
AUTHOR P.O.V.
sore ini dimas memilih untuk segera kembali kerumah dirinya sudah tidak tahan menghadapi sikap diam caca, karena perang dingin ini, caca sudah tidak pernah menyapa atau menyiapkan kebutuhan kantor milik dimas begitu
juga dengan kebutuhan biologisnya, jangankan untuk menyentuh caca bertatapan mata dengan cacapun sudah tidak pernah selama tiga minggu ini.
Baru saja dimas memasuki ruang keluarga, caca sudah berlari memasuki kamar twins, melihat hal itu dimas sangat geram lalu mengikuti langkah istrinya namun sayang caca sangat cekatan disaat dimas sudah berdiri di depan pintu kamar caca dengan sigab mengunci pintu hingga menutup akses dimas masuk kedalam kamar. dimas meneriaki istrinya agar membuka pintu namun tidak mendapat tangapan akhirnya dimas benar-benar mendoprak pintu hingga rusak.
caca yang melihat pintu itu terbuka akhirnya memalingkan wajahnya agar tidak bersitatap dengan dimas, mendapatkan perlakuan seperti itu dimas merasa terhina dengan langkah pasti dimas mendekati caca hingga berhasil memeluk istri nakalnya dimas lalu mengarakan wajah istrinya kedepan wajahnya agar mata mereka bertatapan.
"Sebenarnya apa yang kau inginkan"
"Tolong lepaskan saya tuan"
"Kau memang terlalu angkuh ternyata" ucap dimas lirih namun memancarkan aura dingin, tidak mendapatkan jawaban apapun dari perkataannya dimas lalu melumat bibir caca begitu saja dan tanpa jeda dimas membuat caca tidak bisa bernafas karenanya, dimas memulai aksinya dengan cukup kasar, rontaan caca tentu saja tidak membuahkan hasil tenaga caca dan dimas tidak sebanding namun ketika caca menanggis barulah dimas seakan ditarik oleh kesadarannya lalu melepaskan lumatannya itu.
Masih dalam dekapan dimas, caca menumpahkan semua tangisnya sepasang suami istri ini hanya bisa berdiri dan saling memeluk, dimas sangat merindukan aroma tubuh istrinya, istri pembangkangkannya ini sangat membosankan saat hanya diam dan menunjukkan wajah datarnya, dimas merindukan caca yang suka bertingkah semaunya caca yang cerewet dan caca yang suka mengganggu kehidupannya.
Setelah tangisan istrinya itu rela barulah dimas duduk di atas tempat tidur lalu mendudukkan istrinya itu di pangkuannya, Dimas kembali memeluk istrinya sembari mengecup kening istrinya beberapa kali.
sungguh romantis hingga membuat pipi caca memerah namun hingga saat ini caca masih mempertahankan egonya untuk berbicara dengan dimas. bagi caca perlakuan manis dimas ini hanya sebagai rayuan agar dirinya mau melayani nafsu dimas tapi bagi dimas ini adalah ketulusannya dirinya memang marah saat mendapat laporan jika istrinya pergi dengan lelaki lain tapi menghadapi sikap dingin caca lebih membuatnya marah hingga memilih untuk mengalah saja.
"Jadi nyonya apa yang merubahmu" kata dimas dengan wajah angkuhnya.
__ADS_1
"....."
"Caca saya menunggu jawabanmu"
"......"
"Katakan sebelum aku benar-benar memerkosamu saat ini"
Mendengar hal itu caca kembali berontak dalam pelukan dimas namun beberapa kalipun caca mencoba
hasilnya selalu sama caca tidak bisa lepas dari kungkungan dimas, akhirnya caca memilih nenyerah dan menatap mata dimas dalam-dalam sambil menggucapkan semua kata yang terpentam dalam hatinya saat ini
"Aku memang jalangmu tapi tak perlu kau kau hiks..hiks kan kau sendiri yang menjadikanku hiks ja hiks jalangmu"
"...." mendengar hal itu dimas memilih diam dan mendegarkan semua keluh kesah istrinya ini
"......."
"Dim dim yakssss juniormu bangun lepaskan aku heiiiiii dimas kutu kuprettt lepas ighhhh"
"........"
" Dasar mesum dimas lepas aku lagi datang bulan percuma kau merayuku dimmmmm ssssss igh dasar tua bangka mesum"
__ADS_1
"........."
"Lepas tidak kalo kau tidak lepas sekarang burungmu hanya akan tinggal kenangan jadi tolong selagi saya masih berbaik hati lepas yaa gigolo tuaku"
“Ca’ aku sudah berpuasa hampir sebulan dan aku haru menunggu
seminggu lebih lagi”
“BODOH” ucap caca enteng dan menjulurkan lidahnya
“Kan masih ada cara lain untuk kau memuaskanku ca”
“............”
“Ca ayolah yah..?”
“Kemarin santai-santai saja tuh tidak kuhiraukan dan lihatlah sekarang kau memelas padaku”
“Lupakan soal itu sekarang jongkok dan lakukan”
“ Oke dan aku akan pastikan setelah kebangganmu itu keluar dari mulutku juniormu akan sama dengan cicak berekor puntung bagaimana?”
Dimas segera melepaskan dekapannya dimas sangat tahu ancaman caca itu bukan main-main, selama caca berstatus istrinya caca selalu membuktikan ucapannya dihadapan dimas, dimas akhirnya memutuskan berdiri lalu
__ADS_1
meninggalkan caca yang terus menatapi juniornya itu dimas dilanda kecemasan lalu menutupi barang pusakanya dengan kedua tangannya melihat hal itu tawa caca benar-benar pecah memenuhi ruangan milik twins sedangkan dimas yang ditertawakan malah memilih sedikit berlari menuju kekamarnya dan mengunci dirinya di dalam kamar.
Tawa caca itu semakin mengancam kehidupan juiornya, dan dimas masih sangat waras untuk memniarkan barang pusakanya lecet karena tingkah gila wanitanya.