
Aku terbangun diruangan bernuansa putih terang namun hanya sunyi yang menemani rasa ngilu di punggung tangan membuatku sadar ada selang infus yang kini menjulang hingga ketiang penggantung inpus yang kini terhubung ke urat nadiku, tidak lama setelah aku tersadar seorang dokter dan beberapa orang suster masuk keruangan yang kutempati dengan wajah sumbringan akhirnya mereka mendekati dan menjelaskan keadaanku saat ini.
mendengar penjelasan dokter yang bername tag rustam mengatakan jika aku hamil dan hampir keguguran namun untuk lebih memastikan kondisi janin mereka akan melakukan usg terlebih dahulu perasaanku menjadi sangat was-was namun bahagia, bahagia karena aku menggetahui ada kehidupan baru dalam perutku tapi harus was-was karena takut jika kisah twins terulang juga pada calon anakku.
Huh, twins baru setahun lebih, malah harus mendapat rival baru yaaa issss aku rasanya ingin merealisasikan memotong junior dimas, dimas dan nafsunya benar-benar membuatku gila, kemarin aku masih ingat jelas dirinya memaksaku tuk melayani kebutuhan biologisnya dan berakhir diruang inap dengan kabar kehamilan yang membuatku binggung, iya binggung harus berbuat apa pada kehidupanku dan ketiga anakku.
Belum terjawab pertanyaanku, tiba-tiba dimas masuk ketika dokter menyerahkan foto
hasil usg, dengan gaya coolnya kini dimas melangkah mendekatiku lalu
memperhatikan foto yang kupegang, dengan wajah datar dan aura dingin dimas
__ADS_1
akhirnya membuka pembicaraan dengan dokter yang tadi memeriksa kandunganku
"Jadi bagaimana keadaan istri saya" tanya dimas tenang
"Alhamdulillah janinnya masih sempat kami selamatkan namun untuk kedepannya saya menyarankan
bapak agar menguranggi aktivitas ranjangnya, kalaupun anda sangat ingin carilah posisi yang tidak membuat janin dan calon ibu terhimpit dan untuk saat ini saya hanya akan memberi beberapa vitamin agar si janin lebih kuat lagi.
"hamil?" tanya dimas heran
'iya istri anda hamil" kata dokter meyakinkan lalu sekali lagi berkata "kalian tidak tahu kehadiran sang janin?"
"mmm wajar anak pertama ya buk ya?" tanya dokter lagi
"iy, iya dok" kataku gagap
__ADS_1
"selamat ya nyonya, sebentar lagi akhirnya akan menjadi seorang ibu" katanya disertai senyuman tulus.
"Berapa usia kandungannya?" seketika wajah dimas, dimas yang tadi tenang seketika terlihat menahan amarah yang begitu besar bahkan kedua tangannya sudah menggepal kuat hingga menonjolkan urat-uratnya.
"6 minggu lebih"
"Bagaimana perkembangannya?" tanya dimas lagi.
"Dari hasil usgnya terlihat jika sistem saraf bayi dan organ-organ utama mulai berkembang jantung dapat mulai terlihat berdenyut. bakal kaki dan lengan mulai tampak saya menyarankan bapak dan ibu tolong lebih berhati-hati lagi dan tolong calon ibu lebih diperhatikan lebih, jangan terlalu banyak pikiran dan aktivitas ~~~~yang berat karena akan berpengaruh pada perkembangan calon janin"
"Iya" kataku ragu
Mendengar percakapan antara dokter membuatku berkeringat dingin, aku tidak bisa menebak isi pikiran dimas apa lagi dengan wajah datar itu aku rasanya ingin memiliki kekuatan supranatural agar tidak berada diambang kebinggungan saat ini, cukup lama aku melamun dan baru tersadar saat dokter dan beberapa susternya pamit
untuk memeriksa pasien lainnya.
__ADS_1
Huh aura kematiaan itu seketika keluar dimas sudah menatapku dengan intens dan seakan ingin membunuhku saat ini juga, jika kalian merasa jantung akan berpacuh dua kali lebih kencang dan waktu seakan berhenti saat jatuh cinta rasanya itu bulshit, itu bukan tanda cinta menghampiri tapi tanda kematianmu sudah waktunya untuk menjemputmu buktinya aku saat ini.
dengan kondisi terbaring lemah dan tak berdaya dimas menghimpit tubuhku lalu menekan bahuku dengan sangat kuat aisss rasanya dimas mampu menjadikanku almarhuma saat ini juga jika menekan bahuku lebih lama lagi.