
Aku yang mendengar Andy sudah melewati masa kritis nya, langsung bersujud syukur.
"Apa kami boleh menjenguk nya dokter?" tanyaku pada sang dokter, berharap keinginan ku dikabulkan oleh nya.
"Boleh, tapi sendiri saja ya, karena pasien masih dalam keadaan yang lemah dan harus banyak istirahat, kalau begitu saya permisi ya" kata dokter itu sambil pergi menjauh dari aku dan Reina yang masih terdiam di depan pintu ruang ICU.
Aku dan Reina saling menatap, sungguh aku sangat ingin menemui Andy, tetapi aku sadar diri, bahwa selama ini Reina lah yang ada untuk Andy, jadi aku mengalah dan menawarkan Reina untuk masuk melihat kondisi Andy.
"Rei, silahkan masuk, lihat keadaan Andy" kataku tersenyum manis pada Reina.
"Tidak dir, kau saja yang masuk, aku tau kau begitu merindukan Andy bukan?" kata Reina yang mengerti akan perasaan ku saat ini.
"Tapi Rei..." kataku.
"Tidak ada tapi-tapi an, jangan membuat ku berubah pikiran" kata Reina dengan dingin.
Aku pun mengangguk dan menyetujui masuk ke ruang ICU dan menjenguk mantan kekasih ku.
__ADS_1
Aku masuk secara perlahan dan kemudian mendekati ranjang, aku melihat betapa lemas nya Andi saat ini, tatapan ku tertuju pada wajahnya yang begitu pucat, bahkan aku ingin sekali menyentuh wajah nya, tetapi sungguh aku sangat takut, dan aku tidak berani melakukan itu.
Ku pandangi wajah lelaki yang selama ini berjuang melawan sakit nya, tanpa ada aku yang memberi nya kekuatan,
"Maaf kan aku sayang, maaf kan aku yang sudah tak memperhatikan mu, bahkan saat dirimu sakit saja, aku justru tidak tahu, padahal saat itu aku adalah kekasih mu" aku menangis dan memberanikan diri mengenggam tangan nya.
Aku berharap dia bangun dan melihat wajahku, dan berharap dia akan memaafkan segala kesalahan yang sudah ku perbuat dan aku berharap semoga aku dan Andy bisa bersama. Huh aku benar-benar egois sekali. Padahal Reina yang lebih berhak atas Andi.
Kemudian saat aku menggenggam tangan nya, aku merasakan ada pergerakan jemari nya, aku melihat ia mulai sadar, tentunya aku sangat senang dan kemudian aku segera bergegas ingin keluar memanggil dokter, tetapi cekakak tangan membuat ku berhenti dan menoleh pada tangan kekar itu.
"Andy, kau sudah sadar, bagaimana keadaan mu, aku panggilkan dokter ya" kata dengan begitu lembut.
Aku melihat sudut mata nya mengeluarkan air bening. Aku pun tak kuasa menahan tangis ku, aku memeluknya dan dia juga membalas pelukan ku.
Tanpa kami sadari ada sepasang mata yang memperhatikan kami dari luar, dan sungguh hati Reina begitu teriris melihat kemesraan kami.
Lalu setelah kesadaran ku pulih aku melepaskan nya.
__ADS_1
"Maaf, aku sudah lancang aku tidak bermaksud aneh" kata ku dengan gugup karena hatiku berdegup kencang.
"Kau tidak salah, bagaimana kau tau aku ada disini? aku....." katanya terputus.
"Aku sudah tau semuanya, kenapa kau menutupi ini semua dariku, kau sungguh tega, padahal saat itu aku adalah kekasih mu" kata Dira.
"Maafkan aku, sungguh aku tak kuat melihat mu kecewa nanti setelah tau aku ini adalah lelaki penyakitan" kata Andy.
"Aku tulus mencintai mu jadi bagaimana mungkin aku bisa melakukan itu, aku akan selalu mendukung mu, tapi...." kataku dengan gugup untuk mengatakan nya.
"Aku sudah tau, kau sudah bersama Rendy bukan? aku percayakan diri mu pada Rendy" kata Andi.
Aku menangis dan kembali kami saling berpelukan melepaskan rindu yang selama 6 bulan terakhir tak kunjung terbayarkan.
Tuhannn.......
Aku mau dia....
__ADS_1
Mendampingi ku......
dan jadi suami dunia dan akhirat ku......