
Dirgantara’s Hospital,masih disibukkan dengan bertambahnya
pasien dengan gejala yang sama. Korban mulai berjatuhan tanpa sebab yang jelas
di berbagai tempat. Tak hanya di Rumah Sakit ini,hampir semua fasilitas
kesehatan menerima pasien baru dengan gejala yang sama. Kebanyakan dari mereka
yang terjangkit meninggal dunia,ada yang mampu bertahan namun dalam keadaan mengenaskan.
Banyaknya korban meninggal karena bencana ini,membuat para Dokter melakukan
pertemuan untuk mencari penyebab utama kasus ini.
“dari data yang masuk,korban terus bertambah di berbagai
daerah. Tak hanya di perkotaan,namun juga sudah merambah ke pelosok desa.
Rata-rata para korban berusia 19-25 tahun. Para anak muda yang sehat dan kuat
pada awalnya. Masih menjadi misteri apa penyebab semua ini.” salah seorang
Dokter memberikan laporan.
“dari penelitian awal yang diambil dari sampel darah para
korban. Kami menyimpulkan bahwa penyebab semua ini adalah sebuah virus baru
yang sangat berbahaya. Namun belum diketahui pasti,apa jenis virus tersebut.”
Kata Dokter lainnya.
Mereka terus bergantian memberikan laporan penelitian yang
mereka temukan,namun semuanya masih belum bisa menemukan penyebab pasti wabah
ini. Dokter Sakti juga ikut serta dalam pertemuan itu,namun ia hanya
diam,mendengarkan setiap informasi yang di bawa oleh para Dokter.
Mereka pasti akan menganggap aku gila,kalau aku katakan yang
sebenarnya. Para manusia yang berpikiran logis dan intelek ini,tak akan percaya
padaku. Biarkanlah mereka mencari tahu sendiri,yang penting ada cara untuk
menyelamatkan para manusia itu.
Terdengar ketukan tiga kali di pintu ruang rapat. Semua
diam,menoleh ke arah pintu. Seorang Dokter muda masuk dengan raut wajah yang
tak bisa diartikan. Dokter itu lalu berjalan sedikit cepat menuju kursi ruang
rapat. Ada titik keringat di dahinya,kenapa? Semua orang bertanya dengan
pandangan mereka.
“mohon maaf saya mengganggu rapat ini,tapi ada hal mendesak
yang harus saya sampaikan.” Mengelap keringat di dahinya dengan sebuah sapu
tangan,lalu memasukkan kain itu kembali ke dalam saku celananya.
“silahkan,asalkan itu masih berkaitan dengan materi rapat
kita hari ini.” kata Sakti bijaksana,ia pimpinan rapat disini.
__ADS_1
Dokter itu kembali menghela nafas panjang,lalu mengeluarkan
sebuah flashdisk dari saku jasnya. Menancapkannya pada komputer dan menghubungkannya
ke layar besar di depan meja rapat. Semua mata memandang rekaman yang di putar
itu dengan dahi mengrenyit.
“apa ini?” tanya
salah satu Dokter yang berusia kisaran lima puluhan.
“ini adalah hasil penelitian yang baru saja saya temukan.”
Jantungnya masih berdebar,seperti saat pertama kali melihat hal ini.
“jelaskan” kata Sakti.
Flasback on.
Seorang pria muda memakai setelan Dokter sedang meneliti
sampel darah di ruangan laboratorium Rumah Sakit. Sampel darah korban yang
terjangkit penyakit aneh dan mematikan. Penyakit yang menyerang setiap orang
dengan cara misterius.
Pria itu menempelkan matanya pada lensa mikroskop,mengamati
dengan teliti pergerakan titik-titik kecil di bawah lensa. Memperbesar sedikit
ukuran lensa,namun tiba-tiba Dokter itu mundur hingga membentur meja
dibelakangnya. Gila,ini gila,gumanya. Jantungnya terasa berdebar kencang saat
mengetahui hal apa yang ia temukan. Penasaran,ia kembali mendekatkan mata ke
yang sama,ini nyata. Pantas saja banyak orang yang tak selamat.
