BUDUBYNSITTER

BUDUBYNSITTER
NGAYAWARA


__ADS_3

setibanya kami dirumah aku benar-benar membuktikan ucapanku, di bantu dengan beberapa baby sitter dan artku kami menyiapkan keperluanku dan twins untuk beberapa hari kedepan selama kami pergi dari rumah dimas, aku tidak tahu rencana orang tua dimas dan memang tidak ingin peduli toh kalo mereka tidak mengginginkan twins sama halnya tidak ingin aku ada.



Dimas memerhatikan semua gerakanku dirinya seakan mengawasi dari atas tempat tidur, takut jika aku benar-benar menggambil barang yang sangat berharga miliknya walaupun begitu aku tetap merampok dimas secara terang-terangan dihadapan dimas dan para pekerja kami aku mengambil semua uang cas yang tersimpan dalam dompet dan bodohnya dimas membiarkan saja tanpa bantahan.



"Kau akan kemana?"



"Bukan urusan anda tuan"



"Dimana aku harus memunggut kalian"



"Aissss tak perlu kau pnggut, kalo rampokanku habis kami bakal balik lagi kok"



"Cih tidak tahu malu"



"Bomat om bomat ogh ya kalo bisa orang tuamu kau sekap biar berlama-lama di rumah ini yag soalnya gua mau happy-happy ma temen-temen gua yeyeeyeeee"



Mendengar pekikan riangku, dimas yang tadinya akan memasuki kamar mandi segera berbalik dan menatapku begitu menyeramkan sumpah dimas itu kalo mengintimidasi lawannya handal banget aura yang terpanjar juga menyebarkan bau-bau kematian, kurasa wajar kalo cliennya memilih hormat padanya dibanding harus jadi rivalnya secara terang-terangan

__ADS_1



"Apa rencanamu?"



"Kalo aku jelaskan kau pun tidak akan peduli so kerja yang benar ya suamiku tersayang soalnya istrimu ini ingin hasil merampoknya lebih besar lagi"



Setelah mengucapkan kalimat itu aku segera melarikan diri dan membawa tas dan keperluanku tidak lupa juga aku membawa twins dan keperluan mereka agar bisa aku bawa kerumah hendra, hendra iya kemarin aku sudah menghubungginya untuk menitipkan twins pada mereka sedangkan aku sendiri akan menginap di hotel karena ingin memiliki sedikit waktu untukku sendiri dan bersenang-senang bersama teman-temanku.



Aku memilih membawa twins untuk dititipkan pada keluarga hendra karena kurang yakin jika hotel yang akan kutempati bisa membuat mereka nyaman dan jika dihotel aku akan sangat kerepotan jika harus menghadapi twins seorang diri, jadilah twins akan diungsikan bersama hendra, cukup lama kami berkendara akhirnya kami tiba di kediaman orang tua hendra.



keluarga hendra sudah menyambut kami dengan suka cita, tentu saja demikian mereka semua juga sangat merindukan twins dan twins yang kini semakin aktif menjadi sangat menggemaskan untuk menjadi santapan kasih sayang mereka.




"Mereka tidak merangkak Oma, mereka ngesot. pantat mereka sama kayak bapaknya yang keberatan"



"wess kamu nih yah, suami sendiri kok dikata-katain"



"memang benar ya sayang yaa, Dimas memang keberatan kotorna ya?" kataku sambil menggoda twins dan dibalas dengan tawa riang mereka.

__ADS_1



"Kamu tuh, yang sopan gitu masa anak-anak panggil nama kebapaknya"



"bapaknya bule oma jadi ngak pusing"



"tapi anak-anak tinggal dan besar di Indoesia ajarkan budaya yang bener" katanya



"iya oma iya, iya yah twins yaa" kataku masih mengajak twins bercoteh.



Setelah berbasa-basi sedikit aku akhirnya memutuskan untuk memulai hariku kebebasanku, tidak butuh berpikir lama akhirnya aku kembali menggemudikan mobil untuk menemui fani, salah satu teman SMAku dulu aku yakin dia memiliki waktu luang untuk menemaniku bersenang-senang.



Fani ini salah wanita sosailita yang sangat tahu caranya menghambur-hamburkan uangnya fani juga ratu pesta dirinya memiliki banyak kenalan dan teman kencan yang bisa membiayai fani jika hanya untuk bersenang-senang, dan seperti yang kuperkirakan fani selalu luang dan orang yang tepat jika ingin menghabiskan waktu luang dengan sangat mudah fani mengumpulkan yang lainnya dalam hitungan waktu satu setengah jam sungguh hebat dan menyenangkan.



Sudahkah aku bercerita bahwa selama menjadi babu duren dan baby sitter twins (budunbysitter) aku sudah tidak memiliki waktu untuk diriku sendiri, jadi kupikir inilah waktunya untuk bersenang-senang, walaupun begitu aku masih saja memikirkan twins takut jika mereka merindukanku dan menjadi rewel jika tidak melihatku beberapa menit saja tapi kutepis pemikiran itu toh mereka dititipkan pada orang yang tepat dan tidak akan melukai mereka,jadi saat ini aku memilih untuk menjadi egois dan menikmati waktu kebebasanku dan melampiaskan semuanya bersama fani, lisa dan carla aku serasa kembali menjadi wanita lajang yang tidak memiliki beban dan tanggung jawab, entah sudah berapa lama kami bersama namun kami tidak peduli pada waktu toh kami wanita lajang yang free only time.



Fani membawa kami kesalah satu club malam ternama di jakarta dan menempati salah satu vip room. kami juga sempat berkenalan dengan beberapa lelaki yang tidak kalah gantengnya dibanding dimas, namun sialnya aku juga bertemu dengan steve, steve ini adalah anak pemilik rumah yang aku tumpanggi, jadi bisa dikatakan steve ini masih memiliki hubungan kerabat dengan orang angkatku dan bodohnya aku sempat lupa jika steve tahu statusku saat ini, steve adalah anak yang baik dan bijaksana jika tidak menginggat statusku juga dia adalah keluarga dari orang tua angkatku pasti tanpa canggung aku menggoda steve agar jadi kekasihku saat ini juga dan sialnya hal itu takkan pernah terjadi.


__ADS_1


Setelah bertukar cerita sedikit akhirnya steve membawaku pergi dan aku harus pulang bersamanya.


__ADS_2