BUCIN MAKSIMAL

BUCIN MAKSIMAL
BAB 46


__ADS_3

Setelah lamaran yang dilakukan oleh kedua orang tua Andy, agar aku mau menjadi menantu mereka. Aku bergegas pulang ke apartemenku dan menghubungi kedua orang tuaku agar mereka kembali ke Indonesia dan alhamdulillahnya orang tuaku setuju untuk balik ke Indonesia.


Kemudian aku membereskan rumah yang sudah beberapa tahun ini aku tinggal, karena aku memilih tinggal di apartemen yang tidak jauh letaknya dari kampusku.


Seharian aku membereskan rumah dibantu dengan bibi asisten rumah tangga di rumahku, kemudian aku mengatakan pada bibi bahwa seminggu lagi orang tuaku akan sampai di rumah kami.


Setelah selesai membereskan rumah, aku bergegas pergi ke kampus karena memang perkuliahan sudah dimulai dan aku sudah cuti beberapa hari karena urusan pribadiku sesampai di kampus aku mendengar ocehan mereka tentang Rendi.


Aku bertanya-tanya dalam hatiku ada apa ini sebenarnya Mengapa mereka semua menggosipkan Rendy apa ada hal menghebohkan baru lagi sehingga jadi viral seperti ini.


Kemudian aku bergegas berjalan menuju ruangan ku dan sampai di ruangan aku melihat Rere dan Riri tengah asyik mengobrol dan ku pikir mereka juga membahas hal yang sama dengan mahasiswa-mahasiswa lain yang kutemui saat perjalanan keruangan kelas ku tadi.


"Hey, pada cerita apasih?" kata ku bertanya pada kedua sahabatku.


"Ah, kau ini selalu saja ketinggalan informasi" kata Rere mengejekku.

__ADS_1


"Aku kan tidak kua bergosip seperti kalian, jadi ya wajar saja" kata ku memutar bola mataku dengan malas, dan kemudian menghempaskan tubuh ku ke kursi disamping Riri.


Mereka hanya tersenyum saja melihat sikap ku yang mulai kesal pada mereka.


"Kau ini suka sekali merajuk" kata Rere.


"Ah sudahlah, itu sama sekali tidak penting ayoooo sekarang ceritakan, apa yang kalian gosipkan tadi" kata Dira


"Ya ampun, jadi kau sungguh tidak tahu?" kata Rere lagi.


"Sudah jangan bertele tele, cepat katakan" kata Dira mulai marah.


"Kau ini sungguh tidak sabaran, jika membahas tentang mantan" kata Riri tertawa kecil melihat ekspresi penasaran ku.


"Jadi kalian mau cerita atau tidak?" kata Dira yang mulai jenuh terhadap Riri dan Rere yang menurutnya terlalu bertele tele.

__ADS_1


Saat Riri dan Rere ingin menceritakan semua nya, dosen pun datang, dan kami kembali duduk di kursi kami masing-masing dan mulai melanjutkan mata kuliah yang sempat tertunda Minggu lalu.


Aku masih menatap Riri dan Rere dari kejauhan, karena memang sampai saat ini aku masih penasaran mengapa begitu heboh nya mereka menggosip kan Rendy.


Satu jam sudah kami presentasi dan perkuliahan pun usai, aku bersama Riri dan Rere pergi ke taman dekat kampus, aku ingin mengetahui lebih lanjut gosip terbaru yang tengah heboh dikampus ku, yang sempat tertunda karena pak dosen yang masuk tepat waktu.


Dira, Riri dan Rere duduk di kursi taman. sambil membawa cemilan yang lumayan banyak.


Sambil mengunyah makanan mereka, Rere baru saja ingin bercerita.


"Jadi gini, Kak Rendy itu tengah dihebohkan mengenai hubungan nya dengan tunangan nya itu.... jadi tunangan nya itu...." belum sempat Rere menceritakan semuanya Andy sudah menampakkan batang hidung nya dan melambaikan tangan nya pada Dira.


Dira mengabaikan Rere dan Riri yang sedang bercerita, kemudian Dira melambaikan tangan pada Andy, Andy pun segera mendekat ke arah mereka, bisa di lihat sekarang, wajah Riri dan Rere begitu kaget dan kebingungan, aku melihat wajahnya begitu kesal padaku dan saat aku ingin pergi bersama Andy ku dengar mereka menggerutu.


"Dir, Lo berhutang sama kita berdua untuk jelasin semuanya" teriak Rere.

__ADS_1


Dira hanya tersenyum saja dan pergi bersama Andy.


__ADS_2