BUDUBYNSITTER

BUDUBYNSITTER
Episode 50


__ADS_3

Seminggu setelah kesepakatan kami aku mulai memanggil dimas dengan sebutan api, dirinya pun mulai memanggilku ati, biarpun itu kesepakatan kami tapi tetap saja rasanya sangat ngejanggal saat twins memanggilku dengan bahasa planet mereka sih. kesannya imut dan menggemaskan tapi saat dimas memanggilku ati rasanya sangat menjijikkan, walaupun seperti itu aku terus membiasakan diri agar anak-anak kami tahu cara menghormati orang membesarkan mereka.


siang ini aku harus kembali ke rutinitasku untuk menjaga twins, memang sih kami memiliki empat baby sitter tapi aku mempekerjakan mereka hanya saat twins terjaga dan membutuhkan teman main tapi ketika mereka akan tertidur aku mengambil alih semua pekerjaan mereka, jadilah twins tidur dalam dekapannku dan ketika mereka bangun akulah orang pertama yang mereka lihat selalu seperti itu.


Saat ini twins sedang rewel-rewelnya karena beberapa hari yag lalu mereka telah diimunisasi dan belum sembuh demamnya egh ternyata gigi mereka mulai tumbuh dan itu membuat twins semakin manja lalu membuat mereka selalu menanggis dan meminta perhatian lebih dariku dan dimas.


Dimas membantu menenangkan twins?  Iya, ternyata setelah kutinggal dua bulan lalu dimas akhirnya mulai menerima twins dan akhirnya mau menyentuh twins. Setelah mereka tertidur nyaman barulah kami bernafas legah dan ikut berbaring di kasur yang tidak jauh dari boks tidur twins.


rasanya baru 30 menit aku tertidur tapi suara tangisan twins yang bersautan segera membawaku kealam sadar aku lalu membangunkan dimas agar membantuku juga, cukup lama kami mencoba menenangkan twins, setelah diberi susu dan digendong olehku dan dimas twins akhirnya cukup tenang namun masih saja tetap ingin menempeliku dan dimas karena bosan berada di kamar twins akhirnya kami memilih melangkahkan kakiku menuju ruang keluarga dilantai bawah.


rasanya sore seperti ini sangat nikmat jika bisa bersantai dan melakukan perawatan tapi mengingat tidak ada sebijipun perawatan kulit yang dimas sisahkan untukku akhirnya aku hanya bisa membuang napas dengan kasar lalu  selonjoran di sofa sambil nonton TV yang menampilkan sinetron indo yang sudah jelas jalan ceritanya untuk ditebak.


Daniel yang ada dalam dekapanku kembali reyel seakan meminta sesuatu untuk digigit, aku rasanya sangat kasihan pada anak-anakku. mereka yang biasanya tertawa ceria kini hanya bisa menanggis sambil menggeluarkan air liur yang cukup banyak hingga membasahi baju mereka, karena tidak memiliki persiapan apa pun akhirnya aku merelakan kedua putingku menjadi mainan untuk danisa dan daniel.


Segala gerak- gerikku ternyata diperhatikan dimas, dengan wajah dingin dirinya berkata


"itu milikku, caca lepaskan mereka"


"isss pelan-pelan sayang kau dan apimu begitu nafsuan ternyata ughh sss" ucapku pada daniel sambil mengelus kepalanya dan mengacuhkan dimas yang kini membelakanggiku


"Twins" ucap dimas dengan nada merajuk


"Dimas jangan mulai deh" ucapku mulai berang, jika dimas sudah pada mode merajuk pasti akan ada perang air mata antara dimas dan anak-anaknya


"Caca"


"Dari pada kau merajuk seperti itu mending kau cari suruh siapa keg beli maenan or makanan gitu untuk menggantikan milikku dilahap habis mereka" ucapku sembari meringgis


"....."


Seperti biasa dimas pergi begitu saja dan akhirnya menemui seorang baby sitter kami dan memintanya membeli pesananku, cukup lama kami menunggu hingga akhirnya sinetron yang kami nonton berakhir dan digantikan acara gosip terhangat tentang selebriti dan hal-hal yang viral di media sosial saat ini.


