BUDUBYNSITTER

BUDUBYNSITTER
YANG WARAS NGALAH!


__ADS_3

mata kami bertatapan, aura membunuh seketika yang kudapatkan dari dimas, jujur aku takut tapi dengan memasang senyum bodoh aku berkata


"eghh bapak dimas apa kabar pak, makin cakep aja pagi ini hehehe" kataku masih mempertahankan kebodohanku.


"cih" balasnya menggejek


"bapak sudah tidak ada kepentingan dengan anak-anak kan pak? saya ngambil mereka ya hehehe waktunya makan dan tidur soalnya hehee" kataku panjang lebar tapi sungguh itu hanya cara yang kugunakan agar menggalahkan debaran jantungku.


"sedari dulu memang saya tidak memiliii urusan dengan dua kurcacimu ini"


"hehehe bapak maah gitu, monggo pakk" kataku gugup lalu dengan buru-buru kuambil alih kedua balitaku.


aku baru menggambil daniel karena daniel yang jaraknya paling dekat dengan Dimas aku takut dimas berubah pikiran dan menghalanggiku, selanjutnya kuraih danisa.


aku menggendong mereka sekaligus dipinggang kiri dan kanan, walau berat namun kupaksakan. dimas tetap diam dan hanya memperhatikan semua gerakanku.


aku membawa mereka sejauh mungkin dari dimas walaupun sebenarnya hal yang kulakukan adalah untuk menyelamatkan diri sendiri dari pembunuhan sadis ataupun paksaan dari dimas untuk memuaskan nafsunya.

__ADS_1


tahukan dimas itu kasar tapi masih memiliki sifat manusiawi yang digantikan dengan pelampiasan nafsu yang ighhh biar aku dan dirinya yang tahu.


Kuayunkan kakiku dengan secepat mungkin sebelum dimas mulai menghadangku nantinya, kembali kudekati pintu namun suara dimas membuat bulu kuduku merinding kutatapi dirinya dengan menyengir ala kadarnya menutupi perasaan yang kurasakan kini namun kata-kata dimas semakin menusuk pendengaranku tidak ingin semakin terintimidasi dengan dimas dengan angkuh, dirinya berkata


"aku baru tahu kau begitu kuat"


"hehehe" cwnggirku bodoh


"kau mampu menggemdong mereka berdua tapi kenapa selalu kalah diranjang olehku"


"..." aku tak bersuara dan pura-pura tuli saja.


"saya belum gajian tuan, permen saja sebagai gantinya gimana"


"desahanmu lebih manis dibanding permen nyonya"


"cabul"

__ADS_1


"puaskan aku baru kesalahanmu kuampuni"


"oghh tuan begitu pendendam rupanya"


"ya atau tidak sama sekali" katanya


"baguslah kalau tidak, aku tidak harus meladeni nafsu hewan anda tuan" kataku sarkis.


"jika aku hewan kau santapan hewan ini nyonya"


"tanpa kau beritahu aku hafal tuan permisi" kataku menggakhiri perdebatan kami.


kutinggali kamar kami dan membawa twins kekamar tidurnya, menggurusi twins dan menidurkannya kembali akhirnya mampu menggalihkan pikiranku pada ucapan dimas.


huh sungguh batin oh batin fisikku mampu bergerak seolah-olah tidak terjadi apa-apa tetapi ragaku tetap saja terganggu.


Lelah batin dan fisik akhirnya aku ikut mengistrahatkan ragaku bersama kedua duniaku, sebelum kesadaranku hilang dengan sempurna kulihat dimas memasuki kamar dan memperhatikan kami bertiga dengan pelan-pelan kulihat dirinya mendekat dan kasur yang kutempati sedikit bergerak tidak hanya itu aroma farpum dimas kini memenuhi penciumanku disusul dengan pelukan hangat yang selalu kudapatkan dari dimas huh sungguh rasanya nyaman ini sungguh penggantar yang sangat nyaman untukĀ  menyelami dunia mimpi.

__ADS_1



__ADS_2