BUDUBYNSITTER

BUDUBYNSITTER
JEBULE


__ADS_3

Setelah acara selesai dimas segera membawaku menuju kamar pengantin kami, kami baru saja akan memasuki lift namun belum juga pintu lift tertutup dengan sempurna dimas telah menyerangku begitu saja seakan tidak ada hari esok jika melewatkan malam ini untuk melampiaskan nafsunya itu.


setibanya di kamar entah siapa yang memulai namun aku dan dimas telah menanggalkan beberapa pakaian kami.


dimas terus saja menyerangku dengan penuh nafsu,  dirinya terus saja memberikan rangsangan- rangsangan disetiap titik sensitifku hingga membuatku benar -  benar dikuasai nafsu dan hanya mampu pasrah dan mengikuti permainan dimas.


dimas itu uuu mainya kasar tapi mm nikmataku tahu dimas sudah lama tidak memiliki pasangan untuk melampiaskan nafsunya tapi ya... dirinya tidak memperdulikanku yang sudah terengah-engah sedari  tadi tuk mengimbangginya dimas bagai orang yang kesetanan.


Kami terus bergerak erotis memberi rangsangan agar nafsu yang merajai tubuh kami, otak seketika lumpuh dan hanya naluri pemuasan nafsu yang didahulukan hingga tiba saat yang ditunggu-tunggu dimas selama ini yaitu penyatuan kami.


dimas mengecup seluruh tubuhku hingga dia berada di depan bagian vital dia memakannya. dengan malu aku memalingkangkan wajahku saat dimas menjilatinya layaknya permen lolipop usss rasanya sungguhh membuatku melayang.


tidak cukup hanya dimas juga mengeluar masukkan lidahnya disana hingga membuatku terus mendesah dan bergerak antara menghindar dan meminta lebih yang jelas aku menikmati permainan dimas pada tubuhku.


inikah surgawi para wanita-wanita kesepian mmssstt aku seperti akan segera masuk pada deretan-deratan tersebut sebentar lagi hummm setalah puas bermain disana dimas memposisikan dirinya diatasku dan siap menyatukan tubuh kami dengan sekali hentakan dirinya mencoba memasukiku namun gagal, menyadari itu dimas dengan suara rendahnya berkata


"kau virgin.?" tanya denga heran

__ADS_1


Kalimat itu tiba-tiba kesadaranku terkumpul dengan sisa-sisa tenagaku aku mendorong dimas dari atas tubuhku namun gagal karena dimas sudah menggurung tubuhku dengnan sempurna.


tidak berhasil untuk meloloskan diri akhirnya aku menjawab pertanyaan dimas.


"Menurut kau sajalah tante" ucapku acuh dan memalingkan wajah agar tidak bertatapan dengan dimas, aku sungguh kehilangan gairah untuk melakukannya lagi.


Dimas sempat diam dan memaksaku bersitatap mata denganya, dimas menatapku dengan intens seolah mencari sesuatu dimataku dan aku membalas tatapannya dengan sengit tidak peduli lagi dengan dimas.


sungguh harga diriku terhina dengan pertanyaan dimas, jika bukan mahkotaku yang kulindunggi untuk apa aku memintanya menikahiku, wajar sih jika dipertanyakan menggingat pergaulanku yang mmm terlihat hancur tapi saat suamimu sendiri yang meragukan atau pun mempertanyakannya kok rasanya sakit ya..??


"Kenapa.?"


"..."


"Kau terlambat untuk menyesal telah menikahiku tuan"


"...."

__ADS_1


"Kau mencari apa missV kendor?"


"..."


"Coba cek toko sebelah sana, tentu banyak yang akan bersedia ngangkang dihadapanmu untuk menggantikanku"


Dan seperti biasanya Dimas sangat enggan mengomentari lebih lanjut atau membicarakan seseuatu denganku, dirinya tidak mengeluarkan suara lagi tapi tanganya juga mulutnya tidak demikian tangan kiri dimas kini telah berpindah ke missV mikiku dan tangan kanannya sudah menggengam dadaku dan mulut dan lidahnya kembali memberi rangsangan di belakang telingga sehingga membuatku kembali mendesah.


aku tergerat birahi walaupun begitu aku tidak tinggal pasrah, aku mencoba mendorong dan menjauhkan tubuh dimas dariku namun kembali gagal karena kenikmatan itu kembali datang hingga membuatku terlulai lemah namun sangat kuat untuk mendesah dan terus mendesah.


Awalnya dimas mencoba merusak selaput darahku dengan sangat hati-hati namun entah karena tidak sabaran atau lepas kontrol dirinya dengan sekali hentakan memasukan seluruh sijunior tanpa aba-aba, membuatku mejerit histeris dan mencakar punggungnya kuat.


Entah sadar atau tidak yang jelas dirinya menghantamkan senjatanya begitu dalam dan ritmenya pun tak beraturan,  yang bisa ku lakukan saat ini hanya menringgis perih hingga ringgisan itu berubah menjadi desahan dan menikmatan.


Tidak terbilang keberapa kalinya kami melakukannya, yang kutahu dimas selalu seluncurkan sepermanya didalam rahimku aisss dimas itu mmmm nikmat tapiii... aku yakin seluruh tubuhku akan serasa remuk keesokan harinya.


Dimas dan nafsunya memang benar -benar luar biasa, bahkan pikir dimas dapat mengalahkan binatang jika diaduh ketahanannya

__ADS_1


__ADS_2