
Aku menangis mendengar kan kata kata Andi tadi. Begitu terbayang oleh ku ucapannya itu.
Sampai detik ini ucapan nya itu masih trngiang-ngiang di telingaku, aku sangat tak percaya dengan tega nya Andy mengatakan itu padaku, aku tak kuasa menahan air mataku.
Mata ku sudah sembab, karena air mata yang tak pernah berhenti menetes beberapa hari ini.
ingin rasanya diri ini melompat ke jurang ter dalam, dan melupakan semua kenangan pahit yang terjadi saat ini.
Aku harus bagaimana sekarang, aku harus bersikap seperti apa sekarang, oh tuhan diriku ini sudah tidak tau lagi.
Bahkan semua bebar-benar mendadak, semua sungguh menyakitkan, bagaimana mungkin aku mengalami ini semua, bagaimana mungkin aku akan kuat melewati semua ini sendirian.
Rasanya ingin aku mati saja, aku sudah tidak kuat lagi, aku sudah tak mampu lagi menjalani kehidupan ini tanpa Andy.
Kenapa dia bisa berubah secepat ini, bukan nya dulu ia yang selalu saja berkata bahwa ia akan selalu mencintai ku hingga akhir hayatnya. Ternyata semua itu hanyalah bohongan belaka. Dan memang tidak bisa dipercaya.
Benar kata orang-orang, bahwa mencintai lelaki itu, cukup 30% saja, selebihnya cintai lah dirimu sendiri. Agar jika kau terluka olehnya kau takkan terpuruk.
Berbanding terbalik dengan yang aku lakukan saat ini, aku mencintai Andy sepenuh nya, tetapi aku di khianati begitu saja. Ini benar-benar tidak adil, bahkan aku tak bisa menerima kenyataan ini.
Tangis ju tak kunjung berhenti, ketika terbayang ucapannya yang mengatakan sudah tidak mencintaiku, bahkan aku selalu mencintainya setulus hatiku, aku sudah tak habis pikir dengan apa yang ada di pikiran nya itu.
Aku memangwanita bodoh, yang mempercayai ucapan lelaki brengsek seperti dirinya, karena sudah berpacaran selama 4 tahun, aku sepenuhnya percaya pada dirinya, aku percaya bahwa diri nya itu tidak akan mengkhianati ku, lucu memang, tetapi lihat lah kenyataan nya saat ini.
"Kau dikhianati dir, lalu kau bisa apa sekarang? mengemisnya kembali, kau sungguh tak punya harga diri, kau harusnya sadar Andy sudah mencintai orang lain, kau tak bisa memaksa nya untuk mencintai mu lagi. kau tak boleh egois"
Aku tak henti-hentinya memaki dirimu, tak cukup rasa sakit Andy kepada diriku, bahkan saat ini aku sudah berniat untuk menyakiti diriku sendiri.
Tetapi berhubung logika ku ini masih sangat waras, aku mengurung kan niat ku untuk melakukan hal bodoh yang akan merugikan diriku sendiri.
Rere is calling....
Aku lihat handphone ku ternyata sahabat kembar mu menelpon.
__ADS_1
"Halo Re, Ada apa" tanya ku pada Rere.
"Kami hanya khawatir pada mu Dir, kau baik-baik saja bukan" tanya Rere pada Dira.
"Aku baik-baik saja, kalian tak perlu khawatir padaku" ucap Dira lagi.
"Kau ini aneh sekali, bagaimana mungkin kami tidak khawatir padamu, kau itu sahabatku, aku sangat tau watakmu" ucap rere lagi.
" Sungguh Re, aku baik-baik saja" ucap Dira meyakinkan Rere.
Rere pun menarik nafas lega.
"Bisa kah kau ceritakan padaku, apa yang kau bicara kan dengan Andy kemarin" pinta Rere.
" Aku akan menceritakan nya nanti padamu, kau tak perlu khawatir ya. Aku ini wanita yang kuat, kau kenal aku bukan" ucap Dira tertawa yang padahal kenyataannya air matanya sudah jatuh tertahan karena tak ingin Rere mengetahuinya.
