BUDUBYNSITTER

BUDUBYNSITTER
Episode 59


__ADS_3

taxi yang kutumpanggi terus melaju kecepatan sedang menggelili kota bandung tanpa arah juga tujuan


yang pasti, supir taxi terus bertanya harus kemana untuk mengantarkan dan kujawab dengan gelengan kepala dan tanggisan yang terdengar semakin pilu.


supir taksi tetap melajukan mobilnya walau bibirnya juga ikut melaju dengan kecepatan cahaya. aku tak tahu apa yang ada dikepala supir itu kala melihatku menanggis pilu namun kalimatnya sedikit menggangguku, dia berkata


"anak muda sekarang memang kalo ada masalah sedikit-sedikit kabur, pisah lalu cerai, kalo memang masih sayang harus berjuang dong masa masalah sepeleh saja sudah minta cerai"


"..." tak ku hiraukan dia tapi sekali lagi supir itu berkata


"adek juga jadi istri jangan ngedrama deh, suka bikin masalah tapi ngak mau bertanggung jawab malah seakan dia yang teraniaya dalam pernikahan" ujarnya masih dengan nada dan intonasi santai


si sopir santai tapi tidak denganku, aku seketika dibuat marah hingga dengan kasar aku berkata


"bapak jangan sok tahu dengan masalah saya, bapak tugasnya nyupir bukan jadi penasehat pernikahan"


"anak muda sekarang memang kalo dibilanggin suka ngeyel ya?" katanya bermonolog pada dirinya sendiri sebenarnya namun tetap terdengar olehku.


aku sangat berang dibuatnya tapi tak bisa berbuat banyak karena ternyata dia menggantarkanku menuju bandara dan tidak mungkin aku meminta turun kala tanda larangan berhenti terpasang sepanjang jalan. dengan kecepatan sedang kini mobil sementara memasuki lobby mobil dan benar dengan terburu-buru aku keluar lalu mengambil semua barang milikku tidak lupa juga membayar bapak sok tahu itu.


jujur melihatnya tersenyum bijak membuatku meradang, aku tidak suka kala dia mengomentari hidupku seakan tahu segalanya, dengan wajah kusam aku melangkah meninggalkannya dibelakang sana, namun belum jauh aku melangkah suara si supir seketika menggintrupsi dan membuatku berbalik menatapnya inens. dalam kebisingan dan keriuhan bandara dia berkata


"bersenang-senanglah, pergi kebali dan untuk mendapatkan yang baru, obat mujarab untuk hati yang patah adalah membuat hati itu beralih pada orang yang layak" teriaknya padaku.

__ADS_1


sudah tidak ku hiraukan dia, dengan langkah lunglai kuseret kaki dan beberapa koper menuju ruang tunggu, bali memnag terdengar menjanjikan untuk hati yang sepi juga mata yang kelaparan akan ketampanan lelaki berbeda negara juga  tempat yang bagus untuk berlibur apalagi para pengunjung akan disuguhi sunset juga tradisi seni yang sangat menarik.


jika suasa hati mendukung jelas tempat itu semakin menambah kebahagiaan namun dengan kondisi pikiran dan perekonomian yang sebenarnya cukup hingga tiga tahun kedepan tapi sungguh aku membutuhkan anak-anakku, sebenarnya aku sudah sedari dulu menyiapkan diri juga menahan perasaanku agar tidak terlalu larut dalam perasaan dan kebahagiaan yang ada ketika berada di disaat-saat seperti ini tapi tetap saja rasanya sungguh menyakitkan.


melamunkan membawaku melambung entah kemana, nasib yang tidak tentu arah setelah semua kebahagian dalam dihidupku sirnah dengan sekejab mata, kuusap perut rataku tempat bersemayam putraku selama sembilan bulan lamanya namun kini setelah berhasil menantang dunia, fatih kecil harus dipisahkan dari ibu juga rumah pertamanya huh anakku, sungguh aku merindukannya, hingga seseorang menggejutkanku dan membawaku


kembali kealam sadar jika kini aku dikeramaian dan menjadi pusat perhatian karena ternyata barangku-barangku mengganggu orang lain.


orang tersebut cukup prihatin terhadapku yang terlihat begitu menggenaskan, rambut acak-acakan membawa banyak koper, mata yang yang sembab sangat tergambar jelas jika kini aku dalam masalah besar dalam hidup. juga menunjukkan sikap simpatinya dengan memberiku sebotol air minum dan beberapa lembar roti, dari pembicaraan kami sempat berkenalan dan saling berbagi informasi mengenai kisah hidup kami masing-masing. namanya mahmud atau biasa juga disapa mumu.


mumu ini seorang pria kemayu yang bekerja dan menjual jasa merias pengantin juga menyediakan pelaminan serta dekorasi pesta yang lebih kerennya disebut time organezer bedanya mumu hanya diperjakan oleh orang-orang biasa dikampungnya mumu ke bandung untuk mengikuti workshop make up salah satu trend ternama yang dilakukan beberapa hari lalu dan kini dirinya akan kembali kekampungnya, mumu orang yang luwes dan asyik untuk diajak bercerita karena pembawaanya yang periang membuat orang lain sangat mudah akrab


dengannya.


kekerjakan dan akan belajar hal-hal baru ditempat yang baru. mendengar permintaanku tentu saja mumu memberi sikap hati-hati tapi dengan tatapan memohon akhirnya mumu setuju dan setelah itu aku akhirnya berlari ke tempat


jualan tiket dan memesan kursi yang bersampingan dengan mumu namun sayangnya aku tidak mendapatkan keinginanku, kursi tersebut telah ditempati oleh orang lain, mau tidak mau aku akhirnya setuju saja asalkan satu pesawat dengan mumu.


