BUDUBYNSITTER

BUDUBYNSITTER
episode 55


__ADS_3

FLASBACK ON


Diusia kandungannya yang 8 bukan tingkahnya semakin aneh dan membuatku muak dengan tingkah dan isi pikirannya, dirinya suka sekali merengek dan menanggis jika permintaannya tidak dituruti, aku sih tidak terlalu bermasalah dengan itu selagi ku masih mampu menurutinya namun tingkahnya membuatku harus berpikir dengan bijak dan bersikap lebih tenang lagi, bagaimana tidak, dirinya kini dibertindak lebih agresif menggodaiku terus menerus dan memintaku memberinya nafkah batin.


bodoh sungguh bodoh pria mana yang tidak tergoda dan ingin kebutuhan biologisnya terpenuhi, apa lagi aku sudah berpuasa selama empat bulan lamanya tapi harus menahannya karena empat bulan lalu si janin menunjukkan aksi protesnya karena tidak suka di kunjunggi oleh api junior hingga menggeluarkan darah untuk kedua kalinya.


Memang sih darahnya tidak banyak tapi tetap saja membuatku begitu khawatir, saat itu aku sungguh kalap dan takut istriku dan sijanin pergi meninggalkanku begitu saja dan wanita labil itu seakan tidak peduli dengan keadaan si janin dan tetap saja meminta dinafkahi batin, dan sialnya mulut besarku malah beraksi dengan kasar dan melukainya terlalu dalam dan hingga saat ini aku merasakan efek ucapanku.


saat itu dirinya meminta dinafkahi batin, caca terus saja merengek dan menggodaku, dalam sadarku aku terus memikirkan si janin hingga tanpa kupinta otak dan mulutku bekerja tidak sesuai dengan hatiku untuk menghentikan tingkah istriku yang labil itu kata-kataku memang singkat namun membuatnya menjauhi begitu saja.


kata itu begitu lancar terucap olehku dengan sekali natarikan nafas namun kini membuatku sesak nafas. Masih terniang dengan jelas waktu itu, detik-detik dimana saat terakhir dirinya bersikap seperti hewan buas siap memakan santapannya


"Api ayo dong" rengeknya untuk kesekian kalinya


"....." aku memilih diam dan menghindar

__ADS_1


"DIM ayo aku pengen" katanya manja


"Ssstt"


"enak kan?" katanya sembarin meremas-remas si junior dibawah sana


"Ca" tegurku sembari menahan tangannya untuk tidak menurunkan resleting celanaku.


"Aghh" rancaunya ketika tidak sengaja malah meremas dadanya.


"Ca" kataku mencoba melepaskan tapi dia meminta lebih dari remasan saja.


"Mmm aghht" desisku ketika caca sukses menjilatnya bagaikan lolipop


"..." dia diam dan sibuk dengan jilatannya yang makin liar

__ADS_1


"Ca cukup" pintaku


"ssst aku ingin dimas" katanya memohon.


"Caa" elakku


"Sttss"


"Caca cukup usahamu tidak akan berhasil" bentakku karena benteng pertahananku sebentar lagi roboh.


"Sekali aja Dim yaa yayayaya" melasnya dengan mata berkaca-kaca.


"kau menjijikkan, tidak seperti bella dulu ketika hamil" bentakku sekali lagi tanpa sadar efek dari perkataanku.


Kata- kata itu, hanya kata itu yang kuucapkan namun setelah kata itu terucap sikapnya lagi-lagi berubah, dirinya tetap jadi ati yang baik, cerewet dan lucu dihadapan twins, namun denganku berbeda.

__ADS_1


kemarin Caca seolah menjadi anak yang manja selalu ingin diperhatikan, dan egois namun kini sikapnya menjadi dingin dan hanya akan berbicara seperluhnya saja jika denganku.


FLASBACK OFF


__ADS_2