
Caca P.O.V
Pagi kembali menyapa dengan terik sinar, matahari yang menghangatkan kulit, aku terbangun karena cahaya mentari mengganggu mimpi indahku, huh rasanya sudah sangat lamaaku tidak merasakan tidur senyenyak semalam setelah aku tersingkirkan dan heiii tunggu kurasakan perutku didekap seseorang, dan waow lengan ini heiii tunggu kubalikkan tubuhku secara tiba-tiba dan orang yang bersamaku terganggu karena kuperhatikan dirinya
begitu intens dan sedikit menyentuhnya untuk memastikan tidak hanya itu aku sedikit mencubit sosok tersebut untuk meyakinkan diri bahwa seseorang yang kini terlelap dengan sangat damai dan tidak berpakaian itu adalah seseorang yang sama dengan seseorang yang selalu kubenci namun hatiku juga selalu merindukannya.
Hal itu kulakukan hingga berulang-ulang kali dan benar adanya orang yang menjadi objek telitianku kini merespon dan terbangun dengan gumam dan erangan tindakanku itu sangat mengganggunya, walaupun dengan mata yang masih setengah terbuka dirinya menatapku dan sedikit mengancam hah tatapan itu, aku merindukannya, kuperhatikan dirinya semakin intens dari ujung rambut hinggS dada bidangnya yang tidak tersembunyi dalam selimut beberapa menit melakukan hal yang sama sosok itu akhirnya membuka mulut dan menegurku.
“Kita sudah melakukannya semalam apa kau masih ingin reka adegan ulang nyonya?” ucapnya sinis namun masih dengan menutup matanya
“Dimas” ucapku lirih dan ambigo antara bertanya atau memanggil sosok dihadapanku kini
“Api caca panggil aku api”
“Dim”
"..."
"Dimas Putra Adipatih"
__ADS_1
"..." tsk ada jawaban dari dimas, walau begitu aku masih penasaran dan sekali lagi aku berkata
"Apinya anak-anak?" ujarku memastikan
“Mmm” gumamnya menjawab tanpa merubah posisinya kini.
“MISS YOU” bisikku lembut entah unntuk memberitahunya atau meyakinkan aku jika sosok yang begitu kurindukan kini benar-benar ada disampingku juga mendengarkan sesuatu yang sedari dulu ingin ku ungkapkan. aku sedang dimasa dimabuk asmara namun tenyata jawab Dimas hampir membuatku kehilangan akal, dengan santainya dia berkata
“Aku tidak punya uang chas ca dan ini terlalu pagi untuk merampokku”
Mendengar membuat melambungkan khayalanku ke masala lampau walau begitu perutku sedikit tergelitik, apa benar aku sedemikian yang selalu merebut hasil jerih payahnya hingga mencapku sebagai perampok. aku sudah tertawa riang tapi dimas malah mencari posisi nyaman agar tertidur kembali, seketika ucapan dimas aku tiba-tiba menyerangnya dengan bantal dan dimas yang tidak siap akan tindakanku hanya bisa mengaduh dan menghindar dan setelah lelah sendiri aku akhirnya berhenti sendiri dan menyadari jika ternyata tubuh kami tidak terbungkus apapun dan menyadari itu segera kutarik selimut dan melilitkannya pada tubuhku
“Heii iyaa aku memang perawan sebelum kau merenggutnya tuan” bantahku lala bersiap pergi kekamar mandi untuk membersihkan badanku dari bekas percintaan kami kemarin malam.
aku baru saja melangkahkan kaki, belum jauh dari tempat tidur, seketika dimas berkata
“Anak-anak lebih merindukanmu ati”
Mendengar itu aku tiba - tiba kehilangan keseimbangantubuhku dan terduduk lalu menanggis dengan dan tanpa suara, sungguh kata-kata dimas menembus sukma dan pemikiranku tidak tahukah dirinya aku lebih-lebih merindukan anak-anakku. Dan melihatku terus terduduk membelakangginya tiba-tiba dimas telah membekap tubuhku dengan tubuh telanjangnya dan bukannya menenangkan dirinya malah mengajakku menggulang malam panjang kami heiii dasar dan ketika kucerca dirinya dengan entengnya dirinya menjawab
__ADS_1
“ kau sudah sangat berdosa karena meninggalkanku dan menggabaikan tugasmu sebagai istriku jadi tebuslah dosamu sekarang” mendengar hal itu aku tentu saja ingi meledakkan amarahku tapi lagi-lagi aku kalah dimas dan mmm sentuhannya sangat memabukkan hingga mau tidak mau keinginannya tercapai kami melakukannya lagi dan lagi.
Pukul 5 sore kami baru meninggalkan hotel dan melakukan perjalan ke bandung namu karena kami sama-sama lelahnya kami memilih menggunakan pesawat agar lebih cepat sampai karena aku sudah sangat-sangat merindukan anak-anakku. Setibanya kami dirumah kulampiaskan semua rindukuku walaupun air mata ikut serta menemani namun kali ini berbeda, air mata ini adalah sebuah kebahagian karena bisa bertemu anak-anakku kembali.
Anak-anakku masih tumbuh dengan sehat walaupun tidak dengan hati mereka, hati mereka yang semakin rapuh setelah kutinggal pergi, apalagi fatih. Fatih kecilku fatih itu awalnya hany mengandalkan ASI tapi setelah kutinggal diriya dipaksa meminum susu formula dan itu tidak begitu membantu perkembangannya dibanding saat meminum ASIku, mereka semua terus menanggis dan tidak ingin dipisahkan dariku.
Aksi tanggis dan perebutan antara Daniel dan fatih juga semakin menambah drama kembalinya aku diistana milik dimas ini ketiganya tidak ada yang ingin mengalah hingga semua anak-anakku terlelap tidur.
Ada saja perdebatan antara mereka berempat. Dan Dimas tidak tahu malunya dengan usiany sekarang malah tidak ingin pada anak-anaknya itu dan itu semakin menambah keributan di rumah yang menjadi istanaku sebelumnya. Namun kini aku telah kembali, istana kecil yang kutempati kini akan ku sulap seperti sediakala.
Dimas Twins dan Fatih sudah menggisi ranjang yang kini di isi kami berlima, ya saking anak-anak tidak ingin berpisah denganku mereka menggawasi juga menggikuti kemana pun aku pergi, begitu pun saat ini mereka masih bersamaku kami kembali menutup malam yang kembali indah setelah kami semua bisa bersama,
Tuhan entah seperti apa aku harus berterimah kasih padanya namun yang kutahu inilah kebahagiaanku bersama dimas dan buntut-buntunya, dimas nomor kesekian bagiku dan mmm mengenai status pernikahanku dengan dimas kini, biarlah menjadi misteri untukku, jika aku dan dimas kini dalam dosa besar biarlah aku seperti ini tenggelam dalam dosa manis yang mungkin akan membunuhku suatu saat.
Aku tidak peduli kututup, kisah menyedihkanku kali ini dan kesegala kesedihanku, inikah yang dinamakan keluarga utuh dan bahagia sungguh sangat miris karena baru kali ini aku menyadarinya dan ini kisahku dan keluargaku terimah kasih tuhan dan terimah kasih sudah menjadi penentukan jalur cerita hidupku.
Inilah kisah babu si duren dan baby sitter twins karena mungkin statusku akan naik pangkat atau mungkin sebaliknya, Terimah kasih dan sampai jumpa lagi.
__ADS_1
LOVE YOU