BUDUBYNSITTER

BUDUBYNSITTER
Episode 62


__ADS_3

Danisa dan daniel sudah bisa diajak kompromi namun fatih, dirinya belum cukup lama mendapatkan kasih sayang atinya belum merasakan masakan juga amarah atinya, huh sungguh malang dirimu nak. aku tahu ini salahku dan ini juga salah atimu yang terlalu labil dalam menjalani statusnya menjadi ibu kandung, namun dirimu yang harus mendapatkan dampaknya, huh ego yang mengendalikan kami. huhh aku ingin wanitaku.


dibanding twins  fatih selalu menggingatkanku pada wanita gila berstatus istri dan sumber kebahagian dalam keluargaku dirinya yang membuatku terpaku padanya. setiap memasuki kamar dan melihat foto pernikahan kami tubuhku selalu kehilangan pijakannya.


sumpah dan perjanjian dalam pernikahan yang kuucapkan dulu selalu terniang dalam pikiranku, suaraku sendiri terdengar dengan lantang dan memenuhi pendengaranku, semua ucapan juga sumpah itu seakan menjadi silet tak kasat mata menggiris-iris dan rasanya sakit karena menggores bagian tubuhku sedikit demi sedikit dan tidak menyisihkan ruang kosong yang tak tersayat. aku yang sudah sangat lemah semakin rapuh tanpanya, kadang jika malam hari aku seakan melihatnya datang dan berlalu begitu saja, dan semakin kukejar bayangnya hahaha hanya kehampaan yang kutemukan.


"hei kau pulanglah, kumohon" ucapku pada angin, angin seakan menjadi tukang posku, entah sudah beribu pesan yang kukirimkan, tetapi tidak satu pun kata yang tersampaikan dan terniang ditelingganya, huh bolehkan kupinta waktu diputar kembali..??


27 bulan 07 adalah hari pernikahan kami dan besok adalah anniversery ke 4 untuk pernikahan kami, tidak terasa dirinya hanya menemaniku dengan waktu singkat. 2 tahun lebih empat bulan dirinya pergi dengan waktu yang sangat lama, miris sangat miris. sudah banyak yang mengetahui jika istriku telah meninggalkan rumah kami namun


aku dan orang tuaku memaksa semua media menutup mulut akan informasi pribadi keluarga adipati. semakin memikirkannya semakin membuatku merindu, dan semakin aku merindu semakin keras tanggisan ketiga anakku. dirinya selalu berkata jika aku tidak berhati dan terlalu sadis tapi huh KAU HARUS BERCERMIN SIALAN.


kulangkahkan kaki, dan mengambil kunci mobil juga jaketku saat ini egoku kalah dengan ragaku, hatiku telah lelah merutukiku hingga yang kulakukan saat ini adalah akan memaksa wanita gila itu pulang bersamaku, aku sudah tidak peduli dirinya masih ingin bersamaku atau tidak yang jelas anak-anakku membutuhkan wanita sialan itu.


aku menitipkan ketiga anakku pada masing-masing baby sitternya, membuatku lebih luang agar bisa merayu atinya agar kembali pada kami lagi. bagaimanapun hasilnya nanti wanita itu tetap harus kembali kepadaku. aku sudah berada di depan apertemen milik temannya dengan emosi yang kugedor pintu dan membunyikan bell dengan membabi buta, tidak lama seseorang keluar dan terpengarah menatapku yang aut-autan dan berjawah datar, tanpa


permisi kumasuki apertemen kecil ini hingga kutemukan wanitaku yang sedang bersantai, malah sangat santai untuk seseorang yang harusnya dikejar rasa bersalah


__ADS_1


cukup lama aku memperhatikannya dan selama itupun dirinya tidak menyadari keberadaanku, hingga suara panggilan teman istriku yang bernama putri itu membuat wajahnya berpaling dari tontonan nonfaedah namun begitu khikmat dirinya menyaksikan acara realiti show yang berisikan kebohongan juga penipuan. ketika sadar istri akan keberadaanku, dirinya merespon dengan sangat spontan lalu menjerit heboh, dan melompati tubuhku, hingga begitu sempurna menggurung tubuhku dengan pelukannya, tidak hanya tanganya tapi kakinya juga bekerja melilitku hingga hampir membuatku kehilangan keseimbangan.


belum sepatah katapun terucap dari bibirku karena amarahku masih mendominasi otakku. dengan genitnya dirinya


mengedipkan sebelah matanya dan menciumi pipiku beberapa kali, hal itu tidak berdampak pada amarahku walaupun sebenarnya juniorku langsung merespon karena kedekatan kami, namun kucoba tuk mengontrol semuanya agar aku masih bisa mempertahankan egoku, namun hanya dengan satu ucapan dirinya meluluh lantaskan semuanya, egoku hancur, amarahku lenyap dan perasaanku membuncah untuknya. mata kami sempat menatap sesaat tapi sekali lagi dengan santainya dia berkata


"apa aku tidak salah mengenalimu tuan?"


"kau memang bodoh dampi tak tahu mana yang nyata dan khayalan?"


"aku begitu merindu sampai kata mereka aku gila"


"okey aku akan berhobong sekarang dan berkata hidupku selalu baik-baik saja tanpamu dan kini aku sangat mencintaimu"


"kata terakhirmu tak kuanggap sebuah kebohongan"


"kenapa apa kau berharap aku sangat mencintaimu hingga benar-benar gila?"


"ya kurasa itu yang terbaik"

__ADS_1


"aiss baiklah aku gila sekarang dan menginginkanmu untuk selamanya"


"ahahha sekarang aku percaya kau berbohong"


"Aisss bedebah" kata caca marah dan mulai turun dari gendonganku namun sebelum itu aku melumat habis bibirnya dengan rakus begitupun dia yang membalasnya sama agresifnya dan aku meyukai itu.


nafas kami terengah-engah sebab ciuman brutal kami. kening kami melekat sembari kami berusaha mengumpulkan nafas, kupikir dia akan kehilangan daya lisannya namun nyatanya tebakanku salah karena dengan nada riang dan gerakan energik dia berteriak mengeluarkan kata


"yeeeee atm berjalanku datang disaat yang tepat" ucapnya bahkan beberapa kali dia mencuri ciuman keningku.


 ya ini wanitaku. wanita gila yang bodohnya aku memiliki hati untuknya.


dasar wanita gila, setelah sekian lama kami baru bertemu, dan hanya kata-kata itu yang terbersik di benaknya saat


melihatku. dirinya malah memintaku menyelamatkan isi dompetnya huhhh untuk menghadapinya seperti tidak butuh otak tapi harus mengalah hingga menghilangkan egoku sendiri. dan lagi, ucapannya itu adalah ucapan penyambutan terburuk yang pernah kudapatkan. jika dirimu menjadi aku apa yang akan kau lakukan..?? tidak ingin menambah drama akhirnya kuturunkan dirinya dan menyeretnya meninggalkan apertemen milik putri, sudah tidak kuperhatikan lagi apa yang terjadi dibelakang sana, walaupun terdengar putri merutukiku yang datang dan pergi tanpa permisi begitu saja yang jelas aku telah menggengam wanitaku, takkan kubiarkan kejadian ini terulang


kembali, tapi sebelum aku mempertemukan wanitaku pada ketiga kurcaci, mmmm waktunya bersenang-senang dimas junior.


ini adalah balas dendamku ahahaha ini adalah hukuman, ini nanti akan membuatmu menjeritkan kenikmatan kita huhh dimas junior selamat berbuka puasan dan untukmu wanitaku selamat datang kembali ke nerakamu.

__ADS_1


__ADS_2