
Sepeninggal dokter dimas seketika berkata "Jadi anak siapa yang kau kandung?"
"Lah jelas anak oranglah sama setan?"
"Siapa?"
"Siapa apanya?"
"Ayah dari anak yang kau kandung"
"Isss kau ini, jadi menurutmu siapa?"
"Laki-laki yang membawamu keluar dari club malam itu ?"
"Seandainya aku mau dari dulu aku menyerahkan tubuhku cuma-cuma untuk pria baik sepertinya"
"Pria baik mana yang membawa istri orang lain?"
"Kau kenapa sih dim udah aghhh aku mau tidur"
"Jawab"
"Apanya?"
"JAWAB PERTANYAANKU CACA MAHALDICA" seketika dimas menaikkan suaranya beberapa
__ADS_1
oktav hingga urat dilehernya terlihat begitu jelas.
"Kau ini kenapa hemm, oghhh kau malu yag mengakui kau kalah topcer dibanding dia"
"Cih" dimas lalu mengarahkan wajahnya ke arah lain lalu melanjutkan ucapannya
"bilang sekarang sebelum aku membunuh laki-laki itu"
"Udah dim kalau kau tidak ingin mengakui anakku terserah kau hanya perlu menambah porsi uang yang kau kasih, sana aku mau tidur aku takutnya anakku bisa lompat keluar lalu masuk kembali membawa potongan buntut kebanggaanmu itu"
"Kau mengancamku nyonya?" jawab dimas dengan seringai jahat dan tatapan andalan miliknya
"Langkahi dulu mayatku jika kau ingin melukai stave, stave itu sepupuku orang tua stevelah hiks hiks yang menampungku selama ini hiks kau hiks igghhh pulanglah dimas pulang"
mendengar tangisanku itu akhirnya dimas mulai menggendurkan pegangannya di bahuku lalu membawaku dalam pelukannya namun belum lama aku dalam pelukan dimas dan melampiaskan semua tanggisanku dimas tiba-tiba melepaskan diri dariku lalu berlari kekamar mandi.
perutnya entah apa yang terjadi padanya namun aku hanya bisa menunggunya keluar
dari kamar mandi dan menjelaskan padaku apa yang terjadi. beberapa menit
kemudian akhirnya dimas akhirnya keluar dari kamar mandi dan duduk jauh dariku,
aku hanya memperhatikannya lalu mulai bertanya
"Kau kenapa?"
__ADS_1
"Kau ini baru beberapa jam tidak menyentuh air sudah sangat bau"
"What" ucapku spontan lalu mengendus diriku sendiri, entah hidungku yang rusak atau dimas yang mengada-ngada aku tidak mencium aroma aneh pada lain, selain bau farfum vanila cake yang sudah menjadi ciri milikku dan jika aku bau dokter dan para suster pastinya tidak akan tahan berdekatan denganku tapi nyatanya tidak tuh
mereka semuanya santai-santai saja dan tidak memperlihatkan wajah jijik untukku.
huh aku yakin dimas sedang berbohong padaku. Baru satu jam dimas menemaniku dimas memutuskan pergi dan menyuruh orang lain untuk merawatku katanya dia tidak tahan melihat dan mencium aroma tubuhku yang lebih
busuk dari bungga reflesia, mendengar kata-kata itu aku hanya bisa mendengus kuat dan tidak menatap dimas lalu tanpa pamit padaku atau mengecup keningku dimas akhirnya benar-benar pergi entah kemana.
Orang suruhan Dimas tiba bertepatan saat dimas meninggalkan ruang inapku, dengan hati-hati dan canggung akhirnya aku bertanya pada suster yang bernama mina akan bau badanku, namun mina mengeleng dan beberapa kali menegaskan jika dirinya hanya mencium bau vanila cake yang enak diruangan ini dan itu berasal dari tubuhku.
disela-sela waktu kosong akhirnya aku dan mina bertukar cerita dan aku meminta mina mengajariku hal-hal yang harus aku lakukan saat hamil, mina juga menceritakan jika kondisi kehamilannya dulu penuh dramatis dan saat itu mina sangat membenci suaminya, mina bahkan sempat meminta cerai pada suaminya saat itu karena muak
dengan wajah suaminya, sungguh kondisi yang aneh menurutku.
Mina juga yakin jika sekarang dimaslah yang ngidam, apalagi saat kuceritakan jika dimas tadi muntah-muntah saat memelukku ughhh rasanya itu antara bersyukur dan kasihan pada dimas karena ternyata ngidam yang dialami dimas itu adalah gejala hiperemisis dimana seseorang yang mengalami hiperemisis akan mual berlebihan dan nafsu makannya akan menurun sangat drastis tapi jika mengingat-ingat kejahatan dimas pada mbak bella dan twins aku yakin itu namanya bukan ngidam tapi karma yang dibayar secara kontan.
Kata mbak mina cukup mudah untuk mengobati hiperemisis dimas jika saja dimas percaya dan mau mencobanya, karena menurut kepercayaan orang dahulu jika menggalami ngidam seperti itu hanya perlu berniat dan membaca trikul dan meletakkan makanan yang baru dimasak diatas batu cobek terlebih dahulu setelah itu barulah diletakkan diatas piring dan dimakan, mm sungguh unik menurutku tapi aku menyukai wajah dimas yang pucat dan menderita jadi kuiyakan saja tanpa berniat untuk menyampaikan kedimas dan mencobanya toh aku yakin dimas tidak akan percaya juga dengan hal-hal sperti itu dan anggap saja apa yang dirasakan dimas saat ini adalah latihan menjadi
bapak secara sempurna nantinya.
Oyag mengenai mbak bella sampai saat ini aku belum tahu sebenarnya bagaimana kisah pernikahan diantara keduannya, tapi sepertinya besok-besok aku harus memaksa dimas menceritakan kisah mereka agar menjadi pembelajaran untukku dan agar kisah mbak bella tidak terjadi padaku.
Aku masih disini menunggu waktu memberi jawaban karena mulut sang penentu yaitu TUAN DIMAS PUTRA ADIPATIH juga tidak berkata apa-pun hal ini sama absurtnya ketika ebit diade menyelipkan kata “bertanya pada rumput yang bergoyang” tidak lagi dengan lirik lagu entah milik siapa yang jelas dalam baitnya itu
__ADS_1
“Bila bulan bisa ngomong mungkin dia takkan bohong” Dughhh dunia kok seperti ini sih..? ada planet lain tidak yang masyarakatnya tidak pake kode-kode tidak jelas jangan lempar batu sembunyikan pelaku (KPK) dug mirissss