
twins punya cara tersendiri untuk menghiburku, dengan tawa mereka ternyata sangat mudah memancing senyum dibibirku terukir dengan sepenuh hati aku menciumi mereka satu persatu tapi ketika tiba giliran danisa yang yang kuciumi wanita cilik dan licik ini menamparku dengan tangan gembulnya itu aku sempat terpengarah karenanya memang sihh tangan danisa kecil tapi beh tetap saja sakit, dan melihatku diam danisa malah tersenyum dan menciptatkan air ludahnya pada wajahku.
Saat tersadar dari keterkejutanku, aku segera beristifar dan membaca ayat kursi dengan khusyuu beberapa kali lalu meniup ubun-ubun keduanya tapi yang kudapatkan danisa kembali tetawa juga menendang-nendangkan kakinya kearahku.
danisa tertawa dengan sangat bahagia begitu pun dengan daniel. daniel ikut tertular tawa danisa dan malah bertepuk tangan melihat wajahku bodohku waaww namanya juga anak setan ya kelakuannya ya sama dengan bapaknya.
aku terus mengoceh dan memarahi mereka namun bukannya menunjukkan wajah penyesalan atau menanggis, mereka berdua malah tertawa semakin keras huhhh bodoh apa mereka pikir aku sedang melawak ya?
setelah lelah sendiri aku lalu berteriak keluar kamar lalu memanggili dimas, jika anaknya tidak mengerti tapi dimas pasti bisa merespon dengan lebih baik. dirinya harus bertanggung jawab akan kelakuan anaknya aghhhrrr dimassss
"DIMASS"
"DIMAS"
"DIMANA KAU HA!!"
Mendengar suaraku yang begitu berisik kedua art yang baru kemarin dipekerjakan kembali oleh dimas akhirnya menampakkan diri.
sepertinya mereka penasaran dengan keributan apa lagi yang akan kubuat. sudah biasa bagi mereka jika melihat keributan dirumah ini, namun mereka cukup heran melihatku benar-benar berdebat dengan dimas.
mareka baru bekerja 2 hari tapi peperangan tiada henti mereka saksikan, yang paling parah adalah ketika kami sampai saling melemparkan barang entah itu pecah belahlah atau remot tv yang suka sekali menggenai kepala dimas, mmm perdebatan kami itu membuat kami dalam sebulan harus mengganti remot tv sampai 7 hingga 10 kali.
__ADS_1
"KELUAR KAU" teriakku, semakin aku tidak mendapat sahutan semakin keras aku memaki dan memanggil dimas
"IBLIS sialan"
"Porsenelin rusak woii" suaraku terus menggisi apertemen kami hingga tiba-tiba dimas berdiri dihadapanku hanya menggunakan handuk tuk menutupi juniornya melihat itu kedua artnya segera menundukkan kepala dan hanya diam kaku di sudut ruangan.
"Aiesss mmm anu mmm eghh dimass seger banget" ucapku cennggesan karena aura dimas memberi kode awas dan penampilannya membuatku uuu adek ngak kuku babang
"Habis mandi yaggg wangi yah? pake sabun apa?"
"...."
"kenapa kau memanggilku"
"Hehehe mmmsst itu" ucapku memperhatikan dimas dengan senyum-senyum mesum dan malu-malu
"Kenapa kau ingin melihat semuanya?"
"......" Aku tidak bisa berkata apapun lagi lidahku kelu ketika melihat hampir seluruh bagian tubuh dimas.
__ADS_1
"Kau merasakannya juga boleh"
Dengan sekali hentakan dirinya menarikku menuju kamar tamu dan mencumbu leherku dengan uuuu dan yang bisa kulakukan hanya mmm menikmati tapi juga melawan aisss adek takutttttt apa lagi dimas benar-benar mmm aiesss dede tatutt babanggg jangan dlu yaaa.. batin dan nafsuku terus berperang tapi
"Aghh pak"
"...."
"Ahhhh ahggh"
"Memyukainya mmm?"
Serangan dan jilatan-jilatan Dimas membuatku sedikit melayang namun suara bel menggintupsi kegiatan kami dan menyadarkanku jika hampir saja tubuhku di perawaaniku dengan cuma-cuma uggghhh no, ketika sadar aku segera mendorong tubuh dimas agar menjauh, dengan terburu-buru aku memperbaiki pakaianku aku berlari menuju pintu dan berbalik lagi.
Sepertinya aku harus berterimah kasih pada orang yang mengintrupsi kegilaan kami kalo tidak yang iya-iya akan terjadi akan menantang kecepatan cahaya.
Dengan tergesa –gesa kulangkahkan kakiku menuju pintu dan membuka pintu apertemend namun melihat siapa yang datang dan telah menyelamatkanku huh aku menyesal telah membuka pintu.
Tapiii haissss lepas dari buaya egghh masuk kandang singga akunya,kesialan sepertinya sudah menjadi nama depanku huh.
orang tua angkatku datang dan memasuki apertemen tanpa seizinku, mereka datang hanya untuk menagih uang bulanan yang biasanya aku kirimkan namun karena terlalu lelah dan lupa pada mereka kini mereka datang menagihku secara langsung dan aku sudah menunggak dua bulan lamanya.
__ADS_1