BUCIN MAKSIMAL

BUCIN MAKSIMAL
BAB 31


__ADS_3

Dira dengan santai nya duduk di meja kantin, ia masih saja menekuk wajah nya, entah mengapa ia bisa marah pada Rendy, rasa nya ia begitu kesal dan ingin se segera mungkin marah pada Rendy, tetapi lelaki yang di tunggu nya itu sampai detik ini tak kunjung datang.


"Eh elu dir, pagi-pagi udah di tekuk aja itu muka, kenapa sih" kata Rere.


"Gue lagi kesel re" kata Dira yang langsung memeluk sahabat nya itu.


"Kenapa lagi? apa ini masalah Andy lagi" kata Rere bertanya kepada Dira.


Dira langsung menoleh pada Rere, kenapa ia bisa dengan mudah melupakan andy, dan kenapa permasalahan hubungan nya dengan Andy seperti tidak ada titik terang nya, lagi-lagi Dira menarik nafas berat. "Sejujur nya gue masih sayang sama Andy, bahkan gue pengen banget ketemu Andy, tapi sekarang bahkan gue Gatau dia ada dimana re" kata Dira menangis di pelukan Rere.


Rere memeluk sahabat nya yang tengah dilema dengan keadaan. "Sabar ya dir, Percaya lah Allah bersama orang-orang yang sabar" kata Rere menguat kan Dira.


Dira hanya diam dan tidak merespon kata-kata yang Rere lontar kan, ia kembali mengingat Rendy bersama wanita itu berpelukan. Apa benar semua laki-laki sebrengsek itu, dulu saat ia masih berpacaran dengan Andy, ia juga melihat pemandangan yang sama, ia melihat orang yang ia sayang bermesraan dengan wanita lain.

__ADS_1


Ada apa dengan cinta?


kenapa cinta selalu berakhir menyakitkan?


lalu kenapa ada cinta di dunia ini, jika tidak ada faedah nya? kata Dira berbicara sendiri.


Cinta itu ada faedah nya.


yaitu agar kita dapat saling berbagi susah dana senang. Bahagia bila kita melihat nya, rindu ketika kita tidak melihat nya.


Kamu.....


Dira tidak mengerjab, ketika melihat pemandangan yang ada di hadapan nya, ingin rasanya ia memeluk lelaki itu, dan selalu berada di samping nya, namun ia tidak bisa, karena di samping nya ada sosok perempuan yang selama ini menjadi perusak hubungan mereka.

__ADS_1


"Tau apa Lo soal cinta" kata Dira dengan ketus nya dan segera mengalih kan pandangan nya.


Andy tidak menjawab pertanyaan Dira, ia hanya pergi bersama wanita pilihan nya itu di bangku lain tetapi tetap di kantin yang sama dengan Dira.


Dira tak kuasa menahan tangis nya, ia berdiri dan membayar makanan yang ia makan setelah itu ia pergi menuju ruangan. Ia mengabaikan seluruh orang yang jelas-jelas menyapa nya, entah mengapa rasanya diri nya begitu geram saat ini pada lelaki itu.


Bagi Dira semua lelaki itu benar-benar menyebalkan sekali. Laki-laki benar-benar brengsek yang hanya bisa mempermainkan hati perempuan.


Di dalam kelas, Dira hanya diam saja, bahkan ia tidak mendengarkan penjelasan dari dosen, bahkan dosen sudah menegur nya beberapa kali. Hampir saja Dira di keluarkan dari kelas hari ini.


Dira memang sudah tidak foku lagi melaksanakan perkuliahan, karena banyak pemikiran yang menganggu nya.


Dira hanya bisa menangis dan merenungkan nasib yang kini tengah ia jalani.

__ADS_1


Ingin rasanya ia mati saja, dari pada ia hidup hanya untuk menderita menjalani takdir yang jelas-jelas tidak pernah berpihak pada nya.


__ADS_2