
Jangan percaya dengan janji manis yang kenyataannya berbau najis. Kata-kata itu sanggat cocok menggambarkan dimas saat ini beberapa hari yang lalu semenjak dimas mengatakan bau badanku dapat membunuhnya dimas lebih memilih pindah kerumah orang tuanya dan tak akan menemuiku lagi.
katanya jangankan melihatku mencium aroma tubuhku saja bisa membunuhnya huh menyebalkan, namun semua itu hanya dusta belaka tepat pukul 2:30 dimas datang dan memaksa ingin masuk kekamar lewat pintu penghubung antara kamar kami dengan balkon yang berada dilantai 2 saat kutanya kenapa memilih masuk lewat sana dibanding pintu depan dirinya hanya berkata "ingin" tanpa penjelasan lebih detail dan anehnya lagi dimas memaksaku menemaninya mencari bubur ayam disaat itu juga.
Perdebatan antara kami pun tidak dapat terelakkan, karena aku memaki dimas yang tidak menggizinkan aku membersihkan diriku terlebih dulu sebelum menemaninya mencari bubur, dirinya dengan santainya berkata padaku lebih cantik dengan penampilan acak-acakan berbau mulut dan tidak menggunakan make up maupun farpum sedikitpun sedangkan jika aku berdandan dirinya serasa ingin membunuhku saat itu juga, gila kan?
Memang gila kurasa dimas benar-benar kena karma saat ini dirinya yang sangat membenci makan berstektur cair itu malah mengginginkan di sepertiga malam yang jelas-jelas sangat sulit ditemukan diwaktu-waktu tidak tepat.
Aku menyukai karma yang menyusahkan hidup saat ini tapi juga menjadi mala petaka bagiku, bagaimana tidak dimas dengan tanpa rasa bersalah dan beban dimas menghancurkan semua alat make up, perawatan kulit hingga koleksi farfum yang ku miliki, memang si semua barang-barangku bukan brend terkenal dan mahal tapi
semua itu kudapatkan dari hasil jerih payahku sendirikau.
tahu bagaimana perasaanku saat melihat barang kesayangku di hancurkan dimas, tentu saja seakan nyawa dan hatiku bisa diibaratkan bola basket yang dipantulkan sambil berlari-lari, mendapat tekanan antara lantai dan tangan sang pengiring bola menghasilkan suara benturan yang kucup keras namun tetap harus memantul sesuai keinginan pemilik tangan.
__ADS_1
"kau gila ya? kenapa harus menghancurkan mereka si?' kataku
"barang-barang ini tidak ada gunanya" katanya tampa menghentikan kegiannya merusak alat make upku
"dimas kalo kau tidak ingin melihat itu disingkirkan saja kan bisa tanpa menghancurkannya"
"tidak, aku yakin kau akan menggunakannya tanpa sepengetahuanku nanti"
"apa salahnya toh barang-barnag itu tidak menggangu dan membunuhmu"
"menghancurkan segalanya bagaimana? yang kuhias wajhku kok kamu yang susah"
"melihatmu mgngunakan semuanya membuat kebencianku padamu makin besar"
__ADS_1
"kau gilaaaa" jeritku frustasi.
Barang milikku kini hanya tinggal kenangan saja dimas benar-benar tidak menyisahkan satu pun barang-barang berjenis feminim diruang tidur kami, hingga meja rias kebangganku pun jadi salah satu barang yg disingkirkan oleh dimas dan ketika aku protes dirinya hanya mengacuhkanku dan tetap dengan kegiatan menghancurkan barang-barangku.
hingga akhirnya aku memilih menangis meraung-raung sambil mengusap perutku yang belum membuncit tapi membawa dampak besar pada kehidupanku dengan dimas saat ini, dan setelah puas menghancurkan dan membuang semua barangku dimas lalu merebahkan dirinya di kasur dan tanpa rasa bersalah dimas berkata jika dirinya memilih tinggal di rumah kami lagi ketimbang rumah orang tuanya hah gila.
tentu saja sangat gila rasanya saat itu aku benar-benar ingin mencincang dimas saat itu juga tapi kalo aku membunuhnya anakku ngak punya atm berjalan lagi dong aissss menyebalkan.
Keesokan paginya, aktivitas dikediaman kami kembali dijalankan seperti sebelum-sebelumnya namun aku memilih tidak melayani dimas, tidak menatap wajahnya dan tidak ingin berada di saru ruang dengannya, di dalam kamar twins aku masih memikirkan semua barang kesayanganku ketika tanpa kusadari dimas sudah berada dihadapanku lalu mengecup keningku sebelum meninggalkan rumah kami dan menuju kekantor, mendapatkan perlakuan seperti itu kalian mungkin berpikiran aku tersenyum lalu memeluk dimas tapi yang kulakukan malah
menggacuhkan dimas lalu mengusirnya pergi dari hadapanku segerah, setelah semua urusanku dengan dimas selesai barulah aku kembali mengurusi twins yang hanya tertawa dan bertepuk tangan di bokx mereka
Dengan gaya imut dan ocehan tidak jelas twins seakan menghiburku, rasa amarah dan kesal karena dimas dengan seketika lenyap entah kemana huh dimas dan anak-anaknya sungguh ingin membuatku gila, apa lagi anak yang kukandung saat ini dirinya yang belum bentuk sempurna saja sudah menghilangkan setengah kewarasanku apalagi kalo sudah lahir dan kelakuannya melebihi keburukan dimas eghhh entah jadi apa aku nantinya.
__ADS_1
Hari ini berjalan dengan semestinya aku menghabiskan waktu bersama twins dan dimas baru pulang rumah pukul 8:30 malam dan lagi-lagi setelah melihatku dimas lalu berlari kekamar mandi dan memuntahkan isi perutnya, pahadal aku hanya mandi dan menyisir rambutku agar rapi tapi ternyata hal itu juga memancing rasa mual dimas, dimas benar-benar tidak bisa melihatku dalam keadaan bersih dirinya lebih menyukai aku yang berpenampilan acak-acakan dan bau keringat,entah ini hanya akal-akal dimas atau apa rasanya sangat aneh dan membuatku mengutuki dimas dengan semua nama binatang dari a-z kalaupun ada abjad lain aku akan senantiasa menyebutkannya didepan dimas saat ini juga, dimas akan memakiku jika melihatku dalam keadaan normal tapi jika aku bau berkeringat dirinya akan menempel kemana pun aku pergi dan sangat suka menempelkan kepalanya dengan perutku.