Asik dengan semua berita yang disampaikan oleh sipembawa acara, ada satu berita yang menarik perhatianku, presenter sedang bercerita tentang kasus perselingkuhan seorang sahabat dengan suami sahabatnya.


seketika aku teringat kisahku sebelum menjadi istri dimas, jika mbak bella dulu tidak meninggal apa aku akan tetap berada disisi dimas dan twins dan pemikiran itu tidak bisa kubendung sendiri dengan suara tenang akhirnya aku mengeluarkan apa yang menggangu pikiranku lalu mengajak dimas ngelantur dan bodohnya dimas merespon untuk hal-hal yang tidak penting yang kami bicarakan.


"Pi"

__ADS_1


"Mmm"


"Kamu punya simpanaan gak?"


"Bulan ini semuanya sudah kau rampok"


"Bukan itu api" ucapku dengan geram serta meringis karna danisa menggigit putingku cukup kuat


"Lalu" ucap dimas sambil terus memperhatikan twins yang asik memainkan dadaku.


"Itu semacam wanita simpanan lain selain aku yang biasa ku sebut plakor seperti itu, itu yang ditv itu logh"


"Plakor..?" tanyanya tidak menggerti


"Ais dasar gigolo tua, udah tua katrok lagi fiuh"


"Cih kenapa?"


"Engak aku pengen tahu aja, kali-kali tar aku bisa lebih viral dari ibu yang marah-marah itu"


"Boleh dong" ucapku dengan semangat dan menatap dimas dengan sangat intens.


"Iaaa besok aku cari" ucapnya tenang tanpa beban.


"Lihat tuh ibu-ibu itu marahin si plakor dan dilempari si plakor pake uang banyak"


"...."


"Kamu juga dong kalo marah-marah lemparin duit sekoper keg atau selemari gih"


"Matre"


"Ini gak matre api tapi realistis"


"Terus?"


"Nah semua orang pengen hidup, hidup itu butuh makan dan mau makan itu kan harus pake duit"

__ADS_1


"Hubungannya kamu dan plakor?"


"Kamu sebelum nikah sama  aku kan kamu milik mbak bella, nah kalo mbak bella  masih hidup dan aku tetap nikah ma kamu, itu berarti aku pelakor dong"


"Mungkin" jawabnya acuh tak acuh.


"Kira-Kira kalo mbak bella masih hidup aku diapain ya ma dia"


"Wanita itu dilempari uang tapi kamu dilempari pisau dan sekop"


"Kok kedengarannya sadis yag, mbak bella itu koki or tukang bangunan sih kok


lemparinnya pake sekop"


"Bukan tapi penggali kuburan, kenapa kamu mau?"


"Sialan ogah kamu duluan gih, kan kamu banyak dosa ma mbak bella kamu nyusul gih, trus


kalo ketemu diakhirat sungkemman  biar dosanya kehapus semua"


"Kamu saja"


"Aisss dasar gigilo tua, gak seru, umur kamu berapa sih pi? kamu matinya kapan sih? tar kalo kamu matikan bilang ya biar aku bisa cari cadangan dulu sebelum ditinggal kamu"


"Sebelum aku mati, selingkuhanmu lebih dulu yang mati" ucap dimas dengan geram dan


memberikan caca tatapan sinisnya.


"Terserah gih, maya mana sih kok lama banget gak tau apa twins udah kayak ssss udah agh twins aghhh mmm dimas ambil danisa gih" ucapku sembari mengalihkan pembicaraan juga meringgis menahan sakit karena putingku digigit danisa dengan sangat kuat.


Setelah terlepas aksi tarik menarik antara dimas dan danisa, danisa yang merasa terusik menggeluarkan senjata andalannya yaitu meraung-raung dengan suara yang cukup keras, dan suara tanggisan danisa membangunkan daniel yang tadinya akan terlelap, mendengar kembarannya menanggis akhirnya daniel juga ikut menanggis dan membuatku dan dimas kembali kewalan untuk menenangkan twins.


rumah kami yang sudah gaduh dengan tanggisan twins semakin gadu dengan kedatangan orang tua dimas secara tiba-tiba, aku dan dimas binggung harus berbuat apa, aku yang berpenampilan awut-awutan dan twins yang serasa enggan untuk berhenti menanggis membuat otakku enggan bekerja, dengan senyum terpaksa aku menundukkan


kepala pada orang tua dimas untuk menghormati mereka yang berstatus mertuaku itu.


Bolehkah aku dilenyap dari muka bumi ini untuk sesaat, rasanya menghadapi dimas dan anak-anaknya saja sudah merebut kewarasanku, apalagi harus menghadapi penyalur bibit penghasil dimas hingga menjadi dimas sampai saat ini.

__ADS_1


__ADS_2