
Di sebuah pulau yang selalu diselimuti kabut gelap.
Selama ber abad-abad tanpa sepengetahuan manusia. Para vampir hidup dalam kejayaan mereka. Mereka hidup damai tanpa kurang satu apapun. Makanan selalu tersedia melimpah ruah. Para hewan yang seperti tak ada habisnya meski diburu setiap detiknya. Selalu saja ada Kapal tersesat atau pesawat yang jatuh di Pulau Kegelapan,seperti sengaja dikirimkan untuk menjadi makanan mereka. Para manusia yang beruntung,dalam arti tak dibantai sampai kering. Akan hidup menjadi seperti mereka. Tapi yang tak selamat akan mati mengenaskan,kering tinggal tulang dan kulit. Karena intisarinya telah disedot habis oleh bangsa pemburu.
Namun semua kejayaan itu seolah berhenti ,ketika Raja mereka menjalin sebuah cinta terlarang dengan Dewi Amora. Dewi penjaga negri Vampir.
Hingga hubungan terlarang itu diketahui oleh Dewa tertinggi disana. Sang Raja dihukum akan menderita sepanjang keturunannya,dan Sang Dewi dihukum akan terlahir dalam wujud manusia,yang akan menjadi rebutan bangsa Vampir.
Selama berabad-abad setelah kejadian itu,mereka hidup dalam kesengsaraan. Kurangnya sumber makanan,hingga ada golongan klan yang berubah menjadi kejam di luar batas. Mereka saling bunuh agar tak mati kelaparan. Salah satu dari mereka kemudian menemukan sebuah prasasti diatas batu suci. Yang berisi sebuah ramalan,jika mereka bisa menemukan manusia yang merupakan wujud reinkarnasi Dewi Amora. Kejayaan bangsa Vampir akan kembali seperti semula. Dan siapapun yang bisa minum darahnya akan menjadi yang terkuat diantara lainnya.
Berita itu langsung menyebar diseluruh penjuru negri. Mereka terus berlomba mencari manusia itu. Selama ratusan tahun mereka mencari tapi belum bisa menemukannya. Dimanakah manusia itu berada?
****
Seekor binatang berwujud seperti kuda tapi dengan dua sayap seperti kelelawar dan sepasang taring di moncongnya,terbang melintasi ratusan jasad yang tergeletak tak terurus. Jasad para Vampir yang menjadi korban dari keganasan kaumnya sendiri. Bau busuk,anyir dan amis tercium dalam setiap tarikan nafas. Namun sepertinya bau itu tak mengganggu si penunggang kuda. Ia terus terbang menuju istana tempat yang ia tuju. Jubah hitamnya terus berkibar tertiup angin.
Ia mengikat kudanya di sebuah kayu disana. Lalu berjalan memasuki gerbang istana yang dijaga para Vampir klan Secret,golongan Vampir penjaga istana. Yang akan senantiasa setia kepada Golongan Blue Fire,klan Para Raja. Seorang penjaga menghentikan langkahnya didepan gerbang. Menanyakan identitas dan tujuannya datang kesana. Setelah menjawab pertanyaan yang sesuai syarat masuk istana,ia diizinkan masuk.
Langkahnya yang tegap memasuki lorong istana yang sepi. Hanya ada beberapa penjaga berlalu lalang disana. Mereka memberi hormat saat berpapasan dengan Pria itu. Dan sampailah ia di ruangan singgasana Raja.
Seorang Pria yang sudah punya usia hampir 1000 tahun. Rambutnya putih panjang dan sebuah Mahkota dari emas bertengger diatas kepalanya. Jubahnya terlihat mewah dengan gemerlap hiasan yang menempelinya. Mata birunya menandakan identitasnya sebagai seorang Raja.
"Kau datang Thomas? Bagaimana kabar putraku?" Bertanya setelah melihat kedatangan pengawal setia putranya.
"Benar Baginda. Pangeran baik-baik saja," menjawab setelah memberi hormat dengan bersimpuh dihadapan sang Raja.
"Apa dia masih seperti dulu? Menolong para manusia dan tak mau menganggapnya sebagai makanan?"
