
Tidak hanya twins yang membuatku sibuk setiap paginya tapi raja setan itu juga demikian, setiap pagi dimas memerintahkanku menyiapkan sarapan untuknya dan aku juga harus menemaninya sarapan hingga selesai.
masalahnya aku tidak terbiasa sarapan pagi jadi ketika aku menemaninya makan aku hanya akan bertindak sebagai penonton setianya sedangkan dirinya menikmati masakan hasil berjibaku.
jika sarapan hanya satu jenis sih aku masih oke tapi ini tidak, dalam meja makan aku harus menyajikan setidaknya 4 atau 6 jenis makanan, jadi semaunya saja si iblis akan memilih yang mana.
itu dimas nah anaknya juga gitu, beberapa kali aku telah memaksa mereka makan semeja, twins kupaksa belajar maka sendiri dan hasilnya wauuooo makan dimana-mana.
__ADS_1
itu juga mereka, perasaan twins besar dan sehat karena aku deh tapi kok kebiasaan makan mereka kok mirip dimas?. duhh memang ya orang kaya ausah ditebak aku yang jenisnya dari orang susahnya tidak ketolong memang takkan pernah mengerti
entah kesalahan apa yang telah kulakukan dimasa lalu hingga tuhan memberiku cobaan seperti ini, aku rasanya ingin mengamuk pada twins dan mengungkapkan bagaimana kehadiran twins merubah hidupnya namun ketika melihat senyuman keduanya, aku hanya dapat terkesima dan entah bagaimana semua lelahku hilang dan digantikan rasa bahagia karena diizinkan menjadi ibu penganti untuk twins saat ini.
seandainya mereka tahu jika ayah yang seharusnya melimpahkan kasih sayang namun hanya ternyata malah hanya bertindak sebagai penanam sperma dan menyalur dana terbesar pada tubuh dua balita yang berstatus anak kandungnya sendiri tapi belum pernah melimpahkan kasih sayang yang seharusnya mereka dapatkan.
__ADS_1
Tidak bisa kubayangkan bagaimana daniel dan danisa nanti ketika beranjak dewasa dan mengetahui kisah dibalik kehidupan mereka, masih mampukah mereka tersenyum cerah pada dimas, masih mampukah berharap jika besok masih ada kebahagian untuk mereka. itu yang terbesik dalam benakku akan mereka
sedangkan untukku sendiri, masih mampukah aku berada disamping mereka, masih bisakah aku menjadi sosok ibu penganti untuk mereka, membantu dan memeluk mereka begitu erat, hanya itu yang kini tertanam di otakku, hari esok merupakan sebuah misteri dan kejutan secara bersamaan entah itu menyenangkan ataupun menyakitkan aku ingin ada untuk anak - anakku hari ini dan seterusnya.
Selama menyandang status sebagai istri dari Dimas bisa dikatakan perekonomianku semakin membaik selain sebanrnya itu aku juga memiliki kuasa penuh akan rumah dan dimas. Di rumah kami selalu ramai tidak dari Dimas, twins, aku atau para ART.
rumah yang tenang kini kurubah menjadi pasar khusus keluarga dimas, setiap paginya pasti ada saja yang meramaikan rumah kami sama halnya kali ini, pagi - pagi setelah dimas bangun dan kekamar mandi aku membawa twins bermain dikamar tidur kami, jika diruangan ini biasanya diisi dengan suara desahanku dan dimas, aku menambahkan hal yang baru dan hal itu sesuatu yang dimas tidak sukai.
__ADS_1