BUDUBYNSITTER

BUDUBYNSITTER
Episode 45


__ADS_3

DIMAS P.O.V


Orangtua caca dirawat oleh suster dan mantri sedangkan caca juga kuboyong untuk ikut bersama kami dipengginapan, masih banyak yang belum kuselesaikan dengan caca dan banyak hal yang  harus caca pertanggung jawabkan setelah kepergiannya.


mobil telah membawa tubuh kami ke salah satu hotel ternama, aku memesan kamar khusus kami berempat sedangkan babysitter kubiarkan dikamar biasa. kami masih didalam mobil tapi rasanya begitu sepi karena caca tidak kunjung berbicara sedari tadi.


di perjalanan istriku ini seakan sangat enggan membuka mulutnya, hingga kami tiba dan berada di dalam kamar pun wanita ini masih setia dengan kediamannya. dia hanya akan bersuara untuk menenangkan twins jika tidak nyaman dengan tidurnya.


setelah menunggu lama setelah memastikan twins tertidur dengan nyaman sekali lagi aku menarik caca kekamar mandi dan memaksanya memenuhi kebutuhan biologisku di kamar mandi, kami tidak mungkin melakukannya di kasur karena twins sedang tertidur dengan lelapnya.


dipertempuran kami, aku sempat berkata "siapa yang mengizinkanmu meninggalkanku sesukamu haa" kataku sarkis ditemani nikmat dibawah sana


"aghhh.. aghh, akk.. aku tidak merencanaaaanya dimas aghh pelan-pelan"


"kau merindukanku?


"mmm aaa yayaya aaagh yaa aku merindukanmu, pelan-pelan bajingan aisss"


"kau membuat hidupku berantakan selama kepergianmu"


"mmm bagus, kau merasakan disiksa twins sssstt dimas aaaa" jerit caca ketika dia mencapai kenikmatannya namun tidak denganku aku terus memompa dan berkata

__ADS_1


"kau menyukai aku sengsara nyonya maka rasakan ini" dorongku lebih keras dan tidak berirama


"aaaghhh aghh dimas aaaaaa kau aghh aku lelah'


"ini balasan untukmu nyonya"


"mmmmm yayayya" jeritnya ketika dia merasakan aku menembakkan cairan didalam sana.


Saking lamanya kami tak bertemu membuatku memaksa caca memuaskanku hingga beberapa kali caca pun terlihat sangat menikmati cumbuanku namun entah kenapa caca tiba-tiba terduduk dilantai kamar mandi sembil memeganggi perutnya.


tidak lama setelah menggeluh tiba-tiba darah mengalir cukup banyak dari selangkangan caca melihat hal


itu tentu saja membuatku panik. caca hampir saja menjerit jika tak ingat twins akan terganggu. aku sudah kalang kabut karena binggung tapi dalam kebinggunganku caca terus berkata


"iyaa sabar yaa"


"ssstt Dimm"


"Iyaa caca jangan membuatku semakin khawatir"


"Tapi sakit"

__ADS_1


"iya sabar" kataku sembali binggung harus membantu caca membersihkan tubuh caca terlebih dahulu atau menelpon babysitter kami dulu.


dengan terburu- buru akhirnya aku dan caca berpakaian lengkap barulah kami meninggalkan kamar lalu menuju ke lobby hotel.


"agghh apa yang kau lakukan cepat ssstt bawa hiks bawa aku kerumah sakit bodoh"


"caca tenang"


"Dimassss sttt"


"oke-oke kita bersihkan bajumu dulu"


"tidak perlu bodoh, bajuku akan kotor lagi nanti"


"aisss kau bawa softeks"


"tidakk dimasss sakit"


"sabarr, pegang erat-erat, kataku menggendong caca ala bridel staly.


arrggghh sungguh aku mengutuki diriku saat ini aku sangat binggung harus berbuat apa namun setelah menanggani semua administrasi barulah aku meninggalkan caca dan kembali kehotel untuk menitipkan twins pada baby sitternya.

__ADS_1


sungguh bagaimana pun aku yakin istriku itu akan baik-baik saja tanpaku beberapa menit kedepan dan semoga harapanku tidak hanya sebagai harapan sajahanya itu harapanku saat ini dan hanya itu doaku saat ini semoga tuhan masih bisa berbaik hati padaku saat ini, nanti dan selamanya jika boleh.


__ADS_2