BUDUBYNSITTER

BUDUBYNSITTER
episode 57


__ADS_3



hari itu tepat usia ku 24 tahun, dihari kelahiranku tidak ada yang istimewa selain statusku menjadi seorang ibu yang telah melahirkan anak kandungnya sendiri, entah setelah melahirkan kepribadian dan sikapku semakin berubah.


entah ini karena perkataan dimas yang mengatakan aku memuakkan atau jiwa sensitivku terbangun dari hibernasinya, yang jelas kini aku lebih memperhatikan penampilanku dan lebih semangat menghabiskan uang milik dimas, toh aku sudah tidak peduli lagi dirinya akan memintanya kembali atau tidak yang jelas aku akan menikmati detik-detik terakhir sebelum tua bangka berekor tiga itu benar-benar menendangku dalam kehidupannya.


Semenjak dimas menjadi sosok yang baru aku kini sedikit memiliki waktu luang untuk diriku sendiri, setelah penat mengurus keluargaku aku belakangan ini senang untuk shopping dan prawatan sana-sini, ya walaupun belanjaanku tidak jauh - jauh dari keperluan anak - anak kami tapi dimas yang sekarang terlalu cerewet jika dirinya tahu aku meninggalkan rumah tanpa membawa anak - anaknya sesibuk apa pun dirinya pasti akan menyempatkan pulang dan menyuruh orang lain untuk menggantikannya.


Entah karena dimas yang ngidam dan membuatnya sangat tersiksa atau apa yang jelas saat ini dimas sangat posesif, apalagi pada anak ketiga kami  adifatih nugraha, fatih lahir dengan cara sesar karena dimas tidak ingin melihatku tersiksa untuk melahirkan dan katanya dirinya tidak ingin terbebani lagi jika aku meninggal, aisss dasar suami sialan saat aku harus menahan perih saat kontraksi dirinya malah teringat mbak bella dan kematianku, huhhh antara ingin mengamukinnya saat itu tapi anak yang dalam kandunganku seakan mengamuk agar segera dikeluarkan sehingga aku hanya pasrah saat dimas menentukan sesuatu tanpa persetujuanku.


Aku menyukai dimas yang posesif, itu berarti dia sangat menyukai dan menyayangi anak-anak kami, tapi sikap posesifnya kadang membuatku jengah, bagaimana tidak dimas yang dulu pendiam dan dingin sekarang memiliki banyak kata tuk mengoreksi semua pakaian, gaya hidupku dan caraku mengasuh anak-anaknya, ada saja yang dikomentarinya seperti

__ADS_1


"Ca warna bajumu terlalu mencolok"


"Ca itu bahunya terlalu terekspor"


"itu tidak pantas dengan usiamu"


"jangan jauh-jauh dari anak-anak"


"Kulitmu sudah kendur percuma tampil cantik"


"Kau mau kemana, fatih tidak suka terlalu lama diluar ruangan"


"Anak-anak tidak suka sayur, jangan memaksa mereka"

__ADS_1


"Jangan memaksaku melepaskan pakaian dan sepatumu, kau seperti jalang"


"Ca bla bla blaaaa dan bla lagi..."


Aghhh memuakkan ada toko yang menukar tambahkan suami dan jalan hidup ngak sihh aku rasanya ingin suasana baru dalam rumah tanggaku, aku rindu, aghhh aku, huhh tolong kirim aku ke saturnus, hiks..hiks.


aku lelah aku huh ini terlalu asing bagiku, aku sudah menjadi ibu tiga anak di usiaku 24 tahun lebih 2 bulan dan itu, huaaaah cukup kamu yang rasa aku tak mampu menjelaskannya, disaat teman-temanku masih menikmati jerih payah mereka untuk bersenang-senang aku malah sudah terpenjara dengan mantan duda dan ekor-ekornya.


aku hiks aku tidak menyesali  kehadiran twins dan fatih namun huh dimas, dimas itu hiks..hikss.. lelah. aku tahu dia itu tidak bisa diandalkan tapi sedikit perhatian tanpa mencegah atau menghinaku bisakan?


capek bahkan sangat lelah menghadapinya, mana fatih suka ngajak ajojing pas temgah malam lagi, dan dia dengan santainya selalu telat pulang dengan alasan rapat, rapat.


mana ada rapat sampai tengah malam, jangan-jangan dia memang rapat tapi sama emaknya gunderuwe. aaissss tapi jangan-jangan waktu bersamanya telah habis hingga kini dia menghindar lalu pelan namun pasti kami cerai hiks hiks sakit jiwa ngak si tu orang??

__ADS_1


__ADS_2