BUCIN MAKSIMAL

BUCIN MAKSIMAL
BAB 15


__ADS_3

Sebenarnya aku belum tidur, tetapi aku tak ingin membuat kak Rendy khawatir terhadapku.


Katanya dia tidak mau meninggalkan aku seorang diri, apalagi dalam keadaan yang yang kurang sehat. Dia menghawatirkan ku. kak Rendy kau sungguh manis sekali.


Dia sungguh manis, tanpa aku sadari aku membayangkan wajah nya begitu lama. Baru aku sadari bahwa kak Rendy begitu tampan dan senyum nya itu sungguh menenangkan hatiku yang tengah berduka.


"Ahhh sialll, apa yang aku pikirkan, mengapa aku jadi memikirkan dia, hey jangan baper Dira" kataku dalam hati.


Aku kembali berbaring di tempat tidur dan masih saja aku tidak bisa memalingkan wajahku dari nya, mengapa hati ku berdegup begitu kencang saat berada di dekatnya.


"Apa aku mulai membuka hatiku kembali, tapi bagaimana mungkin, aku sangat mencintai Andi dan tidak mungkin dalam waktu sekejap aku bisa membuka hati untuk orang lain, diraa kau sungguh bodoh" batinku menggerutu.


"Tapi apa salahnya, dan tidak ada bedanya dengan Andi, dia juga mengkhianati ku, Bisa-bisa nya dia melakukan itu dihadapan ku, dan dia benar benar tidak menganggap ku lagi" kesal ku.


Seketika hati ku kembali nyeri, mengingat apa saja yang sudah aku lihat akhir-akhir ini, saat Andi tengah bermesraan dengan wanita itu.


Aku pun tak kuasa menahan tangisku dan aku pun merasa jika hubungan ku dan Andi memang sudah tidak layak lagi untuk di pertahankan.


Aku menguatkan hatiku dan segera melupakan Andi serta fokus dengan kuliahku. saat tengah larut dalam lamunanku tiba-tiba saja muncul niat dalam hatiku untuk segera menyusul kedua orang tua ku di luar negri.


Lagi-lagi aku merasa frustasi dengan keadaan. Lagi pula untuk apa aku ada disini, aku sudah tidak memiliki alasan lagi untuk tetap tinggal Disini. Andi sudah berpaling dan sudah bersama wanita yang dicintainya.


Kemudian Aku mengingat kembali masa dimana aku bersama dengan Andi. Seketika air mata ku menetes lagi dan lebih deras dari sebelumnya, sungguh aku sangat merindukan ayah dan ibu ku.


Teringat oleh ku betapa sedihnya ayah dan ibu ku dulu, saat aku menolak ikut mereka dan menetap di Indonesia hanya karena aku tidak ingin berjauhan dengan Andi. Tetapi semua sudah tidak berlaku lagi sekarang.


Aku sudah berusaha melupakan kenangan ku dengan Andi, dan aku ingin menenangkan hatiku dengan cara menghindari nya. Dan itu semua hanya bisa ku lakukan dengan pergi menyusul kedua orang tua ku ke luar negeri.


Tapi aku sangat sedih. Karena tentunya aku juga akan berpisah dengan Riri dan Rere. Mereka berdua adalah sahabatku yang sudah menemaniku ketika aku masuk ke kampus.

__ADS_1


Bagaimana bisa aku melupakan mereka, yang selama ini menemani ku dalam suka dan duka.


"_&__&_"


Hari ini aku pergi ke kampus untuk mengurus surat pindah ku, aku sudah bertekad untuk menyusul orang tua ku keluar negri.


Sampai dikampus, ternyata belum ada satu mahasiswa pun yang datang selain aku. Ku pandangi suasana kampus yang tidak lama lagi akan ku tinggalkan.


Aku pasti akan sangat merindukan semua suasana dikampus, terlebih lagi karena banyak kenangan ku bersama Andi disini.


