BUDUBYNSITTER

BUDUBYNSITTER
LOMPOGEN


__ADS_3

Dimas P.O.V


“Mas bangun”


“Mas kemarin tuh Daniel ma Danisa sakit”


“Mas kamu kemana aja sih kami itu butuh kamu”


“Dimas aku hiks.. hiks kamu jahat”


“Mas jangan meluk meluk igh”


“Mas aku tuh ngak suka di gituin”

__ADS_1


“Mas twins bagusnya pake ini atau ini ya..?”


“Mas kamu itu harusnya bla bla bla.. dan bla lagi”


Dim dim dimas mas mas woii mas jawab pertanyaanku woiii dasar laki gagu gak guna mati aja sekalian dan masih banyak lagi ocehan-ocehan caca yang slalu mengganggu pendengaranku, wanita gila yang berstatus istriku itu selalu bilang suaraku seperti geranat meledak jika memarahinya, tapi tidak sadarkah dia, suaranya itu tidak ada bedanya dengan petasan betawi.


letusannya itu memang tidak menggelegar tap perdetik dan dalam jangka durasi panjang ketika meledak, tidak hanya aku yang selalu mendapatkan amukannya tapi twins juga.


sejalan dengan pertumbuhan twins caca semakin sering mengomeli mereka dan akan berakhir dengan tawa mereka bertiga, twins tentu belom mengerti apa yang dibicarakan caca lalu hanya akan membalas dengan cengiran, tepuk tangan dan tertawa tapi mungkin memang dasarnya caca itu kurang waras jadi tetap saja melakukannya berulang ulang kali.


jika marah caca selalu meninggalkan kamar tidur kami lalu menggunci dirinya di kamar twins, sungguh itu sesuatu yang membuatku rugi, walaupun begitu dirinya tidak pernah melupakan status juga tanggung jawabnya untuk melayaniku dalam segala ha terkecuali jika kami sedang bertengkar tentunya, semenjak ada twins emosinya gampang berubah - ubah membuatku semakin mendiamkan semuanya.


Hubungan kami memang tidak sewajar pasangan pada umumnya, setelah kabar pernikahanku tersembar, cerita burung mendatanggi pernikahan kami dan tentu saja caca yang menjadi gunjingan semua orang.

__ADS_1


mereka beranggapan caca itu murahan, sengaja menyerahkan tubuhnya kepadaku untuk kutiduri, lalu dengan alasan anak-anakku caca menjebakku untuk menikahinya sungguh kabar itu memuakkanku, mulut - mulut sampah mereka begitu mudah berkomentar tanpa tahu faktanya, entah kenapa kabar itu membuat aku dan kedua orang tuaku murka lalu bertindak mengatasi masalah itu.


aku memecat orang yang mengosipiku dan orang tuaku yang memenjarakan mereka dengan kasus pencemaran nama baik, kabar itu ternyata sampai di telingga caca namun lagi wanita gila itu tidak peduli sama sekali,  dirinya malah bersyukur jika orang lain beranggapan jika twins anak kandungnya.


yang terbayangkan olehku caca akan senang mendengar kami menghukum mereka tapi nyatanya caca malah berkomentar jika kami jahat dan tidak memilikirkan kehidupan orang lain, sungguh sebenarnya terbuat dari apa otak dan hatinya wanita ini.


Jika diberi pilihan mengantikan caca dengan orang lain, aku akan menjawab "TIDAK, KAU SAJA MENGGANTI OTAKMU ITU", aku sudah terlalu nyaman bersama istriku, sudah terbiasa dengan semua ekspresi wajah juga amukannya, hanya orang - orang bodoh yang meninggalkan sisi nyamannya karena hal yang belum tentu jelas jalur ceritanya seperti apa.


kau tahu wanita dan hidup mereka itu menyusahkan cukup satu saja hampir membuatku mati berdiri karenanya jika ditambah bella - bella lain rasanya aku lebih memilih menjadi pembunuh berdarah dingin dibanding membiarkan hidupku di hancurkan oleh jalang - jalang bertopeng seperti mereka.


Hanya wajah dan tubuhnya yang kuharap menemani masa tuaku nanti, entahlah perasaan apa yang ku miliki untuknya aku pun tidak tahu namun aku lelaki, konsisten dengan ucapannya, lebih mengutamakan nalar dibanding hati, kami para lelaki layaknya rubah mudah memanipulasi segalnya tapi tergantung dengan wanita yang mendampinggi kami.


Tanggung jawab dan beban yang kami tanggung sudah melelahkan jika ditambah dengan desakan - desakan dari wanita tak berotak rasanya sangat wajar jika kami mencari yang lebih baik tapi hanya lelaki bangsat yang membandingkan wanita dengan wanita lainnya so menurutku jahui wanita jika kau tidak ingin terjebak kedalam drama panjang yang melelahkan juga membosankan, semua itu tidak akan lepas dari hidup jika berurusan dengannya.

__ADS_1


Hingga sampai saat ini aku merasa wanita adalah seumber masalah tapi tanpa masalah hidup takkan seliku-liku ini, aku kadang berpikir lebih baik tidak menggenal dan hidup dengan wanita tapi itu hanya angan semata.


__ADS_2