
Hari ini Andi sudah mulai kembali beraktivitas, Alhamdulillah nya keadaan nya mulai membaik lagi.
Dia sudah berpakaian rapi, dan pergi menuju rumah Reina, ia menjemput Reina dan pergi bersama sama ke kampus.
Reina menggandeng mesra andi, namun Andi tidak menolak meskipun Andi sama sekali tidak menyukai Reina, tetapi ia akan selalu ingat pengorbanan yang Reina lakukan untuknya selama beberapa bulan terakhir.
Saat mereka sudah sampai dikampus, semua mata tertuju pada Reina dan Andi, semuanya menerka-nerka ada hubungan apa Antara keduanya.
Tidak berselang lama setelah itu, Dira bersama Riri dan Rere pun tidak sengaja lewat di depan Reina dan Andi.
Awalnya Dira terkejut melihat siapa yang berada di hadapan nya, laki-laki yang menghilang sejak beberapa bulan yang lalu dan tentunya dengan konflik yang tidak jelas.
Dira merasakan sakit yang teramat luar biasa, ketika melihat tangan Andi digandeng mesra oleh Reina, seketika saja ia ingin melerai keduanya dan berhambur di pelukan Andi, namun ia sadar bahwa sekarang ia bukan siapa-siapa Andi. Ia hanya lah mantan yang tidak berhak apapun atas Andi.
Dira berpura pura kuat di depan keduanya, dan bisa dilihat bahwa Reina tersenyum sinis kepada Dira dan kedua teman nya.
Dira langsung saja berlalu tanpa menghiraukan mahasiswa yang lain sedang bergosip dan ia tau siapa lagi yang digosipkan kalau bukan dia dan Andi.
Saat Dira melewati Andi dan Reina, tanpa sengaja ia mendengar bahwa Andi memanggilnya, tetapi karena egonya yang tinggi, ia sedikit pun tidak menoleh lagi pada keduanya.
Setelah jauh dari sana, ia langsung menumpahkan segala kesedihan nya, ia tak pernah berpikir bahwa hubungan nya dengan Andi tidak sesua dengan ekspektasi nya.
Kemudian Rere dan Riri mengajak Reina keruangan, karena sebentar lagi pelajaran akan segera di mulai.
Dira hanya mengangguk dan mengikuti kedua temannya memasuki kelas, selama pelajaran Dira selalu dibayangi dengan Andi yang bergandengan tangan dengan Reina.
Perkuliahan telah usai, Rere dan Riri keluar ruangan dan mengajak Dira bersama mereka. mereka mengajak Dira ke kantin, Dira hanya menurut saja bak boneka yang tidak merespon sama sekali.
Dikantin, Dira melihat kak Rendy sedang berbincang dengan kak sisi. Dira pun menghampiri keduanya dan mulai menggoda keduanya.
"Cieee berduaan aja nih yeee, cocweeetttt" kata Dira mulai menganggu sisi kakak tingkat nya.
__ADS_1
"Apaan sih dek," kata kak sisi dengan wajah memerah dan begitu malu dengan candaan Dira.
"Huuuu, anak kecil tau apa" kata kak Rendy dengan menyantap makanan nya dan mengejek dira.
"cieee, lihat lah 2R, wajah mereka memerah, Berarti ucapanku benar adanya" kataku semakin terus meledek mereka.
"Jangan menggoda kami, bilang saja kalau kau cemburu pada kami, secarakan sekarang kamu jomblo" kata kak sisi lagi, aku terdiam mendengar nya dan mulai kembali mengingat Andydan Reina.
"Hey, kenapa diam saja, kami hanya bercanda saja, jangan baper dong" kaya kak Rendy sambil mengelus pipiku.
"Jangan sentuh aku, ntar kak sisi marah padaku" kataku dengan refleks entah mengapa aku bisa mengatakan itu, sunggu aku malu sudah mengatakan nya. Ada apa denganku yang tidak biasanya seperti ini.
"Tuhkan ,cieee yang lagi cemburu" kata kak sisi terus membalikkan keadaan.
