BUDUBYNSITTER

BUDUBYNSITTER
SARAP MEMANG


__ADS_3

Akhirnya kami pulang ke bandung. Kali ini berbeda jika kemarin kami hanya berempat kali ini dimas menyuruh orangnya untuk menyupiri kami.



Sedari tadi wajah Dimas terlihat menyeramkan juga lucu sekaligus. Wajah dingin miliknya masih Nampak jelas tapi ruam-ruam merah itu sedikit mumudarkan ketakutanku juga menggundang rasa kasihan padanya.



Villa itu hanya memiliki satu kamar jadilah dimas yang tidak bisa masuk kamar tepaksa tidur diruang tamu, ruangan tamu memang masih hangat tapi banyak nyamuk dan itu yang membuat Dimas marah, Sepanjang perjalanan dia sibuk menggoleskan minyak angina pada kulitnya.



Dengan ragu-ragu aku berkata “Mas mm sini aku bantu” kataku lembut



“tidak sok perhatian setan kecil”



“ya ellah gitu aja kok dendaman banget, sini ucucuk ucukk anaknya caca mana yang sakit sayang”



“Diam kau” Bentaknya seketika dengan suara keras dan hampir saja membangunkan twins yang tertidur



“ssstt iya aku minta maaf ya” kataku menggibah



“….” Dai memilih tak menjawab dan pura-pura tertidur



“…” aku juga kini memilih diam karena jujur aku merasa bersalah



Mobil menjadi kini terasa begitu mendekam. Hanya suara mesin radio yang menggisi pendengaran kami.


__ADS_1


Twins sudah tenang kembali dan supir masih menggerjakan tugasnya. Melihat Dimas masih damal suasana hati yang buruk aku berbisik ke supir dan berkata “Pak berhenti sebentar didepan ya, saya mau pindah kedepan”



Sang supir sempat merasa binggung, jelas demikian karena didepan mana yang kumaksud sedangkan didepan hanya ada dua kursi yaitu kursi penggemudi dan satu penumpang, kursi itu jelas sudah dikuasai oleh dimas tapi aku tidak peduli. Supir benar menggikuti keinginanku.



Dengan brutal aku melangkah kedepan dan duduk di atas pangkuan dimas. Dimas bahkan sangat terkejut dengan perbuatanku tapi aku tak peduli. Ketika sudah duduk nyaman dipangkuan Dimas aku berkata pada supir itu “Maaf ya pak, bisa keluar sebentar ada yang ingin saya selesaikan dengan boss” Kataku nyengir kuda dan tanpa rasa bersalah.



Si supir dengan patuh menggikuti perintahku, sedangkan dimas hanya menatapku heran sedari tadi. Setelah memastikan supir keluar dari mobil aku menggarahkan wajah dimas agar bersitatap denganku lalu aku berkata “maaf ya, aku tidak taku kalo jadinya akan seperti ini” kataku menggiba.



“…”dimas masih diam dan mencoba menggalihkan pandangannya kearah lain namun sebelum hal itu terjadi kulekatkan bibir kami dan kuisap bibir ramu milik dimas dengan penuh nafsu, untung saja dimas merespont tidak kalah agresipnya jadi kami sempat bermesraan kala itu.



Mata dimas kini memandangku penuh gairah, aku juga merasakan juniornya sudah berdiri dengan begitu kokoh dibawah sana namun untung dia masih mampu menahannya jadi kami tak melakukan hal gila tersebut ditempat itu juga.



Mobil kembali melaju dan kembali disupiri oleh orang yang tidak kutahui siapa namanya. Dimas masih tenang hingga kami melewati tempat pon bensin Dimas ngebet untuk kami berhenti sejanak. Jelas dimas ngebet ternyata ditempat itu ada pempat peristorahatan dan dengan gesitnya dimas membawaku ketempat itu setelah menitipkan twins pada supir kami.




Setelah selesai bermain pompa ban dengan Dimas aku keluar dari motel dengan wajah merah menahan malu, bagaimana tidak ini masih terang benderang tapi Dimas sudah nafsuan, mana disana banyak supir mobil umum yang istirahat lagi alias banyak mata yang menyaksikan kami masuk dan keluar dari motel itu



Dalam mobil menggumpati Dimas. aku berkata “Harus sekarang banget ya pak buka puasanya”



Dan dibalas dengan kaliamat “Kau yang memancingnya nyonya jadi pertanggung jawabkan”



“suka banget suka orang bertanggung jawab, tapi pas kebalikannya udah kayak nyuruh dajjal sholat”

__ADS_1



“bacot, buktinya kau menedah juga kan?”



“oghhh tuhhannn, dalam suasana apa kau menciptakan makluk seperti dia” Geramku



"Apa gunanya kau bertanya?"



"biar tahu gimana cara memuskanmu tuan"



"kau yakin"



"tidak tapi sedang sangat-sangat melakukannya"



"kau selalu kalah dariku, kau yakin bisa menang?"



"aku tidak bisa tapi tuhan bisa menjadikanmu abu sektika dia mau"



"ya jelas tapi kau akan ikut bersamaku"



"harus banget, setan ma tempatnya dineraka"



"jika aku iblisnya kau adalah pasangannya bukannya pasangan harus selalu bersama?"

__ADS_1



"Cih selalu bersama" kataku mencemoh.


__ADS_2