BUDUBYNSITTER

BUDUBYNSITTER
NGIRAS-NGIRUS


__ADS_3

AUTHOR POV



Beberapa hari yang lalu setelah mendapatkan telpon dari dimas, caca memilih tetap berada di kediaman milik anita, caca hanya bepergian jika bersama tantenya, caca tidak peduli dengan cibiran dan cemohan orang lain tapi ketika dimas yang mengucapkannya kata JALANG untuknya perasaan caca menjadi hancur caca sangat dan sangat mengetahui dirinya seperti apa dimata dimas tapi baru kali ini dimas menggatakan hal itu dengan gamblang, dan tanpa disadari dimas ucapannya itu secara langsung mengubah caca menjadi sosok yang tidak percaya diri dan menjadi sosok yang pendiam.



Caca tak kunjungpulang kerumahnya hingga membuat tantenya khawatir, tantenya berkata "kamu itu kenapa? tante bukannya ngusir tapi kamukan punya suami dan anak yang harus kamu urusi kenapa ngak pulang-pulang?



"caca, caca bertengkar dengan suami tante hiks"



"pernikahan memang begitui tapi kamu ngak boleh lari dari tanggung jawab dan ngelantari anak-anakmu dong"



"ngak kok, caca nitip mereka ke neneknya"



"baguslah kalo gitu" katanya sembari merapikan rambut caca lalu kembali berkata "memang masalahnya apa? emang ngka bisa dibicarain baik-baik?"

__ADS_1



"caca mmm tar deh caca masih sakit hati sama dia"



"caca tahukan laki-laki itu ngak mau ngalah makanya caca yang ngalah ya! demi anak-anak ya?" rayunya lembut.



"iya tante" kata caca manja dan berakhir dengan pelukan hangat dari tantetnya.



Kemarin-kemarin caca masih mampu mengangkat kepalanya seolah menantang dunia tapi ucapan dimas kemarin menenggelamkan harga diri yang dibanggakan ke dalam lubang kotoran manusia, hari ini setelah merasa lebih baik dari sebelumnya akhirnya caca memilih menjemput twins lalu kembali kekediaman dimas, dirinya sudah sangat merindukan twins walaupun ketika melihat wajah twins membuatnya menggingat siapa orang yang telah menjadikannya sebagai wanita hina tapi dirinya tidak peduli, caca merasa harus bertahan sedikit lagi sampai twins dewasa dan itulah yang dilakukannya saat ini.




caca memutuskan akan pindah kekamar twins saja dan setelah semuanya selesai barulah caca kembali mengambil alih twins dan menidurkan mereka.pukul 9.30 malam dimas baru memasuki pekarangan rumahnya didalam rumah dirinya melihat caca yang baru saja melangkah menaiki tangga untuk kekamar twins dengan gaya angkuhnya dimas akhirnya menyapa caca terlebih dahulu



"Kau ingat pulang juga ternyata"

__ADS_1



"Iya tuan, permisi"



"Sudah puas merampok laki-laki lain?"



"..."



"Hei aku berbicara padamu" ucap dimas sekali lagi namun kali ini tidak di hiraukan oleh caca, caca tetap melangkahkan kakinya lalu hilang dibalik pintu, tidak lupa juga caca mengunci pintu dan memindahkan beberapa kursi didekat pintu sebagai penghalang jika dimas mendobrak pintu kamar seperti yang biasa dimas lakukan.



Keesokan harinya dengan wajah ceria caca memandikan twins dan setelah semua beres barulah caca membawa twins ke meja makan, wajah caca yang tadinya bahagia seketika menjadi datar ketika berhadapan dengan dimas,dihadapan dimas caca berubah jadi sosok yang lebih tenang, tidak ada lagi caca yang suka menggoceh dan mengajak twins bermain saat makan, tidak ada lagi caca yang menggajak dimas berdebat hanya karena selera dimas yang menyusahkan, pagi ini hanya suara pekikan dan tawa twins mendominasi diruang makan milik dimas,caca yang sudah kehilangan selera makannya ketika bertemu dimas hanya meminum susu sembari menunggu i twins selesai dengan makanan mereka, caca enggan menatap dimas dan dirinya terlalu jengah membuka mulutnya untuk menyapa dimas seperti biasanya.



Tentu Dimas merasakan perubahan yang terjadi pada caca namun dimas juga tetap mempertahankan sikap angkuhnya, setelah selesai makan pun dimas yang kini memiliki kebiasaan mengecup kening caca sebelum dirinya pergi hari ini mendapat penolakan, caca benar-benar menjaga jarak dengan dimas, kalimat sarkis dimas selalu tergiang ditelingganya, kata-kata dan wajah dimas membuatnya sangat ingin meludahi dimas namun dirinya sadar hingga memilih untuk diam dan hanya menjaga jarak dengan dimas.


__ADS_1


Dimas yang mendapatkan penolakan itu hanya bisa menatap caca dengan intens lalu tanpa berkata apa-pun lagi dimas memilih melangkahkan kakinya untuk menuju keparkiran lalu mengendarai mobil miliknya menuju ke kantor. peran dingin yang dilakukan caca benar-benar membuat dimas muak perubahan caca ini bertahan hingga 3 minggu, dimas selalu sabar menunggu caca meluapkan semua amarahnya seperti sebelum-sebelumnya tapi sampai saat ini tidak ada tanda-tanda yang menunjukkan jika caca akan mengamuki dimas, karena merasa kehilangan dan merasa bosan menunggu akhirnya dimaslah yang berinisiatip tuk mengakhiri perang dingin mereka.


__ADS_2