BUDUBYNSITTER

BUDUBYNSITTER
Episode 61


__ADS_3

Dimas p.o.v


tak perlu menatapku sedemikian rupa aku tahu kebodohanku dan aku tahu kesalahanku namun raga otakku tak ingin sependapat jadi biarkan aku dengan belenggu yang memenjarakanku. dan wanita itu kenapa hobi sekali meninggalkan rumah kami tidak tahukah dia aku sengsara karenanya.setelah kepergiannya jujurnya aku menantikan kedatangannya kembali, aku menanti dirinya merindu dan menemui anak-anaknya lagi, namun ternyata harapan tinggal harapan sudah dua tahun lebih setelah kepergiannya dari kekediaman kami istriku semakin lebih baik dibanding bersamaku dulu.


aku tahu semua tentangnya, aku tahu aktivitasnya dan siapa saja yang selalu ada bersamanya, tapi hal itu hanya info belaka, aku hanya tahu tapi tidak berusaha menemuinya ataupun menariknya kembali, karena ego juga harga diriku terluka karenanya, tidak cukup sampai di situ, lagi dan lagi istriku membuktikan kegigihannya setelah pergi dari rumah kami, kini dirinya bekerja di salah satu perusahaan wedding organizer sehingga semakin sering berbaur dengan orang baru, semakin banyak kisah dan pengalaman yang didapatkannya, awalnyakupikir caca hanya akan pergi sementara dan akan kembali jika kekurangan uang seperti biasanya, dan ternyata pikirannku salah. semakin sibuk dirinya semakin tidak sempat pula dirinya memikirkan kami yang telah ditinggalkannya.


sakit dan semakin sakit yang kurasa setelah kepergiannya. tidak seberapa sakitnya jika aku tidak bisa mendekapnya lagi tapi saat anak-anak menanyakan atinya, disaat itulah hatiku menjerit-jerit ingin merutuki dan membunuh wanita sialan yang telah benar-benar mencuri hati dan duniaku. disini aku bertahan tetap bertahan dan tersenyum samar untuk anak-anak kami sedangkan disana dirinya bersenang-sedang dengan dunia barunya. hal yang paling ingin kutanyakan padanya saat ini adalah "pernahkah kau merindukan kami?" hanya itu, dan memang hanya itu yang ingin kusampaikan padanya, melihat senyuman dan keceriaan yang terpancar diwajah istriku ketika melakukan segala pekerjaannya, mmm saat itulah semakin tersiksa batinku, tidak perlu kuceritakan secara detail


namun batin dan ragaku berperang, dan mendengar jawaban dari wanita gila itu huhh aku tidak sanggup dan sampai kapan pun aku tidak sanggup.


jika setiap harinya twins merenggek karena merindukan atinya itu sudah biasa, namun hari ini twins pulang dengan tangisan dan raungan yang semakin menjadi-jadi, dan setelah kutanyai mereka, setiap kata keluar dari bibir anak-anakku seakan mencabik-cabikku hingga tak tersisa.


danisa berkata jika mereka diolok-olok oleh teman sekelasnya karena selama bersekolah, tidak pernah sekalipun twins diantar maupun di jemput oleh ibunya, danisa yang memang semakin emosional setelah ditinggalkan caca akhirnya memutuskan untuk memukul orang-orang yang meledeknya, dan hasilnya besok aku harus bertemu dengan guru juga orang tua orang teman twins.

__ADS_1


rasa keterjutanku akan tindakan danisa itu masih bisa diterima nalarku tapi ucapan daniel dan segala aduannya membuat jiwa dan ragaku meraung-raung walaupun tak kuucapkan tetapi mataku memberi bukti jika jiwaku hancur karena kepergiaannya. air mata kami adalah bukti nyata betapa sakitnya kepergian sumber kebahagiaan kami.


aku sebenarnya cukup berang dengan tingkah twins tiap harinya, aku sudah memiliki banyak masalah diperusahaan ditambah harus menghadapi kenakalan mereka yang kian bertambah semakin membuat kepalaku serasa akan pecah sebentar lagi.


semakin melihat twins menderita semakin besar kemarahanku pada caca, walau sangat ingin menghukum dan merutuki caca atas kebodohannya, tapi perasaan lain mengatakan jika aku semakin merindukan juga membutuhkan dia disisiku untuk mengguatkan aku yang kian rapuh sejak kepergiannya.


aku hanya ditinggalkan caca tapi duniaku seakan runtuh seutuhnya apa lagi kala twins berkata


kupeluk daniel lalu membawanya kepangkuanku dengan sayang lalu menatap danisa dengan lembut, setelah itu barulah aku berkata


"kenapa ica memukul mereka?" kataku mencoba tak mengintimidasi danisa


dengan menunduk dan ragu-ragu akhirnya danisa berkata

__ADS_1


"meleka hiks hiks bilang kalo hiks ami nakal, makanaa ati pelgi, api hiks hiks ica yang ahat hiks iel hiks hiks ati.. huhhhuuu" tangis danisa pecah kala itu. Danisa sudah menyembunyikan wajahnya didadaku sambil menanggis. mereka sepertinya sudah tidak tahan akan kerinduannya yang makin menggunung.


"api bilang ati pelgi cari halta kalun untuk kita, api kapan halta kalunna ati ketemu?" sambung Daniel kala sudah bisa mengontrol tanggisnya tidak seperti sebelumnya


" api ayo kita ke ati, iel mau cari halta kalun sama ati, ayo ayoo api ayoo" desak Daniel lagi.


"api telpon ati sekalang suluh jemput ica dan iel sekalang api huahuu hiks hiks" perintah Danisa angkuh, entah dari mana sikap itu dia dapatkan yang jelas sikap bossynya sangat mendominasi.


mendengar rengekan daniel, danisa juga kini ikut mendesakku untuk menghubunggi sumber kebahagian kami, namun yang bisa kulakukan hanya menatap intens dua buah hatiku, nalar dan perasaanku lagi-lagi berperang dengan hebat, lagi-lagi ego membuatku masih tetap terpaku disini dengan pemikiran dan ketakutanku sendiri, hanya air mata terus menetes hingga membuat air mata membuat pandanganku blur tetapi kesedihan anak-anakku tidak bisa tertutupi walau aku menutup mata walau sekejap.


awalnya sangat sulit menanggani mereka yang terus merenggek dan jatuh sakit sehingga membuatku terpaksa


menggarang cerita dan kadang memperlihatkan foto-foto perjalanan caca yang kudapatkan dari detektif yang selalu mengawasi istriku. aku memang menceritakan jika atinya twins pergi namun kepergian atinya hanya untuk mencari harta karun dan untungnya mereka percaya akan hal itu, tau kan mereka bertiga memang suka sekali mencari harta karun, harta karun yang mereka maksud adalah dompetku, dan harta karun yang paling sering mereka temukan ya lembaran-lembaran uang. ketika mereka pergi berbelanja mereka menyebutnya penjajahan bajak laut dan uang-uang yang mereka rampok dariku akan ditukarkan dengan barang pakai untuk keperluan mereka. . huhh wanitaku dan kegilaannya I MISS YOU.

__ADS_1


__ADS_2