BUDUBYNSITTER

BUDUBYNSITTER
Episode 52


__ADS_3

Setelah kedatangan orang tua dimas yang secara tiba-tiba, rumah kami yang riuh dengan tangisan twins kini semakin berisik saat kedua orang tua dimas memaksa tinggal di kediaman kami, aku sih sebenarnya tidak masalah mereka datang, malah lebih bersyukur karena dengan adanya mereka posisi twins sebagai keluarga adipati semakin kuat tapi kelakuan mereka itu loh, huuh rasanya otakku ingin meninggalkan sarangnya saja.


twins itu anak yang anteng dan gampang berbaur dengan orang baru tapi disaat mereka demam karena giginya tumbuh rasanya sulit untuk twins menerima orang baru, buktinya pada orang tua dimas twins enggan berada lama di gendongan siapa pun kecuali denganku.


jika kalian menanyakan dimas saat ini dimas sedang keluar kota mengurusi proyeknya yang bermasalah dan hampir dua bulan ini pergi untuk menggurusi pekerjaannya.


Selama tinggal bersama kami kelakuan orang tua dimas itu membuatku gampang sekali lelah meledak-ledak, sudah begitu perutku juga semakin buncit hingga menambah bebanku saat beraktivitas, namun orang tua bernama melati tidak mau mengerti setiap kali dirinya selalu mencoba menggakrabkan diri pada daniel dan danisa tapi dirinya selalu mendapatkan penolakan dari twins, hingga membuat twins menanggis meraung-raung.


bagus jika ada dimas, dimas akan sangat mudah menenangkan mereka tapi jika dimas pergi dan itu memakan waktu berhari-hari maka perdebatanlah yang terjadi antara aku dan tante melati, aku mengakui aku memang kurang ajar padanya tapi bisakah dirinya melakukan pendekatan secara pelan-pelan agar tidak menyusahkanku huhh dimas kolonimu kenapa kau sisahkan segitu banyak sih.


Twins akan tenang jika di dekatku tapi jika salah satu dari mereka disentuh oleh baby sitternya maka raungan anak iblis dimulai, apa lagi jika tante melati yang mendekati twins behh aku harus menyiapkan tangan untuk menutup telingga karena konser rocker handal akan segera dimulai didetik pertama, twins memang terbaik untuk menghancurkan telingga, tante melati adalah ibu dimas sedangkan om bagaskara adalah ayah dari dimas, ogh ya sudahkah aku bercerita jika daniel lebih suka menempeliku sedangkan danisa lebih suka bermanja-manja pada dimas.


daniel yang berjenis kelamin sama dengan dimas membuat tante melati membuntuti daniel karena seakan dirinya kembali pada masa lalu saat membesarkan dimas, dan kemiripan wajah dimas dengan daniel membuatnya serasa muda kembali begitu pun dengan om bagas dirinya selalu memperhatikan daniel yang enggan jauh dariku, walaupun begitu  danisa juga tidak lepas dari gangguan orang tua mendadak jadi abg dimakan usia, mereka senang sekali mengajak danisa berbicara dan membelikan danisa dan daniel berbagai mainan juga pakaian yang lucu-lucu,


jangan lupakan juga harga pemberian mereka yang sangat lucu itu.


saking lucunya bisa untuk membuat satu kampung tertawa bahagia karena bisa mengisi perut

__ADS_1


mereka dengan makanan mewah selama seminggu.


Jujur sampai saat ini aku belum tahu seberapa kaya keluarga adipati ini sungguh aku sangat apatis mengenal dimas dan keluarganya karena dimas dan keluarganya sangat tertutup sehingga mengunci identitas juga kekayaaan yang mereka miliki dari khalayak, yang aku tahu itu apa yang ada di dompet dimas itu adalah kekayaan yang bisa ku kuras habis selebihnya aku masa bodoh toh besok-besok jika aku didepak oleh dimas aku juga tidak akan mendapatkan apa-apa jadi percuma mengetahui hal yang tidak akan mengguntungkan untukku.


aku suka sekali mengambili uang milik dimas, aku juga suka mengajarkan twins untuk memainkan dompet dimas jadi tak jarang pula isi dompet dimas itu berhamburan dan tidak jarang pula dimas harus berkoar-koar mengamuki twins karena kartu-kartu milik dimas rusak diemut atau dijadikan mobil-mobilan oleh daniel dan danisa hebat


kan kami?.


