BUDUBYNSITTER

BUDUBYNSITTER
SETAN KECIL


__ADS_3

Usia twins sudah lima bulan dan sudah lima bulan ini pula aku tinggal seatap dengan Dimas juga kedua anaknya, dan aku tetap menjaga jarak dengan dimas sampai saat ini tetapi dimas tetap saja mendapatkan kesempatan saat aku lenggah.


hingga hari ini tiba entah ide dari mana, kalian tahu,  aku meminta dimas untuk menikahiku,  aku tidak tahu setan apa yang merasukiku hingga dengan mudahnya aku mengucapkan ke inginanku itu. aku berkata


"pak nikahi saya"


"maksudmu?"


"saya tidak mau khilaf dan ikut menikmati permainan bapak"


"maksudmu?"


"saya tidak mau di perkosa bapak"


"bukan memerkosa namanya jika kau juga menikmati"

__ADS_1


"saya tidak menikmati, bapak melebih-lebihkan" kataku.


"lalu desahan itu"


"..." aku bungkam seketika mendengar kalimat itu karena benar adanya, beberapa kali aku mendesah dibuatnya.


"husssh" usirnya sembari mengibaskan tangannya


"saya tidak mau tahu pokonya bapak nikahi saya sebelum bapak menikmati tubuh saya"


"saya sudah menikmatinya"


"lalu kau ingin aku menikmatinya sekarang" katanya dengan tatapan nakal khas miliknya


"tidak-tidak, sekarang tidak sebelum kau menikahiku"

__ADS_1


"cih, omong kosong" katanya acuh.


aku memutuskan untuk menjual diriku pada dimas, selama kami tinggal bersama banyak kejadian-kejadian yang membuatku takut kehilangan mahkotaku tanpa status, dan toh jika dia membuangku nantinya aku tetap bisa bersama twins karena hukum mengakuiku sebagai ibu mereka,  terlihat gila memang tapi ini satu - satunya cara menyelamatkan harga diriku.


ya, aku benar-benar melakukannya,  merendahkan diri ke dimas telah kulakukan kurasa tidak akan ada artinya lagi toh dirinya santai saja menyikapi segala kelakuanku dan perlakuannya itu memang seakan aku itu tak berarti untuknya.


Seperti biasa dimas tidak akan menanggapi semua ucapanku, hingga aku tidak tahu apakah dirinya menolak atau mengiyakan permintaanku.


Dimas hanya menggaruk pipinya dengan pelan lalu  kembali melanjutkan kegiataanya juga kembali mengacuhkanku begitu saja hal itu tentu saja melukaiku, tapi percuma menangis karenanya, dimas takkan perduli jadi aku meninggalkannya dan kembali menggurusi twins yang baru saja bangun dari tidur siang mereka.


sebenarnya hatiku meradang karena kelakuan ayah mereka tapi sungguh melihat betapa menggemaskannya mereka, menghilangkan amarahku.


dimas suatu hari pasti akan menyesal betapa bodohnya dirinya melewatkan waktu-waktu berharga melihat perkembangan buah hatinya,  aisss dimas tidak pernah bersyukur betapa beruntungnya dia bisa dikarunia dua malaikat kecil sekaligus.


tidak taukah dia jika diluar sana banyak orang yang ingin diberi  keturunan,  aieessss dimas sepertinya memang harus dirukiyah suatu hari nanti biar setan yang bersemayam dalam dirinya bisa pergi.

__ADS_1


Mulutku terus saja mendumel mengucapkan sumpah serapa pada bapak biologis twins yang ditanggapi twins dengan tertawa dan menjilati tangan mereka sendiri, kadang juga mulai bergerak kekanan dan kekiri sepertinya mereka akan mulai mencoba tuk tiarap.


perkembangan mereka cukup baik aku sudah sangat baik memperhatikan kebutuhan makan minum serta kebutuhan kebersihan mereka, setiap menggingat perjuanganku selama ini aku tak pernah mampu membendung air mata yang selalu ingin meluncur kepipi dengan bebasnya.


__ADS_2