*********
Memori ku kembali mengingat hari pertamaku berjumpa dengan nya saat itu.
Dimana aku dan dia tak sengaja bertemu di supermarket, dia menolong ku saat aku hampir saja kecopetan, Dimana dia melindungi ku sampai ia yang dengan rela terluka.
Aku mengobati luka nya, sampai akhirnya kami menjadi sepasang kekasih. Namun apa yang terjadi sekarang.
Ia mengatakan bahwa ia sudah tidak mencintai ku lagi. Semudah itu? setelah bertahun-tahun bersama dengan mudahnya ia mengatakan itu, aku sungguh kecewa padanya.
Aku mendengar bel berbunyi dari luar apartemen ku, lantas dengan gontai aku berjalan dan membuka pintu apartemen ku, ternyata yang datang adalah kak Rendy.
"Silahkan masuk kak" kataku.
Aku dan kak Rendy masuk ke dalam apartemen, kemudian aku dan kak Rendy duduk bersebelahan.
"Kenapa wajah mu begitu murung setelah bertemu dengan Andi? apa kah dia menyakitimu" kata kak Rendy menatap wajahku.
__ADS_1
Aku menundukkan pandangan ku dari nya, kemudian aku mengangguk pelan "Dia bilang, dia sudah tidak mencintai ku kak" kataku menangis.
"Apa Yang ada dipikiran laki-laki itu, bisa bisanya dia begitu padamu" kata kak Rendy bersimpati.
Entah apa yang merasuki pikiran ku, aku langsung memeluk kak Rendy dan menangis dipelukan nya, dia mengelus pipiku dan mengeratkan pelukannya padaku.
"Sudah jangan menangis lagi ya, kamu terlalu istimewa untuk menangisi lelaki brengsek seperti nya" kata kak Rendy.
Aku masih menangis dan semakin kencang saja, karena perkataan nya padaku yang sangat menyakitkan.
Setengah jam sudah aku menangis dipelukan kak Rendy, ia masih setia disamping ku. Entah karena lelah menangis aku tertidur diperlukan nya.
Dia membelai rambut ku dengan lembut dan terdengar samar samar olehku "Dira, aku sangat mencintaimu, aku tidak akan membiarkan siapapun menyakiti mu"
Aku membuka mataku dan aku lihat kak Rendy sedang memperhatikan wajahku, aku kemudian tersenyum padanya dia pun membalas senyuman ku.
Hingga kini mata kami saling menatap dan bibir kami mulai menyatu tanpa kami sadari.
Kali ini aku tidak menolak kak Rendy, aku membalas kecupannya dan semakin kuat bibirku dan bibir nya berpangutan, hingga aku sangat sulit bernafas. Melihat ku kesulitan bernafas akhirnya kak Rendy melepaskan ciumannya dan mengecup pipi kanan kiri dan kening ku. "Aku mencintaimu" katanya.
Mataku terbelalak kaget, mendengar nya mengatakan itu.
melihat ekspresi ku itu, ia pun tertawa "Hey, kau terlalu serius, aku hanya bercanda" katanya cengengesan.
Aku mengerucut kan bibirku, "Kau ini menyebalkan sekali, itu tidak lucu" kataku merajuk.
dia hanya tertawa aja sambil menatapku, "Jangan manja seperti ini, kau begitu menggoda ku" kata kak Rendy, aku mendorong tubuhnya menjauh dariku, menatap nya dengan tajam, kemudian dia mendekatiku, hingga aku sampai ke sudut. Dan tidak bisa bergerak. Dia meletakkan tangan nya di dinding sebelah kanan dan kiri ku.
Itu membuat jantungku berdetak kencang, "Ka,kau mau apa kak" kataku dengan takut.
"Maukah kau menjadi Kekasih ku, menemani ku hingga akhir hayat" katanya lembut.
Aku terdiam dengan hati yang kacau.
__ADS_1