu dihukum oleh dosen.
Saat aku sedang melamun di kursi tempat ku duduk, tiba-tiba saja pundak ku ditepuk oleh seseorang dan dengan refleks aku pun langsung menoleh kepadanya.
"Pagi-pagi udah ngelamun aja, kesambet entar Lo" kata kak Rendi tersenyum pasaku kemudian ia duduk di kursi sampingku.
"Eh kakak, tumben udah datang jam segini, biasanya Lo kan selalu datang paling akhir dan pulang paling cepat" kataku mengejek kak Rendy.
"Udah deh, Lo jangan gitu dong, gue lagi Semangat semangat nya nih, Lo malah gituin gue kak" kata ku kesal pada kak Rendy yang saat ini tengah meremehkan diriku.
"Kau ini mudah sekali kesal, apa tidak bisa wajahmu dikondisikan lebih bahagia sedikit. Kau jadi seperti ikan cucur jika seperti itu" kata kak Rendy sambil membalas tatapan kesal ku.
"Kau yang duluan mulai kak, jangan kan candaanmu melihat mu saja sudah membuat ku kesal" kata ku menyindir kak Rendy.
"Benar begitu?" kata kak Rendy dengan polos.
"Ahh kau ini benar-benar menyebalkan, kau cerna saja sendiri, dasar Baperan deh" kataku berdiri dan meninggal kan nya di taman sendiri.
Aku menyusuri ruang demi ruang untuk memasuki kelas ku. Dan diperjalanan aku melihat Rere dan Riri.
"Hey 2R" kataku memanggil mereka dengan teriakan ku yang begitu melengkung. Hingga membuat keduanya terkejut.
"Eh, elo Ra. Bikin gue kaget aja deh" kata mereka sambil menghampiri ku.
"Wih tumben ni seorang Dira putri Amelia datang sepagi ini, mimpi apa Lo semalam Ra" kata mereka mulai meledekku.
__ADS_1
"Semalam aku disuguhkan mimpi yang begitu indah, sehingga pagi ini gue bisa datang tepat waktu" kataku sambil nyengir dan membuat mereka menatap ku dengan jengah.
Kami pun kemudian bergegas masuk ke kelas dan segera memulai perkuliahan hari ini dan sekitar jam 15:00 perkuliahan selesai.
Rencananya hari ini aku dan 2R akan pergi makan eskrim sesuai dengan perjanjian kami, tapi Didi memanggil ku dan aku lihat 2R langsung mendengus kesal deh melihat kehadiran Didi.
Untuk kesekian kalinya, aku kembali menarik nafas dengan begitu kasar. Lagi lagi aku merasa lelah, begitu lelah dengan perdebatan mereka semua.
Andai saja aku bisa memilih diantara keduanya, mungkin saat ini aku sudah memilih salah satunya, agar diri ini bisa tentram tanpa adanya masalah.
Memang diriku begitu bosan dengan perdebatan dan juga pertengkaran mereka, masalahnya setiap hari aku mendengar perdebatan mereka. oh tuhan aku benar benar merasa sangat jenuh.
"Lo bisa gak sih ndi, gak ngekorin kita sehari aja" kata Rere langsung nyolot pada Andy.
" Yeee elo, siapa juga yang ngekorin elo, gue itu mau selalu dekat sama mu sweety gue" kata Andy yang tak kalah ketus dari rere.
"Jadi kamu lebih memilih teman-teman dari pada aku pacar Mu sendiri, ahh kenapa sekarang kamu begitu tidak peduli padaku" kata Andy memelas. posisi ini yang selalu membuat diriku tertekan, jika saja diri ini bisa dibagi menjadi dua bagian, mungkin aku sudah melakukannya saat ini juga.
"Bukan gitu maksud ku, kan semalam kita sudah menghabiskan waktu bersama, jadi tidak ada salahnya jika hari ini aku bersama teman-teman ku" kata ku menatapnya, serta berharap dia bisa mengerti keadaanku yang sangat rumit kali ini.
"Sudah lah, kalian sungguh menyebalkan" Kemudian dia pergi meninggalkan aku dan 2R dan langsung masuk ke dalam mobilnya lalu bergegas pergi.
Aku memanggil nya tetapi dia sama sekali tidak menghiraukan panggilan ku, ingin rasanya aku menangis saat ini, tapi aku juga tak ingin terlihat lemah di depan kedua sahabat ku.
Hingga aku memutuskan untuk pergi bersama kedua sahabatku.
Aku dan 2R pun melanjutkan perjalanan ke kedai eskrim dan kami memakan eskrim "Ehm, mood booster banget gue" kataku dan memesan satu eskrim lagi dengan porsi jumbo.
Rere dan Riri hanya tertawa saja melihatku
__ADS_1
saat aku sedang menikmati eskrim pesanan kedua ku, Riri dan Rere langsung menyebut namaku dan aku menatap mereka dengan keadaan bingung.
"Dir. dir..." kata Rere dan Riri secara bersamaan.
"Duh, apaan sih kalian berdua, gajelas banget deh" kataku yang kesal karena mereka menganggu diriku yang sedang menikmati es krim kesukaanku.
"Itu... itu lihat di seberang sana" kata Rere dan Riri yang sedari tadi tak memalingkan pandangan nya dari objek tersebut.
Aku menoleh ke arah yang Riri dan Rere sebutkan, namun setelah melihat kearah tersebut betapa terkejutnya aku melihat Didi bersama wanita lain dan mereka berdua seperti seorang kekasih yang bermesraan di hadapan umum.
Aku terdiam beberapa saat melihatnya dan setelah kesadaran ku pulih. Aku berdiri dari duduk ku dan menghampiri mereka.
"Wah wah wah, kalian sungguh romantis" kataku mencibir mereka berdua dengan sadis.
Didi langsung kaget melihat keberadaan ku yang tiba-tiba begitu saja.
Ku lihat wanita ****** itu semakin mempererat pelukannya pada didi. Bahkan dia bergelayut begitu manja pada didi yang semakin membuat ku panas dan ingin langsung menghantam wajahnya.
Sesak rasanya dadaku melihat mereka, kemudian Didi langsung melepaskan pelukan wanita itu dan dia menjelaskan padaku bahwa yang ku lihat tidak sama dengan yang terjadi.
"Sayang, ini tidak seperti yang kamu lihat, ini hanya salah paham saja sayang" kata Didi ingin memberikan penjelasan padaku, namun omongannya sudah lebih dulu ku potong.
"Apa salah paham? jelas-jelas aku melihat mu dengan ****** ini berpelukan, sekarang kau bilang salah paham?kau benar-benar brengsek" ucapku sambil mnggeretakkan gigi ku, Sungguh aku sedang benar-benar menahan emosiku saat ini.
Kemudian dia tetap memegang tangan ku supaya aku tidak pergi. Aku meronta meminta di lepaskan sampai tangan itu terlepas.
"PLAK....." aku menamparnya dengan keras, sampai wajahnya memerah.
"Itu belum sebanding dengan sakit yang aku rasa saat ini" kemudian aku pergi dari sana dan menuju kedai eskrim. Kemudian aku mengajak 2R untuk pergi dari sana.
__ADS_1