BUDUBYNSITTER

BUDUBYNSITTER
MATEEE


__ADS_3

aku butuh sosok yang dewasa bisa membimbingku, memberiku kesabaran dan membantuku membesarkan anak-anak tapi pada kenyataaanya, iyaa sih usia Dimas lebih tua dariku tapi otaknya lebih dangkal jadi percuma.


Orangtua Dimas yang harusnya membanjiri kasih sayang untuk cucu-cucunya juga ternyata hanya sisa angan-angan huhhh dunia, duniaaa kok sadis yaaaaa...??


Dalam kesendirian dan sepinya malam ini kulantunkan lagu sadis yang dinyanyikan Afgan, huhh dari lagu itu rasanya sangat pas menggambarkan Dimas yang kejam juga menyampaikan  semua harapanku untuk Dimas mendapatkan balasan dari semua kejahatannya.


Ketika larut dalam lirik dan penghayatan lagu sedih itu tiba-tiba Dimas datang dan memelukku dari belakang, dengan sekuat tenaga aku berbalik dan menampar wajahnya hingga mengakibatkan bibirnya terluka karena goresan cincin yang pakai.


"KAU" ucapnya dengan wajah sangarnya dan memeganggi sudut bibirnya yang sedikit berdarah.


"Apa maumu hah?, memerkosaku lalu membuangku seperti mbak Bella iaa...?? "


"DIAM" bentaknya


"Bilang sama saya pak, apa kesalahan mbak Bella,  kasi saya penjelasan dibagian mana bapak tidak bisa menerima mbak Bella sebagai istri bapak dan apa salah anak -  anak mereka? pak JAWAB!!" bentakku sekali lagi.

__ADS_1


"Argggggghhhhh" erangnya frustasi lalu menjambak rambutnya berulang kali


"Jawab pak biar saya ngerti dan kalo masuk akal, saya sendiri yang akan membawa twins menghilang dari kehidupan bapak"


"Apa keuntungan saya setelah memberi tahumu?"


"Kebebasan bapak, tapi bapak tetap harus membiayai kami bertiga kalo kami pergi dalam hidup bapak"


"Cih, bertiga.?"


"Mereka bukan anakku"


"Kalo bukan anak bapak wajah siapa yang melekat pada wajah mereka pak siapa ayo siapa pak?"


Dan pada akhirnya perdebatan kami selalu berakhir tanpa penyelesaian dan penyesalan dari Dimas, dirinya selalu bungkam jika membahas mengenai mbak Bella serta anak-anaknya apalagi jika aku nantinya bertanya seperti apa aku di matanya mungkinkah aku seperti mainan untuknya ataupun aku hanya akan menjadi jalang sekali pakainya.

__ADS_1


Hahh hanya menanti waktu saja untuk mendapatkan jawaban dari teka-teki yang dimiliki bossku itu, dunianya Dimas itu sangat sulit dan rumit tidak tahu kapan ada titik temunya kuharap aku tidak terlibat lebih jauh lagi.


twins saja sudah sangat menggambil seluruh hidupku apalagi jika ditambah dengan masalah-masalah Dimas, mmm sungguh ingin menikmati dunia layaknya remaja seusiaku, bersenang-senang jatuh cinta dan membina rumah tangga sendiri tapi eeeghh itu kapan terjadi? dan bisakah terjadi dalam hidupku.?


Bekerja lalu kembali menggurus duda tua bangka dan dua balita rasanya begitu melelahkan, apa lagi semakin hari twins semakin aktif dan lebih sering mengajakku untuk bermain hingga larut malam begitu pun dengan Dimas dirinya sudah tahu aku lelahan namun masih suka memancing amaraku.


Setiap detiknya mereka benar - benar mengguras habis seluruh tenaga, sampai saat ini aku yang menggurusi keperluan twins dan hanya menitipkan mereka pada keluarga Hendra saat aku bekerja tapi semakin kesini aku yang mengibarkan bendera putih menyerah ya aku menyerah.


Kantor saja aku sudah ditindas oleh banyak orang, tidak cukup hanya itu kelakuan Dimas juga semakin kurang waras. Dimas suka sekali semena-mena padaku jika tidak hanya dirumah dikantor pun demikian, kala itu aku sedang menemani seorang dari bagian gudang untuk mencek barang dan bahan yang akan digunakan dipada proyek selanjutnya namun tiba-tiba dengan seenak tai kukunya Dimas memintaku kembali kekantor dan demi apa.?


Hanya demi untuk segelas teh sariwanggi rumahan yang katanya sendok takaran gula yang digunakan office girls bernama Sumi tidak sama seperti yang biasaku berikan, jadilah saat dikantor aku harus menggajari Sumi membuat teh seperti yang orang gila itu inginkan.


Tidak hanya itu ketika waktu makan siang aku yang sedang bersantai bersama yang lainnya tiba-tiba disuruh kebandara menggambil penerbangan kekalimantan lalu kerumah orang tuanya yang berada di sana hanya untuk mengambil sepatu dan jam tangan kesayangannya karena ingin dia gunakan barang-barang itu ke padang.


Heiii orang katrok mana yang tidak kenal via penggiriman barang kilat dan lebih murah jika dikirimkan dibanding aku yang harus membuang-buang energiku yang sangat berharga untuk melayani kemauan sintingnya itu, tentu saja perintahnya tidak kulakukan masa bodoh dengan Dimas, dan yang paling-paling paling-paling memuakkan dari tingkahnya yang mengada-ngada adalah aku disuruh mencari bungga mawar yang kelopaknya itu 30 helai katanya.

__ADS_1


__ADS_2