BUDUBYNSITTER

BUDUBYNSITTER
NGOLETI


__ADS_3

orangtua angkatku memaksa masuk kerumah dan setelah masuk, mereka memperhatikan setiap sudut ruangan dengan sangat intens, tangan-tangan mereka juga menyentuh prabotan dimas yang bagus dan terlihat mahal.


sudah puas memperhatikan apertemend kini mereka duduk disofa tanpa dipersilahkan dan menyilangkan kaki juga bersedekap dengan angkuhnya dan jangan lupakan tatapan mereka yang meremehkanku.


Tidak ada kata yang keluar dari mulut mereka, sampai bik Darti membawakan makanan ringan minuman hangat untuk mereka.


aku sebenarnya sudah jelas tahu keinginan mereka tapi tetap bungkam, tidak lama dari itu tiba-tiba Dimas keluar kamar, untung saja kini dirinya sudah berpakaian lengkap namun tatapan orang tuaku makin mencemoh.


entah apa yang mereka pikirkan aku tidak peduli toh selama ini tidak pernah peduli dari mana sumber penghasilanku yanng mereka tahu dan inginkan adalah setiap bulannya aku harus memberi mereka uang dan itu dengan jumlah yang banyak.


Dimas kini memperhatikan kami yang hanya duduk terdiam dan bodohnya Dimas malah ikut bergabung duduk disampingku lalu memecah keheningan diantara kami, tentu saja ibuku yang banyak bicara dan matre itu memanfaatkan waktu-waktu seperti ini.


aku yakin dirinya mengharapkan akan mendapatkan uang yang dominalnya lebih besar lagi jika mengadukan aku pada orang yang kumenjadi sumber penghasilanku.


“Siapa kalian?” tanya Dimas dengan angkuh.

__ADS_1


“Kami orang tua caca nak” ucap ibu,


Mendengar itu Dimas hanya menatapku sambil mengangkat alis kirinya, aku yakin dimas malas bertanya namun memberiku sikyal untuk menceritakan segalanya tanpa diminta.


Namun ya namanya orang matre dan sangat pandai memanfaatkan keadaan ibu menggambil alih dan terus berbicara juga menceritakan drama baru yang sangat menyedihkan, dia lebuh dulu berkata


“Kami kesini karena merindukan anak kami nak lihatlah kami, kami orang tua yang mulai rentah dan anak kami satu-satunya sepertinya lupa dengan keberadaan kami” ujarnya mulai terisak palsu.


Aku hanya memutar bola mataku karena sangat-sangat bosan mendengar ucapan wanita itu arrgg lihatnya dirinya terus berpura-pura rapuh dan menggelap sudut matanya yang memerah saja tidak apa lagi mengeluarkan air mata iiiuu.. dan argg dimas malah menggangguk-ngangkkan kepalanya seolah membenarkan ucapannya ibu.


Melihat respon itu ibuku sempat terpengarah, aku tahu dirinya pasti baru pertama kali melihat orang yang sangat cuek seperti Dimas begitupun dengan ayahku.


saat itu aku tentu saja hampir menyemburkan tawaku namun masih kutahan karena masih menghargai mereka, baru pertama kali saja mereka seperti itu bagaimana denganku yang tiap detiknya mendapatkan respon lebih parah dari itu mungkin mereka sudah memukuli dimas dan memaksanya berbicara lebih banyak lagi tapi heii mana mungkin mereka bisa dan untung ayahku segera berdehem untuk menutupi keterkejutan mereka. dia berkata


“Maaf tapi anda siapa ya?” ucap ayahku dengan sangat sopan, huuh dasar penjilat mmm kini aku percaya dengan perkata jodoh adalah cerminan dirimu sendiri.

__ADS_1


“Dia bossku” ucapku mengambil alih tugas dimas untuk menjawab pertanyaan mereka.


“Mmm”gumam dimas membenarkan ucapanku


“Boss yang tinggal seatap?” ucap ibuku dengan akuh dan tatapan mencemohnya.


“ya” lagi-lagi ucap dimas acuh dan santainya


“Maaf nak tapi itu dosa besar karena kalian tidak terikat sebuah pernikahan” katanya


tapi dalam benakku berkata "woiii peduli apa dirinya dengan dosa lihatlah sang penjudi besar itu berlagak seperti ustas yang sangat tahu agama sekarang" cemohku.


“Ok” kata dimas lagi. setelah mengucapkan itu dia sempat menatapku intens lalu berdecih, setelah itu barulah dia mengalihkan pandangannya.


Lihatlah wajah mulut mereka yang mengganga sangat-sangat lucu hingga aku tidak sanggup menahannya lebih lama lagi, kupeganggi perutku karena saking kuatnya aku tertawa tapi sayangnya hanya aku yang mengerti apa yang lucu diantara kami sedangkan mereka bertiga hanya menatapku dengan dahi yang berkerut.

__ADS_1


belum berhenti tawaku tiba-tiba kedua art dimas datang dan membawa twins digendongan mereka, twins ternyata mencariku dan tidak bisa ditenangkan oleh kedua art jadilah mereka terpaksa menggintrupsi kegiatan kami menyambut tamu tidak diinginkan ini.


__ADS_2