
Dimas P.O.V
Setiap detik kepergianmu membuatku jenuh, hingga rindu menyapaku lalu aku mempertanyakan benarkah aku sedang merindu, senyuman yang merambat dalam ingatan menjeratku dalam kenangan berulang. aku menikmati setiap detik bersama jika kelak kau pergi aku telah memiliki semua itu dalam ingatanku dan diantara
semua kenangan bersamamu adalah yang paling sulit, sulit untuk kulupakan jika kau memberiku waktu bolehkah kau kembali karena aku bukan masa lalumu namun seseorang yang ingin menggapai mimpi baru bersamamu.
Pagi ini rasanya sungguh berbeda, wanita yang selalu berada disisiku kini pergi entah kemana, dirinya hanya menitipkan sepucuk surat lalu pergi begitu saja tanpa kecup dan pelukan hangat untukku. jika hanya sehari mungkin itu takkan bermasalah namun sudah seminggu aku tak mendapatkan kabar darinya orang-orang
yang kutugaskan mencarinya pun hingga saat ini tak membuahkan hasil, entah bersembunyi dibalik belahan manakah wanitaku saat ini.
Dalam suratnya wanita itu hanya menitipkan twins dan berkata akan kembali jika rampokannya habis, kini aku baru sadar jika inilah alasan wanita gila itu selalu meminta uang chas padaku. dirinya hanya pergi dengan beberapa lembar pakaian dan uang milikku dan hebatnya dirinya tidak membawa hanphone dan mobil seperti biasanya hingga tidak bisa kulacak keberadaannya.
Setelah kepergian caca dua balita yang wajahnya sangat mirip denganku itu selalu menanggis meraung-raung hingga jatuh sakit dan hanya akan tenang jika bersamaku jadilah aku terpaksa turun tangan membantu baby sitter mereka untuk mengurusi twins, mereka berdua sungguh merepotkan disetiap detiknya ada saja tingkah
mereka yang kadang membuatku ingin mengamuki twins, seperti saat ini rasanya aku baru lengah beberapa menit tubuh daniel penuh dengan lilitan tissu dan kini berjalan layaknya zombi
__ADS_1
Sedangkan danisa kini hanya duduk tenang di lantai dengan mainannya entah dimana dirinya mendapatkan mainan itu yang jelas kamar tidurku yang awalnya berantakan menjadi semakin berantakan dengan adanya dua setan kecil yang kini berlalu lalang sekuka hati menghancurkan isi kamar milikku dan caca.
Selama kepergian caca ada sedikit penyesalan dalam diriku, kenapa baru sekarang aku mau meluangkan waktu untuk menggurusi twins dan kenapa baru sekarang aku menyesalinya, selama menghabiskan banyak waktu bersama mereka aku mulai mengenal karakter diantara keduanya, daniel adalah anak yang sangat aktif namun pendiam sedangkan danisa adalah anak yang lebih suka duduk tenang namun sangat cerewet, dirinya seakan memiliki dunia sendiri jika telah menemukan mainannya dan sangat sulit untuk dipisahkan dengan mainannya hingga dirinya terlelap tidur.
hanya satu yang membuat mereka kompak yaitu makanan, mereka sangat pemilih dan emosional sepertiku, sungguh tidak ada hal yang dapat meragukan mereka adalah anakku tetapi akalku selalu menolak akan kebenaran itu.
Melihat interaksi keduanya membuatku binggung antara ingin marah dan ingin tertawa melihat keduanya bermain bersama dengan bahasa planetnya, twins tertawa dan saling menggusik satu sama lain hingga danisa menanggis barulah aku sadar sedari tadi waktuku terbuang percuma hanya untuk memperhatikan mereka. kini hari-hariku kulalui bersama twins semua pekerjaan ku lakukan dirumah dan jika harus pergi pun dengan sangat terpaksa aku membawa mereka beserta rombongan baby sitternya sungguh keadaan ini sangat berbeda ketika ada caca, istriku itu.
selalu siap siaga untuk menggurusi twins, tidak hanya twins aku pun juga begitu, selama ini caca selalu mempersiapkan segala kebutuhanku namun kini aku harus mengaturnya sendiri, huh wanita itu membuatku sangat bergantung padanya.
orang kepercayaanku yang mencari wanita itu mengatakan alamat yang menjadi tujuannya hanya ada rumah kosong dan akan dijual sungguh aku tidak mengerti dengan permainan wanita itu, dan tanpa rasa bersalah dirinya memintaku mentransper uang dengan nominal cukup besar kerekening rumah sakit dan bodohnya aku menggikuti saja permintaannya, entah sihir apa yang caca berikan padaku hingga rasanya aku sangat tunduk pada perintah caca.
dalam pikiranku caca sedang sakit wanitaku menghilang untuk menyembuhkan dirinya namun ketika orang
kepercayaanku mengecek kebenaran transperan dariku dan mencari pasien bernama caca lagi-lagi aku merasa tertipu, dana yang kukirimkan memang benar adanya namun digunakan untuk sepasang suami istri yang mengalami koma karena kecelakaan, hingga orang kepercayaanku melaporkan jika sepasang suami istri itu
__ADS_1
adalah orang tua angkat caca barulah aku tersadar jika selama ini aku terlalu sibuk dengan duniaku sendiri hingga tidak memperdulikan orang lain walaupun itu istriku sendiri.
Setelah lama menunggu akhirnya orang kepercayaanku melaporkan jika dirinya melihat istriku menggunjunggi orang tuanya, dan tanpa kata-kata lagi aku beserta rombongan pergi untuk menemui caca,di rumah sakit caca terlihat sangat syok mendapati kami masuk ke ruang inap orang tuanya namun ketika sadar dari keterkejutannya dirinya seakan tidak melihatku yang kini berdiri tepat dihadapannya, tanpa beban dirinya melaluiku begitu saja dan lebih memilih memeluk twins dibandingkan aku.
"Ya ampun anaknya ati, duhh sini sini peluk ati sayang"
"Mammm...tittttt..mmm" ucap twins seakan bersahutan dan mengadu pada istriku mereka bercengkrama cukup
lama seakan dunia hanya ada mereka bertiga ketiga aku berpikir wanita yang telah kunikahi ini sungguh hebat yah? hingga tak berotak dan lihatlah dirinyayang selalu mengatakan aku tak berhati nyatanya lebih tak berhati dihadapanku.
Jenggah melihat kemesraan mereka barulah aku bertindakengan rasa berkecamuk dalam dada aku melerai aksi pelukan mereka dan menggiring caca dengan paksa kekamar mandi yang ada dalam ruang inap, di kamar mandi kuluapkan semua amarah dan kerinduanku lewat ciumanku yang terkesan memaksa, awalnya caca berontak dan
menolakku namun lama-lama dirinya hanyut dalam cumbuanku.
baru saja aku akan menanggalkan pakaian caca namun suara tangisan twins menyadarkanku, sungguh dua setan itu sangat mengganggu gairahku, dengan terburu-buru akhirnya kami merapikan pakaian kami, ketika keluar dari kamar mandi, dihadapanku kedua baby sitter itu terlihat mencoba menenangkan twins itu menunduk sambil
__ADS_1
tersenyum malu-malu, entah apa yang mereka pikirkan namun aku tak peduli setelah twins tenang dan tertidur barulah kami mencari penginapan untuk kami semua mencari penginapan terdekat dari rumah sakit.