Namun aku tetap bungkam dengan omongan mereka, karena memang aku tidak menyangka aku bisa mengeluarkan kan kata kata apalagi, dan aku mulai termenung dengan ucapan ku sendiri, ada apa dengan perasaan ku bisa-bisa nya aku berbicara seperti itu, sungguh memalukan kataku menggerutu dalam hati.
" Dir, kau baik baik saja bukan" tanya dira.
" Ah, ehmm... ya aku baik baik saja" jawabku sambil sedikit memaksakan senyuman diwajahku.
" Aku tidak berbohong, kalian jangan baper dong" ucap ku sembari kembali meledek mereka.
" Dasar tidak sadar diri" ucap Rere dengan malas nya menatapku.
" Hey, apa maksudmu. Aku tidak baik baik saja sekarang tetapi karena ada kalian aku jadi baik baik saja. Apa sekarang kalian puas dengan ucapan ku" kataku dengan keras sampai Riri menutup kuping nya.
" Kau ini tak pernah berubah ya, adik kecil nya kakak. kau selalu saja suka menteriaki orang lain" ucap Rendy tertawa.
" Jangan sok tau deh kak rend, aku ini kan paling pendiam di kampus" ucap Dira lagi.
" Pendiam apaan, halu lu yah" ucap rere yang kesal dengan ketidak sadaran diri dira.
__ADS_1
" Kalian ini selalu saja menyebalkan, untung saja aku sayang. Kalau tidak aku tidak tau deh nasib kalian akan jadi seperti apa" ucap Dira dengan bangganya.
" Ouh.... Kami merasa takut" jawab kak Rendy dengan ekspresi yang dibuat buat seperti orang ketakutan.
Lalu semuanya tertawa puas melihat dira yang langsung diam dan pipinya bersemu merah karena malu.
" Kau terlihat sangat cantik Dir" ucap Rendy sketika membuat semua orang yang berada di sana terdiam.
Suasana menjadi tercekam, dan tak ada yang berbicara sampai akhirnya Rendy melanjutkan ucapannya.
" Tapi bohong" ucap Rendy yang kemudian tertawa terbahak bahak melihat ekspresi Dira yang benar benar terdiam oleh Rendy.
" Kau juga tidak berubah kak, kau tetap Rendy yang menyebalkan seperti dulu" ucap dira yang kesal dengan tingkah bodoh kakak kelasnya tersebut.
" Meski begitu kau pasti Rindu pada diriku kan, saat kita berpisah selama empat tahun. Tak apa Dira, hanya kita berlima yang tau. Ayo akuilah sungguh aku tidak akan mengatakannya pada orang lain, aku janji" ucap Rendy dengan begitu percaya diri, membuat dira semakin kesal saja.
" Kok ada ya manusia sepede dirimu itu" ucap dira yang kesal.
" Ayolah akui Dir" ucap Rendy lagi dan terus menggoda Dira.
" Maaf ya Rendy, tetapi aku tidak merasakan apa yang kamu rasakan itu" jawab Dira.
" Hey apa maksud mu, jelas jelas kau yang merindukan aku terus tidak mau mengakui nya, kau ini menyebalkan" ucap Rendy.
" Aku tidak mengakuinya karena memabg kenyataannya tidak seperti itu" jawab dira dengan begitu sewotnya
" Lihatlah, dia malu menjawabnya karena ada kalian disini" ucap Rendy yang tetap saja tak mau kalah oleh Dira.
" Kak Rendy...!" ucap Dira sambil melototkan matanya.
" Jangan menatapku seperti itu, kau membuatku takut" jawab Rendy dengan nada mengejek.
__ADS_1
Semua yang berada disana tertawa melihat pertengkaran keduanya, Rendy kemudian tersenyum melihat Dira yang begitu kesal dengan ulah Rendy.
Jika kau tak merindukan ku sejak dulu, berarti aku lah yang selama ini terus merindukan dirimu tanpa balasan" ucap Rendy dalam hatinya.