
Pagi ini, Dira menyiapkan sarapan untuk suami tercinta dan anak tersayang nya.
"Sayang, ayo mandi" ucap Dira membangunkan Andy dan anak semata wayangnya.
"Aduh, entaran aja deh ya Bun. Ayah masih ngantuk nih" rengek Andy yang tidak ingin bergerak.
"Ayo bangun, atau bunda tinggal pergi ya kalian berdua" ucap Dira mengancam ayah dan anak itu.
"Bunda. Mau kemana?" tanya Radit.
"Mau pergilah, males liat ayah sama radit kerjaannya bobo mulu" ucap Dira ngambek.
"Liat tuh Bunda suka Banget ngambek" ucap Andy berbicara dengan anaknya.
"Sudah sana cepetan mandi, bunda tunggu dibawah ya" ucap Dira kemudian keluar dari kamarnya.
"Ayo Radit, mandi sama ayah" ajak Andy sambil menggendong putranya tersebut.
Hampir setengah jam lamanya, ayah dan anak itu tak kunjung sampai di meja makan.
"Kemana sih mereka, gak selesai selesai" ucap Dira.
Dira bangkit dari duduknya, kemudian bergegas masuk ke kamar dan pergi menuju kamar mandi.
"Astaga kalian ini, sampai kapan kalian akan bermain air begini hah" ucap Dira yang murka karena ayah dan anak itu malah bermain kapal-kapalan di dalam kamar mandi.
__ADS_1
"Sebentar lagi ya Bunda" ucap Andy sambil melirik istrinya dengan sedikit ngeri.
"Haduh gak ada alasan, cepat keluar pakai bajunya cepetan..." teriak Dira kesal karena ia sudah tidak bisa menahan laparnya lagi.
"Bunda capek tau nungguin kalian berdua, bunda laper nih" ucap Dira memanyunkan bibirnya sambil memakaikan pakaian Radit.
"iya Bunda, udah dong jangan ngomel lagi" ucap Radit pada bundanya.
"Heh, sejak kapan kamu bisa bilang begitu" tanya Dira pada anaknya.
Radit menoleh pada Andy, sedangkan Andy menggelengkan kepalanya.
Radit kemudian tersenyum jahil, dan menjawab.
"Sejak ayah yang ngajalin Bun" ucap Radit yang membuat Andy menatapnya dengan tatapan tajam.
"Nanti malam, ayah tidur diluar" ucap Dira spontan.
"Eh sayang, maksud Ayah tidak begitu bun" ucap Andy tersenyum pada sang istri.
"Terus maksudnya apa?" tanya Dira kesal.
"Maksudnya ayo kita makan" ajak Andy pada istri dan anaknya.
"Ngeles aia kayak bajay" ucap Dira kemudian.
__ADS_1
Mereka berjalan berdampingan sampai di depan meja makan, kemudian Dira mengambilkan nasi untuk anak dan suaminya.
"Masakan Bunda emang mantep, ya kan Dit" ucap Andy.
Radit hanya fokus pada makanan yang ia makan saat ini.
"Sayang, nanti aku ingin bertemu dengan rere" ucap Dira
"Maafkan aku ya sayang, aku gak bisa nemenin kamu ketemu sama Rere" ucap Andy.
"Iya gak apa apa sayang. Kamu Kan ada meeting ya hari ini" ucap Dira.
Andy hanya mengangguk saja , kemudian ia bergegas menghentikan makanannya melihat jam sudah menunjukkan pukul 08:00 dan ia sudah akan terlambat sampai di kantor.
"Ayah pergi dulu ya Bunda, Radit. Baik baik dirumah oke" ucap Andy sambil memberikan kecupan kilas di kedua kening orang yang amat sangat ia cintai.
"Dadah ayah." teriak radit sambil melambaikan tangannya. Andy pun ikut melambaikan tangannya pada sang anak.
"Yaudah ayo masuk ke dalam sayang" ajak Dira.
Kemudian keduanya masuk ke dalam rumah, Dira Segers membuatkan susu formula untuk Radit karena sedari tadi anaknya itu belum meminum susu.
"Bunda, kita tidak jadi kelumah tante yeye?" tanya Radit pada bunda nya.
"Memangnya kenapa sayang?" tanya Dira sambil mengerutkan dahinya.
__ADS_1
"Yadit mau ketemu sama..." ucap Radit sambil berfikir.
"Hayo mau ketemu siapa?" tanya Dira sambil mencubit hidung anaknya dengan gemas.