Bukan Cinta Biasa (Vampire Love Story)

Bukan Cinta Biasa (Vampire Love Story)
Serangan Virus Berbahaya


__ADS_3

Dirgantara’s Hospital,masih disibukkan dengan bertambahnya


pasien dengan gejala yang sama. Korban mulai berjatuhan tanpa sebab yang jelas


di berbagai tempat. Tak hanya di Rumah Sakit ini,hampir semua fasilitas


kesehatan menerima pasien baru dengan gejala yang sama. Kebanyakan dari mereka


yang terjangkit meninggal dunia,ada yang mampu bertahan namun dalam keadaan mengenaskan.


Banyaknya korban meninggal karena bencana ini,membuat para Dokter melakukan


pertemuan untuk mencari penyebab utama kasus ini.


“dari data yang masuk,korban terus bertambah di berbagai


daerah. Tak hanya di perkotaan,namun juga sudah merambah ke pelosok desa.


Rata-rata para korban berusia 19-25 tahun. Para anak muda yang sehat dan kuat


pada awalnya. Masih menjadi misteri apa penyebab semua ini.” salah seorang


Dokter memberikan laporan.


“dari penelitian awal yang diambil dari sampel darah para


korban. Kami menyimpulkan bahwa penyebab semua ini adalah sebuah virus baru


yang sangat berbahaya. Namun belum diketahui pasti,apa jenis virus tersebut.”


Kata Dokter lainnya.


Mereka terus bergantian memberikan laporan penelitian yang


mereka temukan,namun semuanya masih belum bisa menemukan penyebab pasti wabah


ini. Dokter Sakti juga ikut serta dalam pertemuan itu,namun ia hanya


diam,mendengarkan setiap informasi yang di bawa oleh para Dokter.


Mereka pasti akan menganggap aku gila,kalau aku katakan yang


sebenarnya. Para manusia yang berpikiran logis dan intelek ini,tak akan percaya


padaku. Biarkanlah mereka mencari tahu sendiri,yang penting ada cara untuk


menyelamatkan para manusia itu.


Terdengar ketukan tiga kali di pintu ruang rapat. Semua


diam,menoleh ke arah pintu. Seorang Dokter muda masuk dengan raut wajah yang


tak bisa diartikan. Dokter itu lalu berjalan sedikit cepat menuju kursi ruang


rapat. Ada titik keringat di dahinya,kenapa? Semua orang bertanya dengan


pandangan mereka.


“mohon maaf saya mengganggu rapat ini,tapi ada hal mendesak


yang harus saya sampaikan.” Mengelap keringat di dahinya dengan sebuah sapu


tangan,lalu memasukkan kain itu kembali ke dalam saku celananya.


“silahkan,asalkan itu masih berkaitan dengan materi rapat


kita hari ini.” kata Sakti bijaksana,ia pimpinan rapat disini.

__ADS_1


Dokter itu kembali menghela nafas panjang,lalu mengeluarkan


sebuah flashdisk dari saku jasnya. Menancapkannya pada komputer dan menghubungkannya


ke layar besar di depan meja rapat. Semua mata memandang rekaman yang di putar


itu dengan dahi mengrenyit.


“apa ini?” tanya


salah satu Dokter yang berusia kisaran lima puluhan.


“ini adalah hasil penelitian yang baru saja saya temukan.”


Jantungnya masih berdebar,seperti saat pertama kali melihat hal ini.


“jelaskan” kata Sakti.


Flasback on.


Seorang pria muda memakai setelan Dokter sedang meneliti


sampel darah di ruangan laboratorium Rumah Sakit. Sampel darah korban yang


terjangkit penyakit aneh dan mematikan. Penyakit yang menyerang setiap orang


dengan cara misterius.


Pria itu menempelkan matanya pada lensa mikroskop,mengamati


dengan teliti pergerakan titik-titik kecil di bawah lensa. Memperbesar sedikit


ukuran lensa,namun tiba-tiba Dokter itu mundur hingga membentur meja


dibelakangnya. Gila,ini gila,gumanya. Jantungnya terasa berdebar kencang saat


mengetahui hal apa yang ia temukan. Penasaran,ia kembali mendekatkan mata ke


yang sama,ini nyata. Pantas saja banyak orang yang tak selamat.