"Tante sudah dong, gak nyadar apa mereka ngak mau sama tante"


"Dasar mantu kurang ajar kamu itu sudah dibilangin dari kemarin-kemarin panggil saya I-B-U ibu caca ibu"


"Danisa sama oma yuk, kita main dandan-dandanan mau yah sayang"


“Dasar nenek-nenek tidak tau diri sudah dibilanggin danisa ataupun ngak suka orang jelek juga”


“Apa sini kamu, dasar mantu sinting, tidak sopan , matre”

__ADS_1


Itu adalah sepenggal dari dialog perdebatan dengan ibu mertuaku, jujur aku mulai terbiasa dengan keberadaan orang tua dimas bersama kami tapi yaa mulutku memang susah diajak berkompromi untuk berbicara khas wanita lembut jadilah aku hanya bisa mengeluarkan isi pikiranku dengan suka-suka.


dengan posisi saat hamil muda rasanya tubuhku sangat mudah lelah dan untuk memangku apalagi menggendong daniel cukup lama membuat perutku serasa kram, untung si janin sudah cukup kuat lagi, kalau tidak huh aku bisa berojol sebelum waktunya.


dengan kehamilanku dan keaktifan twins juga karena kelakuan absurt orang tua dimas, seketika membuatku merindukan dimas disisiku untuk menenangkan anak-anaknya, dimas memang bukan orang yang sabaran tapi lelaki itu yang pandai membuat twins mengikuti perintahnya, apa lagi danisa, danisa sih memang reyel tapi jika sudah dalam dekapan dimas, danisa akan berubah menjadi tokek besar yang tenang dan menempel sempurna pada tembok.


"Mmm titt huaaaw mm" gumam daniel seakan mengadu dengan bahasa planetnya walaupun tidak mengerti aku tetap menempelkan kepala daniel pada dadaku dan menggelus punggungnya agar tertidur.


belum lama daniel tidur, tiba -tiba pintu kamar kembali terbuka dan dihadapanku berdirilah ayah mertuaku dengan cengiran tak bersalahnya, om bagas datang dan kembali ingin mengajak twins bermain namun ya seperti biasanya om bagas hanya akan mendapatkan tangisan twins dan tidak bisa membawa twins jauh dari jangkauan mataku.


Beberapa hari setelahnya kondisi mereka mulai membaik dibanding kemarin-kemarin tapi dengan adanya gangguan dari orang tua dimas rasanya sama saja tetap membuatku harus mengamankan diri dikamar dan menjauhkan twins dari jangkauan mereka. aku bukanya jahat namun ini juga untuk ketenangan twins dan keselamatan anak yang kukandung, usia kehamilanku sudah mencapai bulan ke empat kurang satu minggu namun perutku sudah membulat dengan sempurna, si janin bertumbuh dengan sempurna saat ini, dengan tubuh yang membengkak di seluruh dan nafsu makan yang melonjak pesat, kurasa tidak ada drama menye-menye padaku toh dimas yang


mengalami ngidam dan tubuh dimas bertolak belakang dengan kondisiku.


beberapa kali aku menerima laporan dari om daffa yang bertugas sebagai sekretarisnya disana jika dimas sering terkapar lemah karena jarang makan namun selalu memaksakan tubuhnya untuk bekerja jadi hal hasil selama dimas diluar kota sudah terhitung tiga kali keluar masuk rumah sakit hanya karna malnutrisi,


Duh kasian sekali dia tapi nampaknya anak yang kukandung ini sangat senang menyiksa aku dan dimas, buktinya selama berjauhan denganku dimas juga jarang menelpon atau vidio call denganku, katanya aku jelek dan dia lebih memilih mati saja saat melihatku, dan jangankan untuk hidup seperti biasanya, untuk makan saja dirinya harus dibantu dengan cairan infus, dengan hal itu tentu saja aku binggung apakah aku harus senang karena dimas mendapatkan karma dengan segala perbuatannya dulu pada mbak bella atau harus sedih karena merindukan dimas.

__ADS_1


sungguh hormon kehamilan sedikit merubah sikap kerasku pada dimas, kini aku sangat ingin di manja oleh dimas, disentuh bahkan rasanya sangat ingin bertengkar dengan dimas, tapi untuk dimas jangankan melihatku mendengar namaku saja dirinya akan memuntahkan isi perutnya saat itu juga.


aghh dimas aku rindu cepat pulang hiks hiks.


__ADS_2