Handphone ku berdering dan ku lihat di layar handphone ku.


Kak Rendy ia calling.....


"Hallo kak rend, " Kataku menjawab telpon dari kak Rendy.


"Maafkan aku kak, aku sudah pergi lebih dulu ke kampus, dan lupa tidak mengabari kak Rendy terlebih dahulu" kataku dengan takut-takut, aku tak ingin kak Rendy kecewa.


"Tumben kamu pergi cepat sekali, biasanya kan kamu datang paling akhir dan pulang paling duluan" kata kak Rendy dengan singkat padat dan jelas.


"Aku ada urusan disini kak, jadi aku harus datang pagi-pagi sekali" ucapku dengan datar.


"Memang nya ada urusan apa, kenapa tidak bilang padaku, aku kan bisa mengantar mu dan datang lebih cepat" kata kak rendi dengan sedikit keras hingga membuat ku sedikit menjauhkan ponsel dari telingaku, atau suara kak rendy akan merusak organ pendengaran ku.


"Aku mengurus surat pindah kak, aku ingin menyusul orang tua ku ke luar negri" kata ku jujur pada kak Rendy.


"Pindah? kemana dan kenapa kau pindah?" kata kak Rendy terkejut dengan ucapan ku yang mendadak ingin pergi dari Indonesia.


"Tidak apa apa kak, aku hanya ingin menyusul kedua orang tua ku, aku merindukan mereka" ucap ku berbohong, karena tujuan utama ku pergi dari Indonesia adalah untuk menghindari bertemu Andy dan wanita itu.

__ADS_1


"Hey, apa kamu serius dir, kenapa mendadak sekali, tapi tunggu dulu, ini semua bukan karena andi kan?" kata kak Rendy memastikan.


JLEB....


kak Rendi memang pandai sekali menebak. tebakan nya benar, aku bahkan terdiam tak dapat menjawab ucapan dari kak Rendy.


"Ya sudah, tunggu aku disana ya, aku akan segera ke kampus" kata kak Rendy langsung mematikan telpon nya dan seperti nya langsung bergegas menyusulku ke kampus.


Aku masih dalam keadaan diam dan menatapi lingkungan sekitar ku yang sebentar lagi akan aku tinggal kan, aku sungguh akan merindukan negara ini lagi.


Aku sangat yakin, bahwa aku tidak akan lama meninggalkan negara ini. Karena aku sudah merasa nyaman tinggal di negara yang menjunjung tingga persatuan.


Aku tetap menunggu kak Rendi di taman kampus sambil terus hanyut dalam lamunan yang sudah melebar tak tentu arah, bahkan membuat ku tersenyum dan menangis secara bergantian.


Mengingat begitu banyaknya kenangan yang aku dan Andy ciptakan selama ini. Di tempat ini. Namun aku tidak yakin jika Andy masih mengingat semua kenangan yang tercipta diantara kami.


Lagi lagi aku menarik nafas kasar dan menghambuskannya perlahan.


Semua ini begitu berat untuk gadis seusia ku, terlalu banyak tantangan hidup yang aku jalani selama ini.


Ingin menyerahpun untuk apa, Sama sekali tidak ada gunanya.


Berharap, Rasa syukurlah yang membuat diri ini tetap rendah hati dan tidak menyombongkan diri.


Rasa Rindu pada Andy tak dapat ku bendung, rasanya ingin segera bertemu, tetapi apalah daya, kenyataannya kami bukan lah sepasang kekasih.


Bisa jadi saat bertemu suatu saat nanti, aku mau pun Andy akan seperti orang yang sama sekali tidak saling mengenal apalagi untuk sekedar menyapa.


Itu adalah khayalan yang begitu menyeramkan bagi diriku saat ini. Tetapi tetaplah kembali ke rencana Allah. Kita hanya bisa menaati perintah-NYA.

__ADS_1


__ADS_2