
Entah julukan apa yang cocok untuk wanita setengah - setengah ini, dirinya benar - benar menguji kesabaranku, aku telah membiarkannya bertindak sesuka hati dikantorku namun ternyata dia masih belum puas hingga dengan mudahnya dia memasuki apartemen tanpa seizinku.
aku menyukai keberaniannya awalnya kupikir dirinya datang untuk menyerahkan dirinya padaku, tapi ternyata dia tidak sendiri, mahaldica datang juga membawa dua makluk yang tidak pernah kuakui keberadaanya.
aku tidak terlalu konsen mendengar semua makiannya mataku hanya tepokus pasa dua gundukan milik gadis itu begitu nampak jelas di kemeja hitam milikku.
selama berada di apartemenku wanita ini masih bertingkah jual mahal, padahal aku yakin dirinya tidak ada bedanya dengan wanita lain.
bella suka mengulur - ngulur waktu sebelum dirinya sendiri yang datang dan menyerahkan tubuhnya untuk kunikmati namun ternyata tebakanku salah wanita ini lebih cerdik dibanding bella, mahaldica ingin ada pernikahan diantara kami terlebih dahulu agar bebas menggarap hartaku.
beralasan untuk twins dia enggan mengorbankan mahkotanya untukku tanpa ada status diantara kami, aku hanya berdecih mendengar perkataanya lalu meninggalkannya, dan tanpa kata aku mengiyakan keinginannya.
__ADS_1
awalnya aku hanya akan melakukan hal yang sama seperti kulakukan pada jalang itu, namun ketika aku melihat sorot matanya yang penuh ketulusan juga saat tanpa sengaja aku memperhatikan caranya bercengkrama dengan kedua bayi itu membuat hatiku menghangat, bohong jika aku tidak melihat gambaran wajahku pada kedua anak itu, namun perasaan terlukaku lebih mendominasi membuatku selalu menutup semua fakta yang kutemukan bahwa mereka darah dagingku.
Sebenarnya apa yang terjadi padaku, di pernikahan kedua ini, aku membiarkan orang kepercayaanku mengatur pernikahan bersama gadisku itu terkesan jika aku menyiapkannya begitu sempurna dengan tema garden party.
tanpa sadar aku telah mengundang semua kolegaku dan para karyawanku tanpa tersisa hal ini tentu diketahui oleh orang tuaku namun tidak tahu karena apa mereka lebih merespon dan seakan membiarkan saja semuanya berjalan lancar tanpa hambatan apa pun dari mereka.
Aku begitu kerkesima saat melihatnya menggunakan gaun pilihanku, dan setelah menyelesaikan segala acara nafsu itu menguasaiku tanpa babibu kuminta hakku sebagai suaminya.
Gadisku, mmm rasanya cukup aneh menyebutnya seperti itu, tidak pernah terpikirkan olehku perjalan hidupku serumit ini namun tidak ada penyesalan untuk wanita dalam dekapanku ini jiwa pemberontaknya meluluhkanku dengan mudah dirinya benar - benar wanita yang sulit kuterkan.
__ADS_1
walaupun sudah resmi menyandang status istri dari dimas putra adipati pengusaha ternama namun tidak ada yang berubah dari sikap dan pakaiannya, dirinya juga lebih banyak menggunakan uangku untuk kedua anak itu.
kuakui pengasuh yang baik, dirinya begitu tlaten mengerjakan semuanya walaupun dibantu oleh empat bebysitter namun kurasa mereka hanya berfungsi sebagai teman bermain untuk twins.
Ada ungkapan bahwa bisa karena biasa sepertinya cocok menggambarkan kondisiku saat ini, caca beserta darah dagingku sudah menjadi duniaku walaupun rasanya masih enggan untuk mengakuinya, tapi itulah faktanya senyuman daniel dan danisa menghilangkan rasa lelahku,otak dan tubuhku berperang namun hatiku sudah mengisinkan mereka selalu dekat denganku.
Twins seperti itu wanita gilaku memanggilnya mereka tumbuh dengan baik, mereka di didik begitu penuh dengan kebaikan, semua ocehan istriku bersama twins kadang membuatku menggangapnya mereka gila tapi tawa dan amarahnya mengisi hari - hariku.
terkadang aku menemaninya untuk menidurkan twins walaupun aku hanya bertindak sebagai penonton dirinya sudah tersenyum dan memberiku imbalan dengan membiarkanku melampiaskan nafsuku padanya.
__ADS_1
Tidak terhitung sudah berapa kali kami melakukannya tapi rasanya masih sama seperti pertama kali aku mendapatkan hakku, dirinya begitu mahir merawatku dan twinsnya, tanpa sadar aku telah bergantung padanya dan akan merasa marah jika dirinya lebih mendahulukan twins dibanding aku, kuakui aku egois namun inilah aku, aku enggan untuk berbagi walaupun pada dua bayi yang belum tahu apa - apa.
Aku tidak tahu apa yang akan terjadi jika mereka meninggalkanku, aku dan caca tidak memiliki perasaan apa pun, pernikahan ini hanya bertahan untuk twins, aku ragu jika caca masih akan bertahan bersamaku jika twins sudah remaja, dan apakah daniel dan danisa akan mengerti jika mengetahui fakta dibalik sikap kasarku pada ibu kandung mereka itu hal itu kadang menggangu pikiranku namun sikap dan perhatiaan caca membuatku memilih menikmati dibanding membayangkannya, aku tak tahu kapan saat itu benar - benar tiba, takdir itu masih menjadi misteri untukku saat ini