
Tidak sanggup mendengar perpaduan suara mereka bertiga akhirnya aku membawa twins menuju kamar kami di lantai dua, lalu kembali menjemput istriku yang begitu manja, dengan satu kali sentakan aku membawa wanita dalam gendonganku seperti pengantin baru, dirinya sempat meronta namun tiba-tiba merona karena perlakuanku, dasar wanita labil, tapi aku sangat lelah jadi inilah caraku menyelesaikan permasalahan kali ini, dan sebelum melangkahkan kakiku akhirnya aku berbalik pada dua insan yang masih memperhatikanku dan istriku.
"Kita sudahi acara siang ini, ibu tolong jangan lakukan itu lagi, aku capek" ucapku dengan tenang namun tak berekspresi saat mengucapkannya, seperti inilah caraku bersikap pada ayah dan ibuku, aku masih menyimpan rasa hormatku pada mereka namun ya tidak pernah mempunyai ikatan erat dengan kedua orang tuaku.
Ayah dan ibu akhirnya juga mengerti dengan tindakanku mereka juga memilih menyelesaikan perdebatan ini dan menuju kamar mereka, harapanku saat ini adalah tidak ada lagi perdebatan antara dua wanita itu sehingga aku bisa hidup dengan damai selamanya, hanya itu sangat simple kan? yah hanya itu pekerjaanku baru saja selesai dan harus menyelesaikan perdebatan keluarga juga, huh beritahu aku lelaki mana yang sanggup menyelesaikan semuanya dengan sekaligus, biar kusuruh dia gantikan posisiku saat masalah itu datang lagi dan jika masalahnya
terselesaikan tolong call me saat itu juga.
__ADS_1
ketika kami tiba dikamar twins sudah terlelap dengan sendirinya, syukurlah mereka tidak serewel atinya kali ini, ku bawa wanitaku menuju sofa dan menjadikannya sebagai bantal, akhh untunglah rasa mual itu mulai berkurang jadi aku bisa kembali merasakan hangat tubuh istriku kembali, entah kapan terakhir kami seintens ini, aku sungguh merindukan saat peperangan kami, desahan, keringat dan bau sperma khas setelah peperangan kami, duh mengigingatnya saja membuatku ereksi tapi kali ini biar kuistirahatkan tubuh lelahku, esok biar kutuntaskan dahagaku dengan cara aman tanpa menyakiti si janin.
mataku akan tertutup dengan sempurna namun suara serak sehabis menanggis kembali menyadarkanku, wanita yang kini dalam pelukanku seakan tidak bisa bersabar dan membiarkanku damai sekejab saja, tidak tahukah dirinya aku sudah sangat nyaman dengan posisiku saat ini dan enggan untuk beranjak sedikit pun.
"Dimas bagaimana kadaanmu saat ini?" ucapnya sambil memainkan rambutku
Waktu terus berganti kini aku terbangun dengan rasa cukup segar, cahaya matahari kini telah terganti dengan cahaya lampu tidur, entah sudah berapa lama aku tertidur hingga twins dan atinya meninggalkanku sendiri di kamar kami, setelah membersihkan diri aku melangkahkan kakiku menuju ruang makan untuk mencari semua keluarga yang kumiliki.sebelum memasuki ruang makan aku mendengar jeritan dari twins, entah apa lagi yang terjadi pada mereka, dan karena rasa penasaran kulanjutkan langkahku dan kini dihadapanku semua keluarga ku sedang
__ADS_1
bercengkrama dengan santai sambil memakan makanannya twins pun demikian walaupun jika diperhatikan mereka bukannya sedang makan melainkan sedang bermain dengan makanan yang ada dihapan mereka berdua.
Orang pertama yang menyadari kehadiranku adalah ati dari anak-anakku, dengan riang kini dirinya memanggilku dan mendorongkan kursi kosong disebelahnya, dan dengan gaya bossynya dirinya menyuruhku makan dan menghabiskan makanan buatannya malam ini, aneh sungguh aneh bisakah seseorang menelongku keluar dari kegilaan keluargaku ini.selama aku pergi aku tidak terlalu tahu seberapa dekat ibu dengan istriku tapi melihat drama tadi yang terpikirkan olehku adalah akan selalu ada perang dingin antara dua wanita ini tapi yaaa sudahlah aku tidak peduli asal mereka tidak berbuat onar dan adanya drama menye-menye diantara keluarga kami, hidupku serasa baik-baik saja.
Ibu dan wanitaku kalo dipikir lagi rasanya cocok, ibu sangat suka mengomentari semua yang dianggapnya salah sedangkan wanitaku suka sekali membuat orang marah, jadilah mereka selalu dalam posisi ribut dan berdebat akan hal-hal kecil, seperti saat ini di meja makan saja ibu dan caca masih mendebatkan hal-hal yang tidak penting, seperti sayuran yang tidak cocok di campur dalam suplah, gelasnya berbeda dari biasanyalah dan yaa kehebohan kedua wanita itu terus berlajut, ditambah lagi danisa terus menjerit- jerit seakan tidak ingin dilupakan jika dirinya juga wanita dalam rumah ini, tapi yaaa aghh sudahlah wanita dan dunianya adalah misteri hidup yang tidak ingin ku ketahui.
hingga sampai saat ini.dan selama ayah dan ibu tinggal bersama kami, mereka terlihat lebih bahagia dan tidak mengeluh kesepian lagi, duh dasar wanita sinting itu entah jampi-jampi apa yang dia gunakan hingga dengan mudahnya membawa warna baru pada kehidupan kami yang cukup berbeda pada kuluarga pada umumnya.
__ADS_1
tapi dengan adanya dia aku merasakan arti keluarga yang sesungguhnya. Kini hanya dari jauh aku bisa memperhatikan wanita yang kini merenggut semua pusat pikirannku, bibirku memang tertutup dengan sempurna tapi pikiranku sedang mengumpati mulut besarku yang sangat suka berbicara tidak sesuai dengan isi hatiku, menyesal iya aku menyesal, aku dijerat rasa bersalah yang sangat sangat besar pada wanitaku.