Dari mana asal virus seperti ini. Sebuah virus yang


menginvasi sel darah merah manusia,menyebar dengan cepat keseluruh pembuluh


darah di dalam tubuh. Gerakan virus itu seperti sebuah peternakan yang di


penuhi binatang kelaparan. Setelah lensa di perbesar,Dokter itu melihat bentuk


Virus tersebut. Sebuah bulatan bertentakel yang memangsa ganas sel darah


merah hingga ke intinya. Beginikah cara virus makan? Tapi ini hal paling


mengerikan yang pernah ku temui,pikirnya.


Dokter itu langsung mengambil rekaman penelitian dan membawanya


ke ruang rapat. Ini adalah hal penting yang harus segera ia laporkan. Pria itu


segera melangkah meninggalkan ruang laboratorium, Keringat dingin ia rasakan


menetes di dahinya. Ia mengusap keringat itu dengan sapu tangan yang selalu ada


di saku celananya. Meraba flashdisk di sakunya,lalu menggeser tangan ke


dadanya. Merasakan debaran jantungnya yang masih sama tak karuan.


Saat sampai di depan pintu ruang rapat,ia bertemu dengan

__ADS_1


seorang perawat yang di utus untuk menjaga pintu. Langkahnya dicegat,namun ia


di perbolehkan masuk setelah mengatakan akan menyampaikan sebuah hal penting


yang berkaitan dengan rapat hari ini. Mengusapkan tangannya yang berkeringat


sebelum mengetuk pintu,kepalan tangannya menggantung di depan pintu, jantungnya


kembali berdebar. Menarik nafas panjang,sebelum mengetuk pintu dan masuk


kedalamnya.


Flassback of.


Dokter muda itu menghela nafas panjang,lalu menjelaskan hal


paling aneh dalam sejarah kedokteran. Sebuah Virus yang memangsa dengan ganas


sel darah merah manusia,menyebar dengan cepat diseluruh pembuluh darah.


Penyebaran Virus itu di ketahui berawal dari dua titik hitam di leher pasien.


Ditemukan juga sampel air liur disana. Dari penemuan itu,disimpulkan bahwa


Virus ini di sebarkan oleh binatang yang menggigit leher pasien. DNA air liur


itu mempunyai kemiripan dengan satu binatang,kelelawar.


Semua orang yang berada di ruangan itu terbengong mendengar


penuturan Dokter itu. Semua memberikan reaksi yang sama,tak percaya. Namun


tidak dengan Dokter Sakti,pria itu sudah menduga dari awal bahwa semua ini


pasti ulah kaum pemburu. Dan itu benar adanya,semua data yang ditemukan


mengarah pada tersangka yang sama.


Tapi mengapa? Kenapa mereka menyebarkan Virus yang biasa


digunakan saat perang kepada manusia. Kalau mereka hanya ingin makan,mestinya


tak perlu menularkan virus itu. Ratusan nyawa tak berdosa menjadi korban tanpa


alasan. Kejam. Siapa dalang semua ini,apa maunya? Pertanyaan itu terus muncul


dikepalanya.


Akhirnya rapat ini ditutup dengan penemuan baru Dokter muda


itu. Dan akan melakukan pertemuan kembali jika sudah menemukan obat


penangkalnya.


Dokter Sakti berdiri dan menghampiri Dokter muda yang tadi


memberikan laporan penelitiannya. Menepuk pelan bahunya,”kerja


bagus,istirahatlah. Kau sudah bekerja keras hari ini.”


Dokter itu terlihat kaget dengan sikap Sakti,hatinya terasa


berdesir mendengar kalimat sederhana itu, “terimakasih Dok.” Menunduk


sopan,tersenyum.


Sakti berlalu tanpa menjawab,kakinya terus melangkah

__ADS_1


tegap meninggalkan seorang Dokter muda yang memegangi dadanya. Berdebar karena


kalimat sederhana yang langka ia dengar dari seorang Sakti Dirgantara


__ADS_2