dipesawat aku terus memandanggi awan-awan yang begitu indah namun sayang suasana hatiku tak seindah ciptaan sang pencipta, bayang-bayang kebahagiaan juga tanggisan anak-anakku terus memenuhi pikiran jadilah aku hanya menatap kosong dan tanpa kusadari pesawat telah mendarat dengan sempurna di bandara Soekarno-Hatta Makassar.


mumu membantuku untuk membawa barang-barangku yang cukup banyak dan ternyata tempat tinggal mumu sangat jauh dari kota makassar yang kini kami singgahi, untuk ketempat tinggal mumu kami harus menggunakan transportasi mobil selama 4 hingga lima 5 jam lamanya barulah kami akan sampai di kota Pinrang.


teman mumu yang menjemput kami dibandara jadi kami tidak harus menggunakan mobil umum, dalam mobil aku kembali memikirkan anak-anaku, hingga tanpa sadar aku tertidur dan tersadar ketika mumu membangunkanku karena kami sudah sampai ditempat tujuan. kota pinrang adalah kota kecil yang didominasi masyarakat

__ADS_1


beragama islam dan beretnis bugis.


kota pinrang sendiri tidak beda jauh dari kota-kota lainnya yang lumayan padat penduduk  dan sifat gotong royong


masih dibudayakan. ketika sampai di sana aku benar-benar bersyukur karena sudah memiliki tujuan selama pergi dari kehidupanku yang dulu.


rumah mumu terbilang sederhana namun sangat layak untuk dihuni, mumu tinggal bersama ibu dan adik-adiknya. saat pertama kali melihatku ibu mumu yang bernama nurlelah menyangka jika aku ada calon menantunya namun untungnya mumu menyangkal hal itu. ibu lela sangat baik dan juga ramah namun yang membuatku binggung adalah bahasa mereka yang terdengar aneh ditelinggaku.


hal pertama yang membuatku tidak menggerti dan binggung saat itu adalah saat kami makan malam, begitu kami duduk di kursi makan ibu lela terus menyuruhku makan namun dirinya tidak sadar jika menggunakan bahasa yang tidak ku menggerti sehingga aku hanya bisa cengegesan dan garuk garuk kepala, hingga karena tidak ingin lama-lama dalam kebingungganku aku menanyakan isi kepalaku pada mumu


"mu mama kamu nyuruh aku makan mie tapi ngak ada mie atas meja" bisikku namun mumu bukannya berkomentar malah tertawa terbahak, dan tidak berperasaannya mumu menggatakan pertanyaanku sehingga adik juga ibu lela terbahak bersama-sama.


 mereka terus tertawa dengan lepas tanpa memperdulikanki yang semakin binggung hingga mumu berhasil menggatur tawanya dirinya akhirnya menjelaskanku menggenai bahasa imbuhan yang biasa mereka gunakan seperi ( MI, JI,  JE dan TO ).


bahasa bugis ternyata cukup sulit untukku, belum lagi jika mereka menggunakan bahasa bugis atau bahasa konjo beggg bahasa burung-burunglah yang terdengar. pernah juga sekali seseorang berkata pada mumu dan ucapannya itu lagi-lagi membuatku berpikir sebenarnya orang bugis itu seperti apa sih kosa kata dan dialeg mereka sangat beragam belum lagi jika aku bertutur kata seakan mengajak adu gulat semakin garuk-garuk kepalah aku na.


** “mu lo ko minung teng mbok”


** “maga siko lo ckaccaaki iro\, anu makannja ni iro mabbanggo-banggo ladda iya nigasih suro ko ?” dengan intonasi tinggi dan menunjuk-nunjuk sesuatu tapi anaehnya keduanya tertawa setelahnya nah what this is aieeee dunia mana ini bumi bumi mana bumi.


sepertinya aku harus belajar banyak dari mumu belum lagi jika mereka menggunakan bahasa bugis yang sungguh ingin membuat lidah keseleo dan cara bicara yang cukup cepat dan dengan suara yang keras, belom lagi jika mumu bertemu dengan teman-temanya yang sesama waria, huh terasingkanlah aku. dulu jika mereka berbicara aku sampai berpikiran jika mumu ibu dan adik-adiknya serang bertengkar karena tidak menyukai kehadiranku tapi nyatanya tidak karena kata mumu memang cara orang bugis berbicara seperti itu. sungguh bahasa mumu itu aneh.


beberapa hari tinggal dengan keluarga mumu sangat menyenangkan karena ibu lelah juga orang yang baik dan selalu mengajakku berkeliling kota pinrang, ibu lela memiliki keluarga yang banyak dan cukup dipandang oleh orang-orang banyak karena kinerja mumu yang sangat bagus, banyak orang-orang yang mendekatkan diri pada ibu lela agar saat akan melakukan pesta mereka bisa mendapatkan sedikit potongan harga karena walaupun mumu sedikit melenceng namun sangat patuh dan terlihat jelas sangat menyayanggi ibunya jadi apapun yang ibunya pinta akan dituruti yaaa walaupun untuk kebutuhan biologis dan pergaulan mumu termasuk dalam penggecualian namun ibu lelah mau tidak mau harus menggerti akan pilihan mumu.

__ADS_1


__ADS_2