Dari mana asal virus seperti ini. Sebuah virus yang
menginvasi sel darah merah manusia,menyebar dengan cepat keseluruh pembuluh
darah di dalam tubuh. Gerakan virus itu seperti sebuah peternakan yang di
penuhi binatang kelaparan. Setelah lensa di perbesar,Dokter itu melihat bentuk
Virus tersebut. Sebuah bulatan bertentakel yang memangsa ganas sel darah
merah hingga ke intinya. Beginikah cara virus makan? Tapi ini hal paling
mengerikan yang pernah ku temui,pikirnya.
Dokter itu langsung mengambil rekaman penelitian dan membawanya
ke ruang rapat. Ini adalah hal penting yang harus segera ia laporkan. Pria itu
segera melangkah meninggalkan ruang laboratorium, Keringat dingin ia rasakan
menetes di dahinya. Ia mengusap keringat itu dengan sapu tangan yang selalu ada
di saku celananya. Meraba flashdisk di sakunya,lalu menggeser tangan ke
dadanya. Merasakan debaran jantungnya yang masih sama tak karuan.
Saat sampai di depan pintu ruang rapat,ia bertemu dengan
__ADS_1
seorang perawat yang di utus untuk menjaga pintu. Langkahnya dicegat,namun ia
di perbolehkan masuk setelah mengatakan akan menyampaikan sebuah hal penting
yang berkaitan dengan rapat hari ini. Mengusapkan tangannya yang berkeringat
sebelum mengetuk pintu,kepalan tangannya menggantung di depan pintu, jantungnya
kembali berdebar. Menarik nafas panjang,sebelum mengetuk pintu dan masuk
kedalamnya.
Flassback of.
Dokter muda itu menghela nafas panjang,lalu menjelaskan hal
paling aneh dalam sejarah kedokteran. Sebuah Virus yang memangsa dengan ganas
sel darah merah manusia,menyebar dengan cepat diseluruh pembuluh darah.
Penyebaran Virus itu di ketahui berawal dari dua titik hitam di leher pasien.
Ditemukan juga sampel air liur disana. Dari penemuan itu,disimpulkan bahwa
Virus ini di sebarkan oleh binatang yang menggigit leher pasien. DNA air liur
itu mempunyai kemiripan dengan satu binatang,kelelawar.
Semua orang yang berada di ruangan itu terbengong mendengar
penuturan Dokter itu. Semua memberikan reaksi yang sama,tak percaya. Namun
tidak dengan Dokter Sakti,pria itu sudah menduga dari awal bahwa semua ini
pasti ulah kaum pemburu. Dan itu benar adanya,semua data yang ditemukan
mengarah pada tersangka yang sama.
Tapi mengapa? Kenapa mereka menyebarkan Virus yang biasa
digunakan saat perang kepada manusia. Kalau mereka hanya ingin makan,mestinya
tak perlu menularkan virus itu. Ratusan nyawa tak berdosa menjadi korban tanpa
alasan. Kejam. Siapa dalang semua ini,apa maunya? Pertanyaan itu terus muncul
dikepalanya.
Akhirnya rapat ini ditutup dengan penemuan baru Dokter muda
itu. Dan akan melakukan pertemuan kembali jika sudah menemukan obat
penangkalnya.
Dokter Sakti berdiri dan menghampiri Dokter muda yang tadi
memberikan laporan penelitiannya. Menepuk pelan bahunya,”kerja
bagus,istirahatlah. Kau sudah bekerja keras hari ini.”
Dokter itu terlihat kaget dengan sikap Sakti,hatinya terasa
berdesir mendengar kalimat sederhana itu, “terimakasih Dok.” Menunduk
sopan,tersenyum.
Sakti berlalu tanpa menjawab,kakinya terus melangkah
__ADS_1
tegap meninggalkan seorang Dokter muda yang memegangi dadanya. Berdebar karena
kalimat sederhana yang langka ia dengar dari seorang Sakti Dirgantara