"Benar Baginda. Pangeran lebih suka minum darah para hewan, itupun tak langsung dari tubuhnya. Hanya sesekali mengkonsumsi darah manusia saat bulan purnama,darah yang saya ambil dari ruang penyimpanan rumah sakit disana," jelas Thomas sopan.
__ADS_1
"Hmmm,dia memang keras kepala. Lalu, informasi apa yang kau dapat?" Masih menatap tajam dengan mata birunya.
"Saya rasa,saya telah menemukan manusia dalam ramalan itu."
"Benarkah? Lalu dimana dia?" sekarang matanya berbinar mendengar berita itu.
"Tapi saya belum yakin benar Baginda. Karena tanda itu tidak ada di belakang telingannya. Hanya saja aroma darahnya bisa membuat saya lupa diri. Termasuk Pangeran Dominic."
"Maksudmu?" mengrenyitkan dahi memandang Thomas.
"Pangeran pernah beberapa kali ingin menyerang manusia itu. Padahal selama ini, Pangeran selalu bisa mengendalikan dirinya."
"Hmmm,begitu rupanya. Kalau seperti itu,lindungi manusia itu. Pastikan kalau dia benar yang kita cari. Kalau sudah jelas,bawa dia kemari. Agar negri ini kembali damai."
"Ya. Aku percaya padamu."
"Terimakasih Baginda," Thomas pergi meninggalkan Istana dengan kuda terbangnya. Menuju tempatnya tinggal bersama para manusia. Disaat para Vampir lain kesulitan mendapatkan buruan,ia malah hidup di tengah-tengah mereka. Para makanan lezat tapi tetap tak bisa disentuh seenaknya. Tapi ini adalah bentuk pengabdiannya kepada Sang Calon Raja.
***
Kembali ke Rumah Sakit. Dimana Larasati masih telaten mengikat perban di tangan seorang pria yang terluka.
"Siapa namamu Nona?" Masih menatap dengan sorot Mata berbinar-binar.
"Eh,saya Larasati Tuan. Sudah selesai. Lain kali hati-hati Tuan," memasukkan peralatan kembali kekotak P3K.
"Terimakasih. Boleh tau rumahnya?"
__ADS_1
Eh,apa-apaan orang ini. Nanya rumah segala. Nggak bener nih orang. "Hehehe,kalau ada kesempatan mungkin kita bisa bertemu lagi Tuan. Saya permisi dulu," berdiri dan menunduk sopan.
"Hmmm" akan ku kejar kau sampai dapat manusia.
Laras lalu pergi meninggalkan pria yang masih duduk di kursi ruang tunggu itu. Ia lalu menoleh kebelakang. Ih ngeri,pria itu menatapnya dengan sorot mata yang tak bisa diartikan. Larasati lalu mempercepat langkahnya,agar bisa cepat pergi dari situasi horor ini.
Pria itu masih terus menatap punggung Larasati hingga menghilang dibalik lift. Ia tersenyum sinis,lalu ikut pergi dari tempat itu. Meski ia tak bisa menangkap gadis itu sekarang,setidaknya ia sudah tau keberadaannya. Terlalu berbahaya menangkapnya sekarang,pasti akan mengundang perhatian banyak manusia disini. Ia akan mencari waktu yang tepat agar bisa menangkap gadis itu dan membawanya ke Negri Kegelapan.
Pria itu berjalan menyusuri lantai Satu Rumah Sakit. Tapi tak bertemu dengan gadis itu lagi. Kemana perginya manusia itu. Saat langkah kakinya hampir mencapai pintu,ia berpapasan dengan Thomas didepan pintu utama. Mereka saling melemparkan tatapan tajam. Tapi tak ada satu kata pun yang terucap dari bibir keduanya.
Kau disini juga rupanya Thomas?. Erick
Kenapa Kau datang kemari Erick? Thomas
Itu bukan urusanmu. Erick
Mereka terus berjalan berlawanan arah. Seperti dua orang yang tak saling mengenal. Erick adalah salah satu anggota klan Dark Bold. Salah satu Klan yang ingin merebut kekuasaan Raja Charles.
Apa dia sudah tau keberadaan gadis itu? Aku harus melindunginya dari sekarang. Jangan sampai klan lain menemukannya, Gumam Thomas.
__ADS_1