BUDUBYNSITTER

BUDUBYNSITTER
KUNA LEJED


__ADS_3

DIMAS P.O.V


Tidak cukup hanya itu saat aku memindahkannya agar berdekatan dengan saudarinya tetapi tiba-tiba tercium aroma yang tidak sedap, dengan hati-hati aku memperhatikan bocah dalam gendonganku dan aku merasakan sesuatu yang hangat dari bagian pantatnya, aku sudah menggeluarkan sumpah serapahku mengutuk hingga ingin membanting lelaki licik yang sama-sama kejinya dengan wanita sintingku, sungguh aku sangat-sangat frustasi dibuatnya.


bagaimana tidak wanita sinting itu membawa dua penjiblak padaku tanpa memakaikannya diapers ternyata dan aghhhh aku lelaki dewasa yang tidak mengerti merawat balita terpaksa dan sangat terpaksa harus menggurusi kotoran bayi yang berjenis kelamin sama sepertiku. arggghh sungguh memperihatinkan untukku.


Walaupun begitu dengan sangat-sangat enggan kubawa daniel kekamar mandi dan setelah dikamar mandi, nah kebinggunganku dimulai harus seperti apa aku membersihkan bocah ini kunyalakan air dan melepaskan celana daniel dengan sangat-sangat hati-hati karena rasa jijik dan aroma dari kotoran daniel cukup membuat otakku seakan membeku.


sialnya ketika aku tersiksa karena kotorannya daniel malah tertawa dengan sangat bahagianya dan seperti tidak menyadari keberadaanku ketika memainkan air sehingga semua bajunya basa, dan tidak hanya dirinya tetapi aku juga ikut terkena cipratan airnya.


karena sudah basah dan semakin menambah drama akhirnya aku juga membuka bajunya dan kini daniel tidak menggunakan apapun lagi, dirinya masih tenang namun berbeda ketika aku merebut mainannya kali ini barulah daniel mengadakan konser dikamar mandi.


Tahukan kamar mandi yang kecil akan memantulkan suara yang lebih besar,  dengan sumber suara yang besar dan pantulan suara yang hampir sama besarnya membuat kupingku juga ikut berteriak, dengan terburu-buru kumandikan daniel seperti caraku mandi dan setelah cukup barulah aku menggeringkan tubuh daniel dengan handuk.

__ADS_1


daniel masih tetap menanggis dan meraung-raung minta dilepaskan tapi aku tidak peduli dan setelah membersihkan semua kekacauan daniel dikamar mandi juga membersihkan tubuhku, aku kembali menggendong daniel dengan cara yang lebih normal.


kubawa daniel kembali berdekatan dengan danisa, melihat kami kembali dari kamar mandi lalu duduk bersila tidak jauh darinya danisa lagi-lagi memberiku isyarat dengan tangannya dan mulai merangkak kearahku mau tidak mau aku akhirnya juga menggapai danisa dan mendudukkannya dipangkuanku bersama daniel karena daniel tidak ingin turun.


ketika danisa dan daniel sudah kududukan berdampingan dengan nyaman dan kudekap dengan hati-hati mereka tiba-tiba tertawa bersama entah apa yang mereka tertawakan mau tidak mau akhirnya aku ikut tertawa bersama mereka.


Ini sentuhan pertama kami selama mereka terlahir dan dirawat dengan penuh cinta oleh ibu pengganti, bocah penjiplak ini juga ternyata sangat pandai mengambil simpati orang lain dan aku baru menyadari.


Satu hal yang kudapatkan dari berdekatan dengan kedua setan kecil ini adalah debaran halus dihati dan rasa nyaman yang hampir sama ketika aku memeluk wanita sinting, mereka memberi kehangatan dari hati yang tidak bisa terungkapkan dengan kata-kata yang jelas aku menyukai debaran dan perasaan ini walaupun mulutku enggan untuk menggakuinya tetapi hatiku merasakannya.


Ketika mereka puas di dekapannku, puas menjilati tangan dan memukuli wajahku mereka akhirnya melepaskan diri dan mencari mainannya lagi.


Dalam kesunyian kuperhatikan keduanya dengan seksama dan menyimpulkan jika Danisa adalah sosok yang sangat tenang berbeda dengan Daniel yang banyak tingkah, jika dibandingkan diantara mereka danisa sepertinya lebih mirip denganku sedangkan daniel lebih menggikuti sikap petakilan wanita sinting itu danisa menyukai ketenangan dan kebersihan sedangkan daniel sebaliknya, daniel terlihat lebih periang dibanding danisa, daniel lebih kreatif tapi susah diatur seperti itu pandanganku pada dua kurcaci milik wanita sinting itu.

__ADS_1


Aku begitu terlarut dalam pemikiranku hingga tidak kusadari waktu terus berlalu dengan semestinya dan tidak lama setelah itu, lubang kunci berbunyi dan dengan hati-hati pintu terbuka dan terlihatlah sumber kehancuranku hari ini.


kutatapi dirinya dengan sangat intens, dalam otakku sudak mencabik-cabiknya menggeluarkan darahnya dengan sangat kejam dan memakan otaknya biar tidak dapat menciptakan kehancuran lainnya tapi lagi-lagi ilusi tinggal ilusi, dirinya tetap bergerak melakukan apapun yang diinginkan tanpa memperdulikanku dan seolah tanpa dosa.


dirinya menunjukkan deretan giginya yang rapi, tapi ketika mendengar ucapanku dirinya terlihat cukup terhentak namun masih menunjukkan sikap tenangnya huhh dasar wanaita gila, seangkuh apapun aku ternyata tidak bisa menggalahkan sikapnya.


Benar-benar kini aku mendapatkan pesaing yang sangat tangguh belum berhasil kutundukkan dengan sekejap mata, walau wanita itu pernah bersimpuh memohon-mohon padaku namun ternyata lebih jago membuatku menjerit memohon kepadanya agar mendapatkan kenikmatan surgawiku.


isss dasarrr licik dirinya sangat pandai memanfaatkan keadaan hingga membuat orang lain tidak dapat berkutik.


Entah wanita itu adalah mukjisat ataukah musibah yang jelas aku sungguh tak bisa membuatnya memohon ampunanku malah seringkali aku yang dibuatnya menjerit-jerit mengginginkan sentuhannya aghhh aku lelaki normal kawan, nafsu adalah kawan sekaligus musuh terbesar yang sulit kubasmi.


Bisakah ini ku sebut karma ?.

__ADS_1


__ADS_2