BUDUBYNSITTER

BUDUBYNSITTER
KUMAHA?


__ADS_3

puas memperhatikan Twins dalam waktu lama, aku lalu memasuki villakami dan menemukan dimas tertidur diruang tamu. aku sebenarnya ingin mengumpat namun mau dikata, nasi sudah jadi bubur jadi kubiarkan saja.



Jika Dimas tidur wajahnya begitu damai sangat berbeda jika dalam keadaan sadar ughhh wajah itu sangat meminta untuk ditabok tapi yaaa percuma tenagaku takkan sebanding dengannya karena wajah damainya itu aku tidak jadi mengganggu dimas.



matahari akan terbenam sebentar lagi, waktu makan twins juga sebentar lagi, jadi aku memilih menjemput twins menghentikan permainan mereka dengan secara paksa.



twins tentu saja menanggis karena merasa terganggu aku membawa mereka masuk ke kamar tidurku dan dimas, tapi ketika sampai di dalam kamar twins tiba-tiba terdiam saat melihat dimas yang tertidur entah apa yang mereka pikirkan.



Aku ingin memandikan mereka tapi karena tidak bisa memandikan twins secara bersamaan akhirnya aku membaringkan danisa disebelah dimas dan memposisikan tubuh dimas untuk mengurung danisa, pemandangan seperti ini sangat menyenangkan tapi sayang dimas dan egonya tidak bisa terkalahkan jadi biarkan seperti ini walau hanya sesaat.


__ADS_1


Lengan itu, lengan yang selalu menopang kepalaku dan mengurung tubuhku tiap malamnya sangat longgar untuk tubuh kecil danisa, danisa begitu mungil jika didekatkan dengan dimas, tangan kecilnya itu lagi-lagi menampar wajah dimas namun dimas tidak terganggu sedikitpun, tidak ingin berlama-lama akhirnya aku memandikan daniel dan setelah selesai aku menukar posisi mereka kini daniellah yang berada di bawah dekapan dimas, jika danisa suka menampar dimas daniel malah suka menjilati lengan dimas.



Danisa itu anak yang tenang tapi suka mengoceh sedangkan daniel itu sedikit pendiam tapi sangat aktif buktinya saja kini daniel sudah duduk diatas perut dimas lalu menjilati ****** dimas, dan bodohnya dimas mendesah karena jilatan daniel, dan wajah dimas itu seakan sangat menikmati setiap jilatan dan isapan dari daniel.



sungguh aku tidak tahu harus berbuat apa karena sangat ingin menertawai dimas tapi tidak ingin dimas terbangun lalu mengakhiri momend ini, ingin memotretnya tapi tidak bisa karena danisa sudah memeluk layaknya koala dan hampir tertidur di gendonganku.




"Apa yang kau lakukan?" ucap dimas tenang tapi menekan setiap kalimatnya



"menatapi wajah suamiku yang tampan dong" kataku sambil menahan cekikikanku.

__ADS_1



"Kau pemohong, jelaskan" katanya galak



"Mmm nanti kujelaskan ok tenanglah sayangku, aku sedang menidurkan anak-anak kita jadi tenang yaa" Ucapku menahan tawa yang sedari tadi ingin rasanya meledakkan tawaku tapi itu urung kulakukan karena tidak ingin twins terbangun kembali.



aku baru saja akan melangkahkan kakiku tapi tiba-tiba Dimas berkata



"cepat, ada yang ingin ku bicarakan denganmu" katanya boossy.



"Baik tuan, hamba mohon undur diri" kataku menggejek lalu benar-benar berlalu dari hadapan dimas dengan membawa twins di gendonganku.

__ADS_1


__ADS_2