BUDUBYNSITTER

BUDUBYNSITTER
WONG EDAN


__ADS_3

Seperti biasa hariku di penuhi kesibukan, yang diisi oleh kebutuhan dua malaikatku dan iblis besar yang sangat menyusahkan dan sialnya iblis itu berstatus suamiku saat ini.


aku memang memperkerjakan dua ART dari apertemen dimas yang dulu mereka sudah tentu tahu story pernikahanku dengan dimas dan empat babysitter baru setelah kami menempati rumah baru kami.


jika renggang aku menggusahakan untuk mengerjakannya sendiri, rasanya sayang sekali melewatkan momen - momen dalam perkembangan twins saat mereka sedang luc - lucunya setiap hari.



Setelah memandikan twins dan menyerahkannya pada baby sitternya, aku harus kembali ke kamar untuk membangunkan dimas dan menyiapkan pakaian yang akan dia gunakan juga tidak lupa sarapan paginya yang tiap harinya harus berbeda - beda.


dimas memang mudah merasa bosan dengan makanan, sama seperti twins mereka memiliki selera makan yang unik, jadi jika pagi hari aku dan para ART menyiapkan banyak jenis makan untuk dipilih dimas.


tahukan dimas itu dingin dan malas untuk berbicara, dimas hanya akan mengeluarkan suaranya untuk memerintah dengan jelas dan padat jadi kami sang pendengar harus cepat tanggap dan mengerti keinginannya tanpa diperintah untuk kedua kalinya, atau saat dimas memaki kami, maka bersiap siaplah telingga kami akan tersumbat dengan amukannya oggg dan jangan lupakan aura mematikan dimas yang kadang membuat kami membutuhkan kamera tersembunyi untuk melambaikan tangan saking tidak sanggupnya kami menghadapi dimas setiap detiknya.


Suka heran deh manusia jenis seperti itu, sesuka hatinya sekali untung milyader kalo ngak aku yakin hidupnya tidak ada nyaman - nyamannya sama sekali, dan anehnya twins mengikuti hal itu entah ikatan batin dari mana karena walaupun twins darah daging dimas tapi mereka jarang benar - benar berinteraksi, itu pun hanya sekali waktu aku mengurung mereka di kamar mengunci mereka dikamar.


aku tidak tahu apa yang terjadi selama sejam itu pada twins, selebihnya jangankan saling menyentuh melirik pun enggan, tapi setelah kejadian itu ketika twins melihat dimas, daniel dan danisa akan mengoceh tiada hentinya seakan memanggil dimas untuk bermain bersama mereka.


Seperti pagi ini sambil memainkan makanannya twins terus bergerak dan mengoceh dengan bahasa planetnya, melambai - lambaikan tanganya pada dimas namun tidak ditanggapi dimas sama sekali, hingga dimas menyelesaikan sarapannya dirinya hanya berdiri dan meninggalkan meja makan tanpa melirik twins sedikit pun.

__ADS_1


Dimas tidak pernah lupa memeluk dan mengecup keningku ketika akan berangkat bekerja namun tidak pernah mau menyentuh twins walaupun aku memaksanya, seandainya twins sudah dewasa entah protes seperti apa yang akan mereka katakan ketika mendapatkan sikap seperti itu dari dimas.


Setelah bermain dan menidurkan twins siang ini seseorang datang membawa sebuah bingkisan besar berisikan bingkai foto pernikahanku, sangat elegan, mewah, dan dalam foto itu juga terlihat sangat romantis dimas menatapku penuh damba, menuntunku berdansa dengan hati - hati, tergambar jelas saat itu aku merasa canggung menjadi pusat perhatian para undangan namun genggaman dimas tetap menuntunku dan hanya menjadikannya pusat perhatianku saja.



Komentar dari kedua ART lagi -lagi menyadarkanku bahwa selama kami menikah dimas memperlakukanku begitu berbeda dengan mbak bella.


mbak darti berkata "non caca sangat beruntung dicintai tuan"


"cih cinta?, aku malah merasa jika dia mempertahankanku karena tidak terlalu banyak menuntut"


"memangnya bagaimana pernikahan mereka yang tidak aku tahu?"


"tiada detik yang nyonya bella coba untuk merebet perhatian tuan, nona"


"misalnya?" tanyaku heran, bukankah hampir seluruh tubuh mbak bella enak dipandang bukannya laki-laki suka yang seperti itu?


"gonta-ganti laki-laki yang nyonya bawa pulang kerumah ini tapi tuan seolah tidak pernah mengganggap nyonya bella ada dimuka bumi ini" katanya sedikit berdesis diakhir kalimat.

__ADS_1


"mmm aku binggung dengan tuanmu mbak" keluhku sembari menghembuskan nafas kuat.


"nona pokoknya lebih beruntung dibanding nyonya bella, semoga nona bisa bertahan ya dengan tuan" harapnya dengan sunguh-sungguh


"entahlah mbak, aku juga kalo bukan karena twins mungkin sudah menyerah sedari dulu"


"tuan sudah begitu perhatian dengan anda nona, semoga nona tidak bertindak bodoh dengan pergi, dulu jangankan berfoto, memakai cincin pernikahan, mengakui telah menikah saja dimas enggan" katanya.


ya benar, pernikahannya seakan rahasia negara, waktu itu pun aku mengetahui mbak bella istrinya dimas karena aku mendesak mbak bella memberitahuku, dan hanya orang - orang tertentu yang mengetahui pernikahan mereka.


entah apa yang ada di pikiran dimas saat itu, sedangkan jika dibandingkan dengan mbak bella, mbak bella jauh lebih baik dariku dalam segala hal namun ya dasar dimasnya saja yang kurang waras jadi lebih manusiawi padaku.


Entah kesalahan apa yang terjadi antara mbak bella dan keluarga dimas sehingga orang tua dimas pun enggan menggunjungi cucu - cucunya, padahal hanya mereka yang bisa memberi tahu apa yang terjadi pada pernikahan dimas dan mbak bella namun lagi - lagi aku tak menemukan setitik pencerahan, setelah menikah aku sudah tidak pernah melihat orang tua dimas, dan setiap aku bertanya tentang orang tuanya dimas tidak akan menjawab pertanyaanku.


berbeda ketika aku membahas mengenai mbak bella dan twins dimas akan menanggapinya dengan penuh amarah dan akan menimbulkan perdebatan antara kami lalu pada akhirnya dimas akan melampiaskan amarahnya dengan menyetubuhiku dengan paksa dan kasar berulang kali.


Bolehkah aku berbangga hati, jika aku spesial untuk dimas, dimas begitu mudah membiarkanku masuk dalam kehidupannya, menghamburkan uangnya tanpa batas, dan tanpa kata dia mengiyakan semua permintaanku begitu saja. dibandingkan mbak bella dan twins jalan yang ku tempuh begitu mudah rasanya tanpa hambatan sedikitpun. ataukah harus sadar dari mimpi indahku jika semua ini hanya intrik dimas untuk mempermainkanku dan suatu saat dimas akan membuatku menggalami apa yang dialami mbak bella dulu, terabaikan saat mengandung dan terlantar ketika sudah tidak mampu memuaskan nafsu dimas lagi.


Hanya pikiran - pikiran itu yang terbersik di otakku ketika memikirkan dimas, entah sampai kapan aku berada di posisiku saat ini yang jelas jika boleh aku ingin ini selama jika bukan untukku, biarkan ini untuk twins agar mereka bisa hidup layak tanpa kekurangan seperser pun seperti anak - anak yang terlantar dijalanan karena jika aku lepas dari dimas entah seperti apa hidupku dan twins nantinya.

__ADS_